• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»CKG Perkuat Mutu Layanan Kesehatan dan Kualitas Belajar Siswa

CKG Perkuat Mutu Layanan Kesehatan dan Kualitas Belajar Siswa

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 19 May 2026

CKG Perkuat Mutu Layanan Kesehatan dan Kualitas Belajar Siswa

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus diperkuat pemerintah sebagai langkah strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas bagi peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas belajar siswa di seluruh Indonesia. Melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini, pemerintah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat sehingga siswa dapat mengikuti proses pendidikan secara optimal.

 

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah, mengatakan Program CKG memiliki peran penting dalam mendukung kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, kondisi kesehatan siswa sangat berkaitan dengan kemampuan belajar, konsentrasi, dan produktivitas peserta didik di sekolah.

 

“Program ini sangat baik karena membantu memastikan kesehatan siswa tetap terjaga. Selain itu, penguatan fasilitas kesehatan, khususnya di wilayah 3T dan daerah yang jauh dari perkotaan, perlu terus dilakukan agar layanan kesehatan benar-benar merata,” ujar Trubus.

 

Ia mengatakan, pemerataan layanan kesehatan melalui Program CKG dapat membantu mendeteksi gangguan kesehatan siswa lebih cepat sehingga penanganannya bisa dilakukan secara tepat. Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kualitas belajar siswa karena peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dalam kondisi sehat dan bugar.

 

Selain itu, Trubus juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat di tingkat RT dan RW agar pelaksanaan program berjalan semakin efektif. Keterlibatan orang tua dalam Program CKG keluarga juga dinilai penting untuk mendukung pencegahan penyakit sejak dini.

 

“Program CKG harus terus diperkuat dan dijaga keberlanjutannya karena manfaatnya sangat besar bagi kesehatan anak sekaligus peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa kesehatan siswa menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Menurutnya, siswa yang sehat akan lebih fokus, aktif, dan mampu menyerap pelajaran dengan lebih baik.

 

“Melalui Program CKG, pemerintah ingin memastikan seluruh siswa memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas. Dengan kesehatan yang terjaga, siswa dapat belajar lebih optimal sehingga mampu menjadi generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

 

Sepanjang Januari hingga awal Mei 2026, sebanyak 4.883.890 siswa di 45.596 sekolah telah mengikuti skrining kesehatan melalui Program CKG Sekolah. Melalui monitoring kesehatan yang konsisten dan meluas ini, diharapkan tercipta standarisasi kualitas kesehatan dan dukungan edukasi yang merata bagi siswa di berbagai wilayah Indonesia dalam menyongsong tantangan di masa depan.

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.