• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Partisipasi Publik Tembus 70 Juta, CKG Jadi Program Kesehatan Unggulan Era Presiden Prabowo

Partisipasi Publik Tembus 70 Juta, CKG Jadi Program Kesehatan Unggulan Era Presiden Prabowo

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 7 January 2026

Partisipasi Publik Tembus 70 Juta, CKG Jadi Program Kesehatan Unggulan Era Presiden Prabowo

Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu program yang dinilai sebagai quick win dan mendapat apresiasi luas dari publik adalah Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat di bidang kesehatan sejak awal masa pemerintahan.

 

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian signifikan dengan jumlah kehadiran peserta menembus 70 juta orang hingga 29 Desember 2025. Berdasarkan Daily Report CKG per 29 Desember 2025 pukul 22.15 WIB, tercatat 70.292.151 peserta hadir dari total 73.128.356 pendaftar, atau setara 96,12 persen.

 

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam program CKG selama hampir satu tahun pelaksanaan.

 

“Capaian lebih dari 70 juta peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujar Aji.

 

Aji juga mengapresiasi dedikasi para tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan CKG di berbagai daerah.

 

“Tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam memastikan layanan CKG dapat menjangkau masyarakat, baik di puskesmas, sekolah, maupun komunitas,” kata Aji.

 

Menurut Aji, keberhasilan program CKG merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ke depan, Kementerian Kesehatan berharap CKG terus diperkuat sebagai fondasi layanan kesehatan promotif dan preventif guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan optimisme untuk mencapai 46 persen cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026, menyusul evaluasi terkait Program CKG 2025 yang diikuti oleh 70,8 juta orang atau 24,9 persen dari populasi.

 

“Proporsi penerima pemeriksaan kesehatan gratis pada semua kelompok usia sebesar 46 persen dari total penduduk,” ujar Aji.

 

Kabiro Aji mengatakan Kemenkes memfasilitasi pemanfaatan data hasil CKG sebagai basis perencanaan program kesehatan di seluruh tingkatan pelayanan.

 

Kebijakan-kebijakan itu memfokuskan pelayanan promotif dan preventif berdasarkan faktor risiko yang ditemukan, peningkatan kapasitas tenaga medis dan tenaga kesehatan, pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan, serta pelibatan sektor lain dalam CKG.

 

“Untuk memastikan keberlanjutan layanan, Kemenkes menyusun tata laksana CKG yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, sehingga peserta JKN dapat memperoleh layanan lanjutan tanpa kendala finansial,” kata Aji.

 

Kemenkes juga memperkuat sistem informasi pemantauan bersama pemerintah daerah guna memastikan masyarakat mendapatkan penanganan dini yang tepat.

 

Program CKG akan terus diperluas dengan peningkatan jenis layanan pemeriksaan, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pencatatan dan pemantauan kesehatan masyarakat. Pemerintah optimistis, dengan dukungan semua pihak, Program CKG akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera.***

Mengingat September Hitam Perlu Kedewasaan, Bukan Kemarahan yang Dibakar

September 19, 2026

Ekonomi RI Dinilai Resilien di Tengah Perlambatan Global

September 19, 2026

Mengingat September Hitam Perlu Kedewasaan, Bukan Kemarahan yang Dibakar

By Kata IndonesiaSeptember 19, 20260

Mengingat September Hitam Perlu Kedewasaan, Bukan Kemarahan yang Dibakar Oleh : Andika Pratama Setiap momentum…

Ekonomi RI Dinilai Resilien di Tengah Perlambatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 19, 20260

Ekonomi RI Dinilai Resilien di Tengah Perlambatan Global JAKARTA — Perekonomian Indonesia dinilai memiliki daya…

Ekonomi RI Dinilai Resilien, Sistem Keuangan Kuat dan Berdaya Tahan

By Kata IndonesiaSeptember 19, 20260

Ekonomi RI Dinilai Resilien, Sistem Keuangan Kuat dan Berdaya Tahan JAKARTA — Perekonomian Indonesia dinilai…

Jangan Biarkan September Hitam Dibajak Oknum untuk Menyulut Keresahan

By Kata IndonesiaSeptember 19, 20260

Jangan Biarkan September Hitam Dibajak Oknum untuk Menyulut Keresahan Oleh: Alexander Royce Bulan September dinarasikan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.