• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Kesehatan Berkualitas Anak Diperkuat lewat Penanganan Gigi Berlubang dalam CKG

Kesehatan Berkualitas Anak Diperkuat lewat Penanganan Gigi Berlubang dalam CKG

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 11 May 2026

Kesehatan Berkualitas Anak Diperkuat lewat Penanganan Gigi Berlubang dalam CKG

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendekatan kesehatan preventif yang menyasar anak sejak usia dini. Salah satu langkah nyata yang kini mendapat perhatian luas adalah penanganan masalah gigi berlubang pada anak melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

 

Data terbaru hasil pelaksanaan CKG menunjukkan persoalan kesehatan gigi masih menjadi tantangan serius. Dari hasil skrining terhadap 4,8 juta anak di 48 ribu sekolah di seluruh Indonesia sejak Januari hingga awal Mei 2026, ditemukan sekitar 41 persen atau 1,1 juta anak mengalami gigi berlubang.

 

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa temuan tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh pihak untuk lebih serius memperhatikan kesehatan anak Indonesia.

 

“Hasilnya sebagai berikut, sebanyak 41 persen atau 1,1 juta anak mengalami gigi berlubang, sebanyak 22,1 persen atau 663 ribu anak mengalami peningkatan tekanan darah,” ujar Qodari.

 

Menurut Qodari, kehadiran CKG justru membuktikan negara hadir lebih awal dalam mendeteksi berbagai persoalan kesehatan tersembunyi pada anak. Dengan skrining yang dilakukan secara luas dan terintegrasi, pemerintah kini memiliki basis data yang lebih kuat untuk menentukan langkah intervensi yang tepat sasaran.

 

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa masalah gigi berlubang memang masih mendominasi persoalan kesehatan anak Indonesia, terutama pada kelompok usia balita dan anak prasekolah.

 

“Masalah utama pada balita itu gigi berlubang. Ada 31 persen. Artinya satu dari tiga anak mengalami karies,” jelas Maria.

 

Ia menegaskan bahwa kesehatan gigi memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, termasuk terhadap asupan gizi, kemampuan belajar, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.

 

Berbagai kalangan juga menilai langkah pemerintah melalui CKG merupakan kebijakan strategis yang sangat relevan dengan tantangan kesehatan generasi muda saat ini. Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, menyebut temuan kesehatan pada anak sekolah harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen bangsa.

 

Ia menilai hasil CKG tidak boleh berhenti sebatas data statistik, melainkan harus diikuti langkah konkret dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah dan keluarga.

 

“Kantin sekolah harus lebih sehat, aktivitas fisik perlu diperkuat, edukasi gizi harus masuk dalam keseharian siswa, dan orang tua perlu dilibatkan,” lanjutnya.

 

Ashabul Kahfi juga menekankan pentingnya keberlanjutan program skrining kesehatan nasional tersebut.

 

“Justru di sinilah pentingnya CKG. Tanpa skrining, kita mungkin tidak tahu ada masalah kesehatan tersembunyi pada anak-anak kita, mulai dari gigi berlubang hingga tekanan darah tinggi,” pungkasnya.

 

Sejumlah pakar kesehatan gigi juga mengingatkan bahwa gigi berlubang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mengunyah makanan sehingga berdampak pada pemenuhan nutrisi harian dan proses tumbuh kembangnya. Karena itu, langkah pemerintah memperluas jangkauan pemeriksaan kesehatan anak dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas generasi penerus bangsa.

 

 

Melalui Program CKG, pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk membangun sistem kesehatan yang lebih preventif, inklusif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini menjadi bukti bahwa pemerintahan saat ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga serius memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik demi masa depan Indonesia yang semakin maju.***

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.