• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Persiapan Akhir PON Aceh-Sumut 2024 Tunjukkan Optimisme Tuan Rumah Menuju Ajang Nasional

Persiapan Akhir PON Aceh-Sumut 2024 Tunjukkan Optimisme Tuan Rumah Menuju Ajang Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 5 September 2024

 

Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 menjadi momen bersejarah bagi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) sebagai tuan rumah bersama. Ajang olahraga terbesar di Indonesia ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga menunjukkan kemampuan kedua provinsi dalam menyelenggarakan acara berskala nasional. Dengan persiapan yang matang di berbagai sektor, Aceh dan Sumut bertekad untuk mencetak sejarah baru dalam dunia olahraga Indonesia.
Salah satu fokus utama dalam persiapan PON 2024 adalah pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

Di Aceh, beberapa venue olahraga telah memasuki tahap akhir pembangunan, sementara yang lain sedang dalam proses renovasi. Stadion Harapan Bangsa di Banda Aceh, misalnya, telah menjalani perbaikan besar untuk memastikan fasilitasnya memenuhi standar nasional dan internasional. Begitu pula di Sumut, venue seperti Stadion Teladan di Medan telah ditingkatkan kapasitas dan fasilitasnya guna mendukung pelaksanaan berbagai cabang olahraga.

Ketua Panitia Besar (PB) PON Aceh-Sumut untuk wilayah Sumatera Utara sekaligus Penjabat Gubernur Sumut, Agus Fatoni, menyampaikan keyakinannya bahwa PON 2024 akan berjalan sesuai dengan jadwal. Pembukaan akan diadakan di Aceh pada 8 September dan penutupan di Sumut pada 20 September. Agus optimis bahwa semua persiapan, terutama pembangunan venue utama di Stadion Utama Sport Centre Sumut, Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang, akan selesai tepat waktu. Proses penanaman rumput sudah dimulai dan pembangunan fisik sudah selesai pada akhir Juli 2024.
Optimisme sama ditunjukan oleh Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, Safrizal melakukan inspeksi mendadak pada Senin, 2 September 2024, untuk meninjau persiapan upacara pembukaan PON XXI Aceh-Sumut di Stadion Harapan Bangsa. Dalam kunjungannya, Safrizal disambut oleh tim event organizer (EO) yang bertanggung jawab atas acara pembukaan serta kontraktor yang mengerjakan pembangunan stadion.
Selama inspeksi, Safrizal memeriksa berbagai aspek persiapan, termasuk pencahayaan, sistem suara, panggung, dan kondisi rumput stadion. Ia menilai bahwa Stadion Harapan Bangsa telah memenuhi standar internasional dan percaya bahwa upacara pembukaan akan berlangsung dengan meriah dan mengesankan.
Safrizal menginstruksikan tim EO untuk bekerja dengan optimal dalam mempersiapkan acara pembukaan yang megah. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang baik dengan semua pihak terkait untuk menghindari masalah selama persiapan.
Lebih lanjut, Safrizal menyatakan bahwa acara pembukaan yang dijadwalkan pada 9 September akan mendapatkan perhatian khusus. Tuan rumah berencana menghadirkan berbagai penampilan yang menonjolkan nuansa Aceh dengan cara yang megah dan berbeda. Safrizal berharap acara tersebut tidak hanya akan meninggalkan kesan mendalam bagi Presiden, tetapi juga bagi semua penonton dari seluruh negara.
Di Aceh, sebanyak 33 cabang olahraga akan dipertandingkan di 42 venue yang tersebar di 10 kabupaten/kota, termasuk Aceh Barat, Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara.
Sebanyak 19 venue di Aceh sedang menjalani renovasi yang dimulai sejak Januari 2024, dengan dukungan anggaran hampir Rp 1 triliun dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Di Sumut, 34 cabang olahraga akan dipertandingkan di 38 arena. Saat ini, lima arena baru sudah di tahap akhir pembangunan, sementara yang lain menjalani renovasi.
Aceh juga menegaskan kesiapan mereka dalam menyambut semua peserta PON Aceh-Sumut 2024, dengan memastikan bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan tidak melanggar tradisi atau syariat Islam yang berlaku di Aceh. Diskusi terkait penerapan syariat Islam dalam PON 2024 menjadi salah satu topik yang dibahas dalam program Forum Merdeka Barat (FMB 9) yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dalam diskusi tersebut, Wakil Harian II PB PON wilayah Aceh, Iskandar, menegaskan komitmen Aceh untuk menjadi tuan rumah yang partisipatif.
Panitia Besar Wilayah Aceh juga melakukan pelaksanaan test event untuk beberapa cabang olahraga, termasuk bola basket 5×5, tenis, tarung derajat, dan anggar. Test event ini merupakan bagian penting dari persiapan menuju pelaksanaan PON 2024, yang bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana kesiapan fasilitas, peralatan, dan organisasi sebelum kompetisi resmi dimulai dengan fokus pada pengujian kesiapan berbagai aspek penyelenggaraan PON di Aceh.
Menurut informasi dari laman resmi PON Aceh-Sumut Wilayah Aceh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, M. Nasir Syamaun, menegaskan bahwa simulasi ini adalah langkah penting dalam memastikan kesiapan mereka secara menyeluruh. Nasir menekankan bahwa uji coba ini tidak hanya akan mengevaluasi kesiapan teknis, seperti kondisi lapangan dan peralatan olahraga, tetapi juga menilai kemampuan organisasi dalam mengelola acara skala besar.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, Aceh dan Sumut optimis dapat menyelenggarakan PON 2024 dengan sukses. Kesiapan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, dan antusiasme masyarakat menjadi modal kuat bagi kedua provinsi ini untuk mencetak sejarah baru dalam dunia olahraga Indonesia.
PON 2024 bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga simbol kebersamaan dan persatuan bangsa. Dengan semangat tersebut, Aceh dan Sumut berkomitmen untuk memberikan yang terbaik, menjadikan PON 2024 sebagai perhelatan yang tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga membawa kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

