• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Tindakan Tegas Terhadap KST Papua Sudah Tepat Demi Lindungi Masyarakat

Tindakan Tegas Terhadap KST Papua Sudah Tepat Demi Lindungi Masyarakat

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 7 October 2023

Tindakan Tegas Terhadap KST Papua Sudah Tepat Demi Lindungi Masyarakat

Oleh : Angelica Kaloke

Tindakan tegas yang dilakukan aparat keamanan terhadap Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) adalah langkah tepat. Hal itu perlu diambil oleh aparat keamanan untuk melindungi keamanan dan keselamatan Masyarakat Papua serta menjaga integritas negara.

Dalam melaksanakan Tindakan tersebut, penting untuk mematuhi hukum internasional, menghormati hak asasi manusia dan menjalankan proses hukum yang adil. Upaya pencegahan konflik dan penanganan situasi secara bijaksana juga dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman dan stabil bagi seluruh Masyarakat Papua.

Terbaru, TNI-Polri kembali menunjukkan ketegasannya dalam menindak preman bersenjata di Pegunungan Tengah Papua. Aparat Gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Damai Cartenz, Satgas Yonif 310 Pam Perbatasan, Satgas Mandala, dan Satgas Yapen, berhasil menindak Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua yang sebelumnya melakukan gangguan keamanan, serangan pada masyarakat sipil, pembakaran dan penembakan di area sekitar Oksibil Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Dalam menindak kasus tersebut Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi GN Suriastawa mengatakan Benar satu KST anak buah dari Ananias Ati Mimin telah tertembak mati, 1 lagi luka-luka terkena tembakan, lalu lainnya melarikan diri saat pasukan gabungan TNI-POLRI melakukan pengejaran,
Keberhasilan penindakan KST di Pegunungan Bintang ini adalah wujud sinergitas TNI-Polri. Prajurit TNI turut, aktif mendukung operasi penegakan hukum yang dilakukan Kepolisian. Prajurit TNI Tim Nanggala yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz menyita tiga senjata api (senpi) dan ratusan amunisi milik Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksda TNI Julius Widjojono mengatakan Tim Nanggala merupakan gabungan dari dua tim yang terdiri dari Nanggala 2 dan Nanggala 8 dengan masing-masing terdiri atas 9 Personel. Selain lima orang KKB yang dilumpuhkan, kata Julius, sisa pasukan separatis lainnya telah melarikan diri.
Sebelumnya KST Pegunungan Bintang ini terlibat dalam berbagai gangguan keamanan dan aksi kriminal. KST telah terlibat gangguan dan pembunuhan terhadap masyarakat sejak awal tahun 2023,
Aparat keamanan terus melakukan upaya untuk memberantas KST Papua. Kapuspen TNI, Laksda TNI Julius Widjojono mengatakan Laporan dari lapangan yang saya terima, Tim Nanggala TNI yang tergabung Satgas Damai Cartenz pagi ini berhasil melumpuhkan 5 KSTP dengan menembak mati, dan mengamankan 3 pucuk senjata serta ratusan amunisi kaliber 5,56 mm dan 9 mm, untuk KSTP lainnya melarikan diri beserta senjatanya.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz AKBP Bayu Suseno juga mengungkapkan asal muasal senjata api yang digunakan oleh KKB tersebut usai berhasil diidentifikasi pihaknya, diduga kuat senjata itu berasal dari negara Papua Nugini yang dibeli pasukan KKB Pegubin pada awal tahun 2022.
Berdasarkan penanganannya Kombes Faizal Ramadhani mengatakan atuan Gabungan atau Satgas Damai Cartenz 2023 telah berhasil melumpuhkan 4 KKB di daerah Pegunungan Bintang, Situasi di Pegunungan Bintang, dapat dikendalikan dengan baik oleh aparat keamanan maupun Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Setelah penyergapan team kembali menemukan anggota yang ditembak, Kombes Faizal Ramadhan mengatakan anggota menyisir kembali Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan ditemukan satu lagi anggota KST tewas dan ditemukan satu senpi pendek
Para prajurit TNI dari Tim Nanggala, yang berada dibawah Satgas Damai Cartenz Polri, berhasil melumpuhkan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) yang selama ini sering kali membuat onar dan kerusuhan di wilayah Serambakon Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) Provinsi Papua Pegunungan.
KST, juga telah menyerang dan merampok masyarakat, serta menyerang pemerintah kabupaten dan aparat desa jika tidak menyetor sejumlah uang kepada mereka. KST juga terlibat berbagai gangguan pada lalu lintas penerbangan di sekitar bandara, menembak aparat Brimob yang berpatroli hingga tewas, menembak aparat Satpol PP, membakar rumah dinas DPRD dan kios warga hingga ludes.
Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi GN Suriastawa mengatakan Pangkogabwilhan III telah memerintahkan untuk menindak KSTP di Pegunungan Bintang secara tegas dan terukur, karena selama ini telah melakukan kejahatan melakukan pembunuhan warga sipil Orang Asli Papua (OAP), melakukan pembakaran, membunuh Satpol PP, membunuh Brimob dan kejahatan lainnya.
Lokasi penegakan hukum terjadi di Kampung Mondusit, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Aparat Gabungan TNI-Polri kembali menunjukkan ketegasannya dalam menindak preman bersenjata di Pegunungan Tengah Papua.
Penindakan tersebut diharapkan sebagai efek jera bagi Kelompok Separatis Teroris yang sangat menghambat kesejahteraan di wilayah Papua. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan terus membangun, karena pemerintah hanya menindak KST bersenjata, sementara rakyat sipil sudah pasti dilindungi.
Situasi di Pegunungan Bintang dapat dikendalikan dengan baik oleh aparat keamanan maupun Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo menyatakan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Pegunungan Bintang saat ini telah kembali aman dan kondusif usai penembakan anggota KKB.
Dalam situasi ini pemerintah terus melakukan upaya untuk mengamankan masyarakat Papua untuk tetap melakukan aktifitas seperti biasa sehingga roda perekonomian dapat berjalan dengan baik dan pihak kepolisian dibantu TNI menjamin keamanan di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Lampung

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.