• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Film “The Pig Feast” Sarat Provokasi, di Tengah Upaya Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Papua

Film “The Pig Feast” Sarat Provokasi, di Tengah Upaya Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Papua

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 9 March 2026

Film “The Pig Feast” Sarat Provokasi, di Tengah Upaya Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Papua

Jakarta — Kemunculan film berjudul The Pig Feast atau Pesta Babi dinilai sarat muatan provokasi yang berpotensi memicu ketegangan di tengah upaya pemerintah memperkuat pembangunan dan ketahanan pangan di Papua.

 

Sejumlah pihak menilai konten bernuansa sensitif seperti yang ditampilkan dalam film tersebut dapat memunculkan persepsi negatif terhadap kondisi sosial di Papua. Padahal, pemerintah pusat dan daerah tengah fokus membangun sektor strategis, terutama pertanian, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

 

Salah satu program yang sedang digencarkan adalah pengembangan cetak sawah skala besar di Papua. Pemerintah Provinsi Papua bersama pemerintah pusat mendorong perluasan lahan pertanian sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

 

Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, meninjau langsung proyek cetak sawah seluas 13.200 hektare di kawasan Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi beras lokal sekaligus mendorong Papua menuju swasembada pangan.

 

“Keerom ini sangat pas dan cocok untuk kita lakukan cetak sawah. Bukan hanya sawahnya, tetapi juga akan kita bangun irigasi, jalan produksi, sampai dengan fasilitas pendukung produksi beras,” kata Fakhiri.

 

Menurutnya, pengembangan pertanian di Papua bukan sekadar membuka lahan baru, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang lengkap mulai dari infrastruktur irigasi, jalan produksi, hingga fasilitas pascapanen untuk meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian.

 

Pemerintah Provinsi Papua bahkan menargetkan pengembangan sawah secara bertahap hingga 30.000 hektare, dan berpeluang diperluas sampai 50.000 hektare jika mendapat dukungan kebijakan dari pemerintah pusat. Target tersebut diharapkan mampu menjadikan Papua sebagai salah satu lumbung pangan di kawasan timur Indonesia.

 

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, menegaskan bahwa program cetak sawah merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi kedaulatan pangan daerah.

 

“Penguatan sektor pertanian pangan merupakan fondasi penting bagi pembangunan Papua ke depan. Oleh sebab itu, Bumi Cenderawasih diarahkan untuk maju dalam swasembada pangan, bahkan menuju kedaulatan pangan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, peningkatan produksi beras lokal juga akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan pertanian. Dengan berkembangnya sektor pertanian, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat langsung melalui lapangan kerja dan peningkatan pendapatan.

 

Pemerintah optimistis, dengan dukungan infrastruktur pertanian serta keterlibatan masyarakat, Papua dapat mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah dan memperkuat stabilitas ekonomi lokal.

 

Di tengah berbagai upaya pembangunan tersebut, munculnya konten hiburan yang dianggap provokatif seperti film Pesta Babi berpotensi mengaburkan narasi pembangunan yang tengah berlangsung di Papua.

 

Sejumlah pihak menekankan pentingnya produksi karya kreatif yang sensitif terhadap kondisi sosial dan tidak memicu kesalahpahaman di masyarakat. Pemerintah daerah sendiri menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memperkuat sektor strategis, terutama pertanian dan ketahanan pangan, sebagai fondasi bagi masa depan Papua yang lebih mandiri dan sejahtera.

Pemerintah Antisipasi Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Hujan Ekstrem

October 13, 2026

Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

October 13, 2026

Pemerintah Antisipasi Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Hujan Ekstrem

By Kata IndonesiaOctober 13, 20260

Pemerintah Antisipasi Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Hujan Ekstrem Jakarta – Pemerintah terus meningkatkan kesiapan menghadapi…

Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

By Kata IndonesiaOctober 13, 20260

Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai JAKARTA — Ancaman bencana hidrometeorologi…

Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional

By Kata IndonesiaOctober 13, 20260

Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional JAKARTA — Upaya memperkuat ketahanan…

Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW

By Kata IndonesiaOctober 13, 20260

Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW Jakarta – Utusan Khusus Presiden Bidang…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.