• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemilu 2024 Momentum Tunjukkan Iklim Demokrasi Indonesia Tetap Kondusif

Pemilu 2024 Momentum Tunjukkan Iklim Demokrasi Indonesia Tetap Kondusif

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 9 August 2023

Oleh : Eva Kayna Audrey

Pemilihan umum (Pemilu) akan diselenggarakan tahun 2024 dan wajib disiapkan dari sekarang agar nantinya berjalan dengan baik. Pemilu sangat penting untuk menunjukkan iklim demokrasi Indonesia yang tetap kondusif. Demokrasi di negeri ini berjalan dengan baik dan tidak ada gesekan di tengah masyarakat.

Pemilu 2023 sangat ditunggu-tunggu karena masyarakat penasaran, siapakah yang akan menggantikan Presiden Jokowi? Mereka juga bertekad untuk menyukseskan Pemilu dengan cara berkolaborasi untuk menciptakan Pemilu damai. Pemilu 2024 wajib berlangsung dengan sukses, damai, tanpa ada perpecahan di masyarakat.

Indonesia menganut azas demokrasi dan saat Pemilu harus benar-benar dijaga. Politisi Arwani Thomafi meminta semua pihak bisa memberikan teladan yang baik kepada publik, termasuk juga memperlihatkan ke dunia internasional mengenai kualitas demokrasi Indonesia dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
Dalam artian, Pemilu 2024 harus terjaga demokrasinya. Saat demokrasi berarti bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya punya hak yang sama untuk pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Berarti, tiap WNI berhak untuk memberi suara saat Pemilu berlangsung.

Saat Pemilu berlangsung, maka demokrasi dijalankan dengan melakukan LUBER – JURDIL, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Masyarakat menjaga demokrasi dengan mencoblos saat Pemilu, bebas memilih siapa capres / caleg yang disukainya, dan menjaga keadilan.

Akan tetapi kebebasan hampir diartikan dengan melenceng, ketika orang-orang bebas memilih capres yang disukainya tetapi memaksakan agar keluarga dan teman-temannya untuk memilih tokoh itu juga. Padahal pemaksaan seperti ini dilarang karena akan menghapus sistem demokrasi saat Pemilu. Tidak boleh ada pemaksaan sama sekali, meski posisi orang itu adalah pimpinan / boss perusahaan.
Kemudian, bebas juga tidak boleh diartikan dengan mengumbar keburukan capres atau caleg lain saat kampanye. Black campaign seperti ini sangat marak, terutama di media sosial. Bebas bukan berarti melanggar peraturan dan norma-norma yang ada, karena menjelek-jelekkan orang lain berarti menabrak aturan saat Pemilu.
Pihak yang melakukan black campaign berpotensi terkena UU ITE Pasal 28 ayat 2, karena ia menuliskan status bernada negatif / kata-kata kasar di media sosial. Hukumannya adalah 6 tahun penjara. Selain itu, ia juga bisa terjerat Pasal 86 ayat 1 huruf (d) UU Pemilu dan hukumannya adalah 2 tahun penjara.
Masyarakat harus menjaga demokrasi saat Pemilu dengan cara menghindari black campaign dan hate speech di media sosial. Mereka wajib sadar bahwa demokrasi berarti ada keadilan di Indonesia, dan tidak boleh ada pihak yang menjelek-jelekkan pihak lain karena tidak terhormat.
Di negara demokrasi, rakyatnya bebas memilih capres yang disukainya, dan tidak boleh dipaksakan. Demokrasi membuat perbedaan diperbolehkan, termasuk perbedaan pilihan politik. Indonesia bukan negara yang menganut marxisme, melainkan demokrasi, dan harus dijaga oleh semua warganya.
Politisi Arwani Thomafi melanjutkan, masyarakat juga wajib memperlihatkan ke dunia internasional, bahwa Indonesia bisa mempraktekkan demokrasi yang indah, demokrasi yang riang gembira. Semoga tidak ada tindakan yang bisa mengurangi kualitas demokrasi. Penyebabnya karