• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Dukungan Elemen Mahasiswa terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke 2

Dukungan Elemen Mahasiswa terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke 2

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 11 November 2025

Dukungan Elemen Mahasiswa terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke 2

Jakarta, Setelah tiga kali diusulkan memperoleh gelar pahlawan, Presiden ke-2 RI Soeharto akhirnya memperoleh gelar pahlawan nasional. Pengumuman penganugerahan gelar tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara di Istana Negara, Senin (10/11/2025). Soeharto menjadi satu dari 10 tokoh yang menerima gelar tersebut.

 

Banyak elemen yang menyambut baik keputusan pemerintah atas penganugerahan Soeharto menjadi pahlawan nasional, termasuk dari elemen mahasiswa dalam wadah Barisan Muda Nusantara (BMN).

 

Hal terkait, Barisan Muda Nusantara gelar Diskusi Publik dengan mengangkat tema “Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional, Pelajaran Sejarah dan Visi Pembangunan ” di Hotel Neo Tendean Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025).

 

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pahlawan ini menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten dari latar belakang berbeda, seperti Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hj Dr Karmila Sari, S. Kom, M.M, Ganjar Darussalam (Pengamat) dan Sahal Mubarok (Akademisi) dengan diikuti 150 peserta terdiri dari aktivis mahasiswa yang berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN), Universitas Nasional (UNAS), Universitas Pancasila, Universitas Nusa Mandiri, Institut Agama Islam Al Aqidah Al Hasimiyyah, dan aktivis yang tergabung dalam Cipayung.

 

Dalam paparannya, Karmila Sari menyampaikan bahwa dirinya melihat alasan empirik, stabilitas politik dan keamanan nasional. Seperti pada tayangan video maupun film G30S PKI yang sering ditonton. Saat peristiwa tersebut, Soeharto berhasil menata ulang tatanan politik nasional, menegakkan stabilitas keamanan dan memulihkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan. Soeharto juga berhasil menyelamatkan bangsa dan negara sekaligus memulihkan keamanan dan ketertiban dari Gerakan 30 September.

 

“Pak Harto berhasil menata ulang tatanan politik nasional, menegakkan stabilitas keamanan dan memulihkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan. Jadi kalau kita lihat secara kepemimpinan ini bukanlah hal mudah. Kalau tidak ada kemampuan seorang leader untuk mengambil alih, maka kita akan terus-menerus ataupun mungkin berkembang yang namanya paham komunisme,” ujar Karmila.

 

Sebagai presiden, Soeharto dinilai berhasil menanamkan fondasi pembangunan nasional melalui konsep Trilogi Pembangunan yang menekankan stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan (program transmigrasi).

 

“Soeharto adalah seorang pahlawan yang tidak dilihat dari presidennya, tapi sebagai pejuang nasional. Kita harus bisa membedakan antara pejuang dan seorang presiden, karena presiden itu sarat dengan politik, namun kita harus bisa melihat sisi perjuangan beliau, walaupun beliau mendapat status pahlawan nasional di bidang perjuangan dan politik,” ulasnya.

 

Ditempat yang sama, Ganjar Darussalam menambahkan, penganugerahan gelar pahlawan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 oleh presiden Prabowo yang salah satunya diberikan kepada Soeharto itu sangat layak.

 

“Sudah layak penganugerahan gelar pahlawan nasional disematkan kepada Soeharto. Ini sebagai bentuk penghormatan atas jasanya, bukan sebagai presiden, tapi sebagai pejuang putra Bangsa yang mempertahankan Indonesia karena jasa-jasanya hingga saat ini,” imbuhnya.

 

Tidak dipungkiri tambahnya, dari sisi lain memang ada kontroversinya karena kalau kita mahasiswa masuk kampus masuk organisasi akan membaca sejarah dan juga diajarkan fase-fase perjuangan kemahasiswaan fase tahun 1965 – 1966 menumbangkan orde lama kemudian tahun 1998 reformasi bermuatan Orde Baru.

 

“Kita tidak menutup mata terhadap pelanggaran HAM di masa itu. Tapi kita juga harus jujur, banyak hal baik yang diwariskan Soeharto bagi pembangunan dan stabilitas bangsa. Soeharto semasa beliau presiden Republik Indonesia, banyak sekali yang dilakukan untuk negara ini, mulai dari program peningkatan kesehatan, pendidikan swasembada pangan hingga pembangunan infrastruktur yang bisa kita nikmati hingga saat ini,” ucap mantan Ketua HMI Jawa Barat ini.

 

Sementara, Sahal Mubarok mengulas dari dua narasumber yang melihat perspektif, capaian-capaian dan fakta-fakta yang sampai saat ini rakyat Indonesia bisa rasakan.

 

“Saya ingin melihat dalam konteks perdebatan dan kontroversi Sebenarnya soal pemberian penghargaan pahlawan nasional terhadap pak Harto, teman-teman semua pasti punya akun IG dan Tiktok, pasti tahu perdebatan dan kontroversi penyematan gelar kepahlawanan ini. Namun begitu, kita harus menilai kelayakan penyematan gelar Pahlawan Nasional mesti dilihat secara objektif,” ujarnya.

 

Namun begitu, perlu disadari bahwa hal yang paling menjadi catatan penting adalah soal kapasitas building menjadi pemimpin itu bukan hal yang mudah, karena apa sekali salah mengambil keputusan kebijakan, maka dampaknya bukan hanya untuk diri pribadi tetapi itu kepada masyarakat publik dan negara. Sosok Soeharto pun begitu, beliau paham keputusan kebijakan yang telah ditetapkan pada masanya, tidak semua diterima oleh rakyat Indonesia.

 

Soeharto berhasil menjaga stabilitas nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia menyebut, selama Orde Baru, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata mencapai 7 persen, inflasi terkendali, dan kebutuhan pokok relatif terjangkau.

 

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan status pahlawan nasional kepada Soeharto, presiden Indonesia kedua ini.

 

Dalam seremoni di Istana Negara, Jakarta, status pahlawan nasional diserahkan secara simbolis kepada dua anak Soeharto, yaitu Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut dan Bambang Trihatmodjo. (IDR)

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.