• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Papua Tanah Damai, Jaga Persatuan dan Situasi Kondusif

Papua Tanah Damai, Jaga Persatuan dan Situasi Kondusif

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 8 January 2024

Papua Tanah Damai, Jaga Persatuan dan Situasi Kondusif

Oleh: Yakonias Wonda)*

Keanekaragaman budaya adalah salah satu kekayaan utama Tanah Papua. Dengan puluhan suku dan bahasa yang berbeda, Papua menjadi rumah bagi beragam tradisi dan adat istiadat yang unik. Namun, meskipun perbedaan, rasa persatuan dan toleransi masih tetap kuat di antara masyarakat Papua. Mereka menghargai keberagaman dan menjaga hubungan harmonis antar suku. Sejatinya, setiap warga negara, tidak terkecuali di Papua, memang memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan di seluruh Nusantara.
Satu hal yang menarik adalah bagaimana masyarakat Papua menjaga harmoni di tengah perbedaan yang ada. Mereka mengapresiasi keberagaman, membangun dan menjaga kehidupan sosial yang berdampingan dengan saling menghormati. Selain itu, nilai gotong royong dan kehidupan berkomunal menjadi dasar dalam kehidupan sehari-hari di Papua.
Masyarakat Papua terbiasa bekerja sama dalam berbagai kegiatan seperti bertani, memancing, atau berburu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kehidupan berkomunal ini menciptakan iklim yang harmonis dan saling membantu di antara warga Papua. Solidaritas dan keakraban antaranggota masyarakat sangat terasa, mereka menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Pemerintah juga telah berkomitmen untuk menciptakan situasi kondusif di Papua. Langkah-langkah telah diambil untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, kesejahteraan sosial, dan pemberdayaan ekonomi di wilayah ini. Upaya juga dilakukan untuk memperkuat dialog antara pemerintah dan masyarakat Papua guna mencapai pemahaman yang lebih baik. Semua ini bertujuan untuk menciptakan iklim yang stabil dan damai di Papua.
Baru-baru ini sempat terjadi kericuhan di Papua, yakni konflik antar masyarakat di Kampung Karya Bumi Besum, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura, Papua. Wakil Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Chandra Kurniawan menjelaskan bila peristiwa tersebut berawal saat adanya sekelompok warga yang sedang mabuk dan memalak warga lainnya, melihat hal tersebut seorang prajurit TNI (Sertu AD) mencoba untuk menegur para pelaku pemalakan. Akibatnya, Sertu AD tersebut dikeroyok oleh para pemabuk. Karena terdesak, anggota Babinsa ini membela diri yang mengakibatkan seorang penyerang terluka dan memicu kerusuhan. Adapun situasi saat ini sudah kondusif setelah diadakan mediasi oleh Danrem dan Dandim.
Sebelumnya, kericuhan juga terjadi saat pengantara jenazah Lukas Enembe. Kericuhan tersebut bermula saat jenazah Lukas Enembe tiba di Bandara Sentani, Jayapura, pada Kamis (28/12/2023). Awalnya, jenazah tersebut akan dibawa menggunakan kendaraan menuju tempat persemayaman di STAKIN. Namun, sejumlah massa yang hadir di bandara menolak dan mendesak agar jenazah tersebut diarak dengan berjalan kaki.
Keinginan massa tersebut akhirnya dikabulkan oleh pihak keluarga dan aparat. Namun, saat proses arak-arakan berlangsung, massa mulai melakukan provokasi dengan melempari batu ke arah petugas kepolisian. Kericuhan pun tak terhindarkan dan menyebabkan sejumlah orang terluka, termasuk aparat kepolisian.
Kericuhan tersebut tentu sangat disayangkan. Selain merusak suasana duka, peristiwa ini juga berpotensi menimbulkan konflik di Papua. Hal ini karena Papua merupakan daerah yang masih rentan terhadap konflik, terutama terkait dengan isu Papua Merdeka.
Kematian Lukas Enembe tidak boleh menjadi pemicu konflik baru di Papua. Sebaliknya, kita harus belajar dari kepemimpinan dan dedikasinya terhadap Papua. Apa yang telah dilakukan oleh Lukas Enembe harus menjadi inspirasi untuk melanjutkan upaya membangun Papua yang lebih baik. Meski di akhir hayatnya, Lukas tersandung kasus korupsi, masyarakat perlu memandangnya sebagai sebuah pembelajaran. Jangan sampai korupsi menjadi biang permasalahan yang selama ini hanya dinikmati sebagian kelompok, namun menyengsarakan banyak masyarakat Papua lainnya.
Di sisi lain, masyarakat pun diwajibkan untuk menangkal hoaks yang berkembang, khususnya seputar kematian Lukas Enembe. Sebagaimana diketahui, Dokter pribadi Lukas Enembe, Anthon Mote mengatakan bahwa Lukas Enembe meninggal karena sakit. Dia mengungkapkan kondisi dari pasien yang ditanganinya itu memang semakin parah ketika kakinya mengalami kebengkakan yang juga diikuti dengan gagal ginjal, hipertensi, jantung bocor dan hipertensi. Seluruh penyakit tersebut ternyata kambuh dalam waktu yang bersamaan sehingga menyebabkan dia tidak sadarkan diri dan membutuhkan penanganan secara serius.
Selanjutnya, kesehatan yang dialami Lukas Enembe semakin menurun ketika kasus korupsi semakin memanas hingga akhirnya dirinya ditetapkan sebagai seorang tersangka, yakni pada tanggal 10 Januari 2023 lalu. Dirinya juga sempat tidak dipercaya karena memiliki riwayat kesehatan yang cukup rumit. Pernyataan dokter pribadi Lukas Enembe ini tentu saja dapat menghapus spekulasi bahwa mantan Gubernur Papua tewas dibunuh.
Hingga saat ini, mungkin sebagian kelompok masyarakat di Papua meratapi kepergian Lukas Enembe, tapi yang masih hidup harus melihatnya dari berbagai sisi dan mengambil pelajaran dari peristiwa ini. Meninggalnya Lukas Enembe seharusnya menjadi momentum untuk bersatu, bukan memecah belah. Mari bersama-sama menjaga keharmonisan di Papua, menghormati jasa-jasa almarhum, menjadikan pelajaran kasus yang menimpa Lukas, dan membangun masa depan yang lebih cerah untuk Bumi Cenderawasih. Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk menjaga Papua sebagai bagian integral Indonesia yang damai, toleran, dan maju.

