• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Danantara sebagai Instrumen Investasi Strategis di Era Ketidakpastian

Danantara sebagai Instrumen Investasi Strategis di Era Ketidakpastian

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 20 April 2026

Danantara sebagai Instrumen Investasi Strategis di Era Ketidakpastian

Oleh: Adianita Sulastri

Di tengah dinamika global yang kian tidak menentu, kehadiran Danantara menjadi relevan sebagai instrumen strategis dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak psikologis dan struktural terhadap pasar global, memicu volatilitas serta meningkatkan risiko investasi lintas negara. Maka langkah antisipatif melalui penguatan tata kelola portofolio dan strategi investasi menjadi kunci, sebagaimana disampaikan oleh Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, yang menegaskan pentingnya uji ketahanan portofolio untuk menghadapi berbagai skenario ketidakpastian global.

 

Hal tersebut mencerminkan bahwa ketidakpastian global bukan lagi isu sektoral, namun telah menjadi tantangan sistemik yang dihadapi hampir seluruh negara, termasuk Indonesia dan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Respons pemerintah di Singapura, Malaysia, dan Filipina yang mengategorikan eskalasi konflik sebagai tindakan perang menunjukkan bahwa risiko geopolitik kini berada pada level yang lebih serius. Dalam situasi seperti ini, Danantara tidak hanya dituntut untuk bersikap defensif, tetapi juga adaptif dalam mengidentifikasi peluang yang muncul di tengah krisis.

 

Pendekatan optimistis yang diusung Pandu Sjahrir menegaskan bahwa ketidakpastian tidak selalu identik dengan ancaman, melainkan juga membuka ruang bagi peluang investasi baru. Perspektif untuk melihat kondisi sebagai gelas yang setengah penuh mencerminkan paradigma investasi modern yang menekankan pada fleksibilitas dan keberanian mengambil keputusan berbasis analisis menyeluruh. Danantara memposisikan diri sebagai institusi yang mampu membaca dinamika pasar secara komprehensif, baik dari sisi kredit, ekuitas, maupun pembentukan modal investasi.

 

Kenaikan biaya modal yang terjadi secara global memang menjadi tantangan tersendiri, namun hal tersebut tidak serta merta menutup peluang investasi. Sebaliknya, kondisi ini justru mendorong selektivitas yang lebih tinggi dalam menentukan sektor prioritas. Danantara mengidentifikasi empat sektor strategis yang menjadi fokus kajian, yakni ketahanan energi, hilirisasi industri, layanan kesehatan, dan infrastruktur digital. Keempat sektor ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga saling terhubung dalam membentuk fondasi pertumbuhan jangka panjang.

 

Keterkaitan antara energi dan infrastruktur digital menjadi salah satu aspek paling krusial dalam era transformasi teknologi. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membutuhkan dukungan energi dalam jumlah besar, sehingga menjadikan energi sebagai faktor fundamental dalam pengembangan teknologi masa depan. Indonesia, dengan potensi sumber daya energi yang melimpah, memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan keunggulan ini sebagai daya tarik investasi, khususnya dalam pembangunan infrastruktur digital berbasis AI.

 

Danantara juga menunjukkan langkah konkret melalui kerja sama investasi internasional. Kolaborasi dengan SMBC Aviation Capital dalam membentuk Mandiri Aviation Leasing Fund menjadi langkah penting dalam memperluas kapasitas investasi di sektor aviasi. Di sisi lain, kerja sama dengan Qatar Investment Authority dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo menunjukkan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik meskipun berada dalam situasi global yang tidak stabil. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Danantara sebagai katalisator investasi asing yang mampu membangun kepercayaan investor global.

 

Lebih jauh, peran strategis Danantara juga tercermin dalam pengembangan energi berbasis sampah atau waste-to-energy (WtE), yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, menyoroti bahwa persoalan pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang memerlukan solusi terintegrasi dari hulu hingga hilir. Investasi pada teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan langkah strategis untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yakni krisis energi dan permasalahan lingkungan.

 

Pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang ditargetkan hadir di puluhan kota di Indonesia menunjukkan skala ambisi yang besar dari Danantara. Proyek ini tidak hanya berpotensi menghasilkan energi listrik dengan kapasitas signifikan, tetapi juga mampu mengurangi emisi karbon, menekan volume sampah di tempat pembuangan akhir, serta menciptakan lapangan kerja baru. Dengan demikian, investasi di sektor ini memiliki dampak multiplikatif yang luas bagi perekonomian nasional.

 

Pembentukan PT Daya Energi Bersih Nusantara sebagai entitas khusus yang menangani proyek-proyek pengolahan sampah menjadi energi semakin mempertegas komitmen Danantara dalam mendorong transisi energi berkelanjutan. Direktur Investasi Danantara Investment Manager, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa perusahaan ini akan berperan sebagai pengelola terintegrasi yang mencakup seluruh rantai pengolahan sampah, mulai dari pengumpulan hingga pemrosesan dengan berbagai skema teknologi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa investasi tidak hanya difokuskan pada hasil akhir, tetapi juga pada perbaikan sistem secara menyeluruh, termasuk perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

 

Sebagai sovereign wealth fund, Danantara memiliki mandat strategis untuk mengelola aset negara secara produktif guna menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dalam era ketidakpastian global, peran ini menjadi semakin penting karena investasi yang tepat dapat menjadi penopang stabilitas ekonomi sekaligus pendorong transformasi struktural. Dengan pendekatan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang, Danantara berpotensi menjadi instrumen kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global yang terus berkembang.

 

)* penulis merupakan pengamat kebijakan ekonomi

 

Amanah Aceh Konsolidasikan Program untuk Penguatan SDM Muda

April 20, 2026

AMANAH Bangun Generasi Unggul Aceh melalui Ekosistem Pengembangan Talenta

April 20, 2026

Amanah Aceh Konsolidasikan Program untuk Penguatan SDM Muda

By Kata IndonesiaApril 20, 20260

Amanah Aceh Konsolidasikan Program untuk Penguatan SDM Muda Oleh: Meutia Zahiya Di tengah perubahan zaman…

AMANAH Bangun Generasi Unggul Aceh melalui Ekosistem Pengembangan Talenta

By Kata IndonesiaApril 20, 20260

AMANAH Bangun Generasi Unggul Aceh melalui Ekosistem Pengembangan Talenta Oleh : Cut Keumala Putri Upaya…

Dukungan Psikolog dan Tokoh Agama Perkuat PP TUNAS demi Pendidikan Bermutu Generasi Muda

By Kata IndonesiaApril 20, 20260

Dukungan Psikolog dan Tokoh Agama Perkuat PP TUNAS demi Pendidikan Bermutu Generasi Muda Jakarta -…

Psikolog hingga Tokoh Agama Dukung PP TUNAS untuk Lindungi Anak dan Wujudkan Pendidikan Bermutu di Ruang Digital

By Kata IndonesiaApril 20, 20260

Psikolog hingga Tokoh Agama Dukung PP TUNAS untuk Lindungi Anak dan Wujudkan Pendidikan Bermutu di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.