Oleh: Sisni Anindi (Netizen di Maluku)
Penyampaian visi dan misi Ganjar memang selalu baik dan layak mendapatkan tepuk tangan yang meriah, sebab seluruh permasalahan yang berkaitan dengan tema debat selalu disinggung oleh beliau. Ditambah, penyampaian visi dan misi Ganjar juga selalu meninggalkan bekas yang mendalam bagi pasangan calon lain karena beliau selalu ‘menyinggung’ penyimpangan demokrasi yang dilakukan oleh pasanga calon lain.
Pada debat final hari ini (4/2), Ganjar lagi-lagi ‘menyinggung’ pasangan calon lain yakni Prabowo-Gibran. Singgungan tersebut lebih terarah kepada Prabowo karena topiknya adalah konflik kepentingan. Ganjar menyoroti Keputusan Mahfud MD untuk mundur dari jabatannya sebagai Menkopolhukam beberapa hari yang lalu. Menurutnya, itu adalah suatu hal terbaik yang dapat dilakukan oleh seorang calon pemimpin.
Ganjar mengaitkan mundurnya Mahfud MD dengan perilaku teladan seorang pemimpin yakni menghindari konflik kepentingan. Hal ini dikarenakan konflik kepentingan adalah sebuah masalah yang fatal jika terjadi dan lebih baik dihindari. Satu-satunya cara adalah dengan meninggalkan jabatan yang diemban sehingga akhirnya meninggalkan kepentingan negara dan berfokus pada kepentingan kampanye.
Ganjar tentu menyinggung Prabowo Subianto yang masih menjabat sebagai Menteri pertahanan sembari berkampanye sebagai calon presiden. Hal ini menyebabkan Prabowo tak bisa membedakan kepentingan pekerjaan sebagai Menteri dan kepentingan kampanye yang hasilnya adalah Prabowo seringkali membawa pangkatnya sebagai Menteri Pertahanan saat kampanye sehingga terjadi ketidaksesuaian terhadap hukum-hukum kampanye di sana.
Hal inilah yang Ganjar ingin sampaikan dimana beliau selalu ingin menjadi pemimpin yang dapat menjadi teladan bagi rakyatnya. Bukan seorang pemimpin yang bertindak sesuai dengan keinginan pribadi.