)* Penulis adalah kontributor senior Media Saptalika

Krisis BBM Landa Bali: Anggota DPR RI I Wayan Sudirta Desak Pertamina Segera Normalkan Pasokan dan Evaluasi Sistem Logistik

October 15, 2026

Inovasi Teknologi dan Sinergitas Lintas Instansi Dukung Percepatan Penanganan Karhutla

October 14, 2026

Krisis BBM Landa Bali: Anggota DPR RI I Wayan Sudirta Desak Pertamina Segera Normalkan Pasokan dan Evaluasi Sistem Logistik

By Kata IndonesiaOctober 15, 20260

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, I Wayan Sudirta, menyoroti keras kelangkaan Bahan Bakar…

Inovasi Teknologi dan Sinergitas Lintas Instansi Dukung Percepatan Penanganan Karhutla

By Kata IndonesiaOctober 14, 20260

Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan inovasi teknologi dan sinergi lintas…

​Bukan Sekadar Umroh Biasa! Ternyata Ini Alasan Alumni 696 Gontor Kumpul Bareng Keluarga di Tanah Suci!

By Kata IndonesiaOctober 14, 20260

Memasuki momentum bersejarah Abad ke-2 Pondok Modern Darussalam Gontor, Alumni Emas 696 Gontor menggelar kegiatan…

Hilirisasi Menguat, Dua Tahun Prabowo-Gibran Dorong Investasi Bernilai Tambah

By Kata IndonesiaOctober 14, 20260

Hilirisasi Menguat, Dua Tahun Prabowo-Gibran Dorong Investasi Bernilai Tambah Halmahera Tengah, – Hilirisasi industri semakin…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.