• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Survei Litbang Kompas Terbaru Sebut Angka Elektoral Ganjar Tertinggi di Kalangan Gen Z

Survei Litbang Kompas Terbaru Sebut Angka Elektoral Ganjar Tertinggi di Kalangan Gen Z

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 7 October 2023

Survei Litbang Kompas Terbaru Sebut Angka Elektoral Ganjar Tertinggi di Kalangan Gen Z

JAKARTA — Survei dari Litbang Kompas terbaru menghasilkan bahwa angka elektoral yang dimiliki oleh Ganjar Pranowo ternyata masih menjadi yang tertinggi di kalangan para pemilih dari Gen Z.

Elektabilitas yang dimiliki oleh Capres usungan PDI Perjuangan pada kelompok Gen Z mencapai hingga sebesar 31 persen.

“Kelompok responden generasi Z, atau saat ini yang berusia 17-25 tahun, memilih Ganjar Pranowo sebagai presiden dengan persentase terbesar, yaitu 31%,” tulis tim Litbang Kompas.

Dengan paling tingginya angka elektoral yang dimiliki oleh Ganjar Pranowo tersebut berarti menandakan bahwa sosojnya dinilai tegas dan berwibawa, kemudian pribadi yang sederhana dan merakyat serta berpengalaman dan berprestasi sebagai pemimpin.

Pasalnya, ketiga kriteria itu yang memang menjadi dasar pertimbangan dalam survei Litbang Kompas.

Diketahui pula bahwa survei itu melibatkan hingga sebanyak 1.364 responden yang dipilih secara acak dengan menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.

Pengambilan data dilakukan pada periode tanggal 27 Juli hingga 7 Agustus 2023 dengan toleransi kesalahan sekitar 2,65 persen dan tingkat kepercayaan hingga 95 persen.

Serupa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya juga merilis hasil survei elektablitas yang menunjukkan pemimpin kelahiran Kabupaten Karanganyar itu menempati posisi paling atas.

Angka elektoral yang dimiliki olehnya bahkan mencapai hingga 45,8 persen, yang mana ternyata banyak dipilih oleh para pemilih perempuan.

“Ganjar banyak dipilih pemilih perempuan, Prabowo laki-laki dan Anies juga laki-laki,” ujar Dekan FISIP Uinsa, Abd. Chalik.

Sementara untuk tingkat penerimaan atau akseptabilitas dari para pemilih muda terhadap Ganjar juga paling tinggi dengan 46,8 persen.

Kemudian untuk tingkat kedisukaan atau liketabilitas juga mantan Gubernur Jateng itu masih pada posisi teratas dengan 50,6 persen suara.

Selain dari bagaimana sosok dan karakter pribadi yang dimiliki Ganjar Pranowo sendiri, namun pengamat sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyebutkan kehadiran Muhammad Zinedine Alam Ganjar memiliki daya tarik tersendiri.

Terlebih, daya tarik tersebut mampu menjembatani pemimpin berambut putih itu dengan para pemilih generasi muda.

“Kalau melihat dan menyimak dari performa dan kemudian wawasannya, saya kira memang Alam ini bagus. Dia natural dan tidak dibuat-buat,” kata pengamat tersebut.

“Alam ini memang termasuk generasi milineal sehingga tentu dengan penampilannya yang polos, tapi justru malah menarik. Dia bicara apa adanya dan tidak dibuat-buat dan gesture yang kalem,” tambah Karyono.

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.