• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Ketahanan Pangan dan Pentingnya Sinergi Pemerintah Daerah

Ketahanan Pangan dan Pentingnya Sinergi Pemerintah Daerah

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 17 May 2026

Ketahanan Pangan dan Pentingnya Sinergi Pemerintah Daerah

Oleh: Citra Kurnia Khudor

Ketahanan pangan kembali menjadi isu strategis dalam agenda pembangunan nasional. Di tengah dinamika ekonomi global, perubahan iklim, dan tantangan rantai pasok, kemampuan suatu negara dalam menjamin ketersediaan pangan yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan menjadi indikator penting stabilitas sosial dan ekonomi.

 

Indonesia sebagai negara dengan populasi besar membutuhkan koordinasi kebijakan yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Tanpa sinergi yang efektif, program ketahanan pangan berisiko berjalan parsial dan tidak optimal dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

 

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas wilayah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program pangan tidak dapat dicapai hanya oleh satu kementerian atau lembaga, melainkan membutuhkan kerja sama yang terintegrasi dari seluruh pemangku kepentingan.

 

Menurutnya, koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam memperkuat sistem pangan nasional. Dengan sinergi yang solid, produksi dapat ditingkatkan, distribusi diperkuat, dan stabilitas harga lebih terjaga.

 

Ia juga menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan semata soal ketersediaan beras atau komoditas utama lainnya, tetapi mencakup keberlanjutan produksi, akses masyarakat terhadap pangan bergizi, serta stabilitas pasokan di seluruh daerah. Pendekatan komprehensif ini penting agar kebijakan pangan tidak hanya berorientasi jangka pendek.

 

Dalam konteks tersebut, peran pemerintah daerah menjadi sangat krusial karena mereka berada di garis terdepan dalam implementasi kebijakan. Pemerintah daerah memiliki pemahaman lebih dekat terhadap kondisi lahan, pola konsumsi masyarakat, serta potensi pertanian lokal.

 

Sinergi pusat dan daerah juga diperlukan untuk memperkuat infrastruktur pendukung seperti irigasi, penyimpanan hasil panen, dan distribusi logistik. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, peningkatan produksi tidak akan berdampak maksimal pada ketahanan pangan masyarakat.

 

Selain itu, perubahan iklim dan tantangan cuaca ekstrem turut memengaruhi produktivitas pertanian. Oleh karena itu, strategi adaptasi dan inovasi teknologi pertanian perlu diintegrasikan dalam kebijakan pangan agar produksi tetap stabil sepanjang tahun.

 

Dalam kerangka itulah, pemerintah daerah dituntut untuk aktif mengembangkan program berbasis potensi lokal. Pendekatan ini akan membantu menciptakan kemandirian pangan di tingkat daerah sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa sinergi merupakan kunci dalam menjadikan daerahnya sebagai salah satu role model penguatan sumber daya manusia dan ketahanan pangan nasional. Ia memandang bahwa keberhasilan program pangan di tingkat daerah sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

 

Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang dapat dikembangkan secara optimal melalui kebijakan yang terkoordinasi. Dengan dukungan semua pihak, daerah dapat berkontribusi signifikan terhadap stabilitas pangan nasional.

 

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dalam sektor pertanian. Petani dan pelaku usaha pangan perlu mendapatkan pelatihan, pendampingan, serta akses terhadap teknologi agar mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi.

 

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang kuantitas produksi, tetapi juga kualitas pengelolaan. SDM yang unggul akan mampu mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan efisien.

 

Selain itu, integrasi kebijakan antara sektor pangan dan sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sadar akan pentingnya ketahanan pangan. Edukasi sejak dini mengenai pertanian dan konsumsi pangan sehat dapat memperkuat fondasi budaya pangan nasional.

 

Di wilayah lain, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran juga menegaskan pentingnya sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing daerah. Ia melihat bahwa potensi sumber daya alam di Kalimantan Tengah perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

 

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan sektor swasta menjadi faktor penentu dalam mendorong pengembangan sektor pangan dan energi. Dengan kerja sama yang terarah, daerah dapat memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

 

Ia juga menekankan bahwa pembangunan ketahanan pangan harus sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Pengelolaan lahan dan sumber daya alam perlu dilakukan secara bijak agar tidak merusak ekosistem dan tetap memberikan manfaat jangka panjang.

 

Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah diyakini akan mempercepat pencapaian target pembangunan nasional. Koordinasi yang efektif akan memastikan bahwa program pangan berjalan selaras dengan kebijakan ekonomi dan sosial lainnya.

 

Oleh karena itu, penguatan sistem pangan nasional harus menjadi prioritas bersama. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam program-program konkret di lapangan.

 

Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan kemandirian pangan. Ketika sinergi menjadi budaya kerja, maka ketahanan pangan bukan sekadar target kebijakan, melainkan fondasi utama dalam membangun kesejahteraan nasional yang berkelanjutan.

 

)* Pengamat Isu Sosial-Ekonomi

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.