• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Ekonomi Indonesia dan Momentum Menjadi yang Tertinggi di G20

Ekonomi Indonesia dan Momentum Menjadi yang Tertinggi di G20

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 10 May 2026

Ekonomi Indonesia dan Momentum Menjadi yang Tertinggi di G20

Oleh: Asep Faturahman

Indonesia kembali menunjukkan kinerja ekonomi yang kuat di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di antara negara-negara anggota G20. Capaian tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempertegas posisinya sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang kompetitif di tingkat global.

 

Kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan bahwa berbagai kebijakan strategis pemerintah mulai memberikan hasil nyata terhadap aktivitas ekonomi nasional. Di tengah perlambatan ekonomi sejumlah negara besar dunia, Indonesia justru mampu menjaga pertumbuhan tetap kuat melalui kombinasi konsumsi domestik, investasi, belanja pemerintah, serta penguatan sektor ekspor.

 

Momentum menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di G20 dinilai tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional sejak awal 2025. Berbagai program prioritas yang dijalankan secara konsisten mulai memberikan efek pengganda terhadap perekonomian domestik dan memperkuat daya tahan ekonomi nasional.

 

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen menjadi prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan pemerintah mampu menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak positif meskipun tekanan global masih berlangsung.

 

Menurutnya, berbagai program strategis pemerintah mulai memperlihatkan dampak nyata terhadap sektor ekonomi nasional. Percepatan belanja negara, program makan bergizi gratis, pembangunan perumahan skala besar, hingga penguatan investasi dinilai menjadi faktor penting yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 2026.

 

Momentum pertumbuhan ini juga menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia semakin memiliki struktur yang seimbang. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama, namun investasi dan ekspor mulai memberikan kontribusi yang semakin kuat terhadap pertumbuhan nasional.

 

Realisasi investasi pada triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Angka tersebut memperlihatkan tingginya optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Aktivitas investasi yang meningkat juga menjadi sinyal bahwa dunia usaha melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan stabilitas ekonomi yang kuat di kawasan.

 

Selain itu, pembukaan pasar ekspor baru turut memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus sebesar 3,32 miliar dolar Amerika Serikat pada Maret 2026. Surplus neraca perdagangan yang terus berlanjut menjadi salah satu indikator penting bahwa sektor eksternal Indonesia tetap solid di tengah perlambatan ekonomi global.

 

Belanja pemerintah juga menjadi motor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan belanja pemerintah tumbuh signifikan sebesar 21,81 persen. Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap terjaga di level 5,52 persen dan menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah negara G20 yang telah merilis data pertumbuhan ekonominya. Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan China, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat.

 

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah kondisi global yang masih mencari keseimbangan baru. Berbagai lembaga internasional sebelumnya memperkirakan ekonomi global akan tumbuh lebih moderat akibat tekanan geopolitik dan perlambatan perdagangan dunia. Namun Indonesia justru mampu tumbuh di atas ekspektasi dan memperlihatkan ketahanan ekonomi yang kuat.

 

Belanja pemerintah mencapai sekitar Rp815 triliun pada triwulan pertama. Realisasi tersebut ditopang berbagai program kementerian dan lembaga, termasuk program makan bergizi gratis yang mencapai Rp51 triliun hingga Maret. Program tersebut memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

 

Dari sisi makroekonomi, kondisi Indonesia juga tetap stabil dan terkendali. Inflasi tercatat sebesar 2,42 persen dan masih berada dalam rentang target pemerintah. Indeks keyakinan konsumen berada di level 122,9 yang mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.

 

Kinerja sektor keuangan juga memperlihatkan perkembangan positif. Pertumbuhan kredit meningkat 9,49 persen secara tahunan, sedangkan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 13,55 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan dunia usaha terus bergerak positif.

 

Momentum pertumbuhan ekonomi tertinggi di G20 juga diikuti dengan perbaikan kondisi sosial masyarakat. Jumlah tenaga kerja meningkat 1,89 juta orang menjadi 147,67 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,68 persen, sementara angka kemiskinan tercatat sebesar 8,25 persen.

 

Pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun. Program Kredit Usaha Rakyat mencapai Rp96,18 triliun pada kuartal pertama, sementara dukungan pembiayaan juga diberikan untuk sektor pertanian, industri padat karya, dan perumahan nasional.

 

Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi momentum penting yang memperlihatkan kemampuan Indonesia bersaing di tingkat global. Dengan pertumbuhan yang menjadi salah satu tertinggi di G20, Indonesia menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi, penguatan investasi, dan konsistensi kebijakan pemerintah mampu menjadi fondasi kuat menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

)* Penulis adalah Mahasiswa tinggal di Bandung.

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.