)* Pengamat Dunia Olahraga

Kiai Kampung Geram! Seruan Tolak LPJ PBNU Viral di Grup WhatsApp, Singgung Nasib 100 Juta Warga NU

August 21, 2026

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

August 21, 2026

Kiai Kampung Geram! Seruan Tolak LPJ PBNU Viral di Grup WhatsApp, Singgung Nasib 100 Juta Warga NU

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Jelang gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang rencananya bertempat di Tambakberas, Jombang, suhu politik di…

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026 Jakarta – Pemerintah terus…

GERBANG TOLL PBNU MANDATARIS MUKTAMAR KE-34 LAMPUNG

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

GERBANG TOLL: GERAKAN BARENG TOLAK LPJ PBNU. Saya: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy. Cicit Sayyid…

Sekolah Rakyat Menjadi Wujud Nyata Asta Cita dalam Membangun Manusia Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Sekolah Rakyat Menjadi Wujud Nyata Asta Cita dalam Membangun Manusia Indonesia  Oleh: Aziz Rahman Program Sekolah Rakyat kian menunjukkan bagaimana agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata pembangunan manusia. Pendidikan ditempatkan bukan hanya sebagai sarana memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperluas kesempatan, memutus rantai kemiskinan, dan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki ruang yang lebih besar untuk menentukan masa depan. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat karena program tersebut merupakan prioritas pemerintah. Dalam koordinasi lintas kementerian pada Mei 2026, Dody menyebut rata-rata progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 93 lokasi telah mencapai 62,63 persen dan pemerintah menargetkan penyelesaian agar fasilitas dapat segera difungsikan. Ia juga menekankan bahwa dirinya turun langsung ke lapangan bukan hanya untuk memantau, tetapi sekaligus mencari solusi atas persoalan teknis yang muncul. Sikap tersebut memperlihatkan karakter pemerintahan yang ingin memastikan program prioritas tidak berhenti pada perencanaan. Bahkan ketika menemukan pekerjaan yang terlambat, Dody memberikan teguran keras kepada kontraktor pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju pada awal Agustus 2026. Teguran itu penting dibaca sebagai bentuk pengawasan dan keberpihakan pada kepentingan publik: percepatan harus berjalan bersama mutu, keselamatan, dan kepastian manfaat bagi peserta didik. Di sisi lain, pembangunan Sekolah Rakyat DKI Jakarta yang digarap Hutama Karya telah memasuki tahap pemanfaatan pada tahun ajaran 2026/2027, dengan 240 siswa bergabung pada gelombang pertama. Dari Papua, dukungan terhadap program ini memperlihatkan bahwa pemerataan pendidikan tidak boleh berhenti di pusat-pusat pertumbuhan. Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra sejak awal menyatakan kesiapan daerahnya mendukung Sekolah Rakyat. Pada tahap awal, Pemkab Biak Numfor mengusulkan revitalisasi aset Badan Diklat untuk dua rombongan belajar tingkat SMA dengan kapasitas 50 siswa, sekaligus menyiapkan lahan 10 hektare bagi pengembangan fasilitas jenjang SD dan SMP. Dalam perkembangannya, kapasitas pelaksanaan diperluas menjadi 100 siswa. Perkembangan terbaru semakin memperkuat arti penting dukungan daerah. Pada 1 Agustus 2026, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan groundbreaking Sekolah Rakyat di Biak Numfor dan mengajak kepala daerah se-Tanah Papua mendukung program tersebut. Dengan demikian, Sekolah Rakyat di Papua bukan hanya proyek pendidikan, tetapi simbol bahwa kebijakan nasional dapat hadir secara nyata hingga wilayah timur Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melengkapi gambaran tersebut dengan menempatkan ketepatan sasaran sebagai prinsip utama. Saat merespons kesiapan Biak Numfor, ia menegaskan bahwa program harus memprioritaskan anak dari keluarga penerima manfaat pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, terutama yang berada di sekitar lokasi sekolah. Pemerintah juga terus membangun koordinasi lintas kementerian agar pengelolaan program, kurikulum, tenaga pendidik, dan mutu pendidikan berjalan selaras. Data nasional menunjukkan skala kebijakan ini terus membesar. Hingga April 2026, Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 15.000 siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi, dengan dukungan lebih dari 2.500 tenaga pendidik dan kependidikan. Sebelumnya, pada Januari 2026, Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang saat itu tersebar di 34 provinsi sekaligus melakukan groundbreaking 104 Sekolah Rakyat permanen. Perluasan cakupan hingga 36 provinsi menunjukkan program terus menjangkau wilayah yang lebih luas. Pada Juni 2026, ketika meninjau Sekolah Rakyat di Tabanan, Presiden kembali menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat yang paling membutuhkan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.