• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Dukung Suksesnya Pelantikan Prabowo-Gibran: Simbol Stabilitas dan Keberlanjutan Program Nasional

Dukung Suksesnya Pelantikan Prabowo-Gibran: Simbol Stabilitas dan Keberlanjutan Program Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 17 October 2024

Dukung Suksesnya Pelantikan Prabowo-Gibran: Simbol Stabilitas dan Keberlanjutan Program Nasional

Jakarta, – Menjelang pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, berbagai elemen masyarakat dan pemimpin nasional menyerukan dukungan penuh terhadap transisi kepemimpinan yang damai serta keberlanjutan program pembangunan nasional. Pelantikan yang dijadwalkan akan berlangsung pada akhir bulan ini diharapkan berjalan dengan aman, tertib, dan menjadi cerminan persatuan bangsa Indonesia.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dalam pernyataannya, menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa pada momen bersejarah ini. “Mari kita tunjukan pada saat pelantikan presiden dan wakil presiden, bangsa Indonesia adalah bangsa yang bersatu, rukun, dan bangsa yang menjunjung martabat demokrasi meskipun saat pilpres ada perbedaan pilihan,” ujarnya. Ahmad Muzani juga menambahkan bahwa proses transisi dari Presiden Joko Widodo kepada Prabowo berjalan mulus. “Salah satu indikatornya, Jokowi memasukkan berbagai program kerja Prabowo-Gibran ke dalam APBN 2025,” lanjutnya.

Di tingkat akar rumput, berbagai kelompok masyarakat menyuarakan dukungannya untuk kesinambungan pembangunan yang telah dimulai selama pemerintahan sebelumnya. Ketua Asosiasi Nelayan Gorontalo, Charles Mantu, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas nasional dan melanjutkan program-program yang telah berjalan. “Pentingnya menjaga keberlanjutan pembangunan dan kerukunan nasional, serta memastikan seluruh program yang telah dimulai oleh pemerintahan sebelumnya dapat diteruskan,” katanya. Menurut Charles, dukungan terhadap pemerintahan baru juga berarti memastikan bahwa kemajuan yang telah dicapai selama 10 tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo tetap terjaga.

Selain pembangunan sektor maritim dan pertanian, agenda besar lain yang menjadi perhatian adalah perumahan dan infrastruktur perkotaan. Arief Rahardjo, Direktur Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, mengapresiasi program pembangunan satu juta apartemen per tahun di perkotaan yang diusung oleh pasangan Prabowo-Gibran. “Program pembangunan satu juta apartemen per tahun di perkotaan dari presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dapat membantu generasi milenial dan Gen Z memiliki hunian terjangkau di perkotaan,” jelas Arief. Ia juga menekankan pentingnya keterkaitan program ini dengan pengembangan transportasi publik. “Program satu juta apartemen Prabowo juga bertujuan meningkatkan akses transportasi umum dengan membangun apartemen dekat jaringan transportasi publik,” tambahnya.

Selain itu, pemerintahan Prabowo-Gibran juga menjanjikan pembangunan atau renovasi 40 rumah per desa atau kelurahan per tahun. Target ambisius ini bertujuan untuk menciptakan hingga tiga juta rumah baru selama masa pemerintahan mereka. “Pemerintahan ke depan berjanji membangun atau merenovasi 40 rumah per desa/kelurahan per tahun sehingga akan tercapai tiga juta rumah mulai tahun ke-2 masa kerja,” tutup Arief.

Pelantikan Prabowo-Gibran ini diharapkan menjadi simbol persatuan dan komitmen bangsa Indonesia untuk terus maju dengan semangat pembangunan dan kerukunan. Dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, komunitas nelayan, maupun dunia usaha, memperlihatkan optimisme terhadap masa depan yang lebih baik di bawah kepemimpinan baru.

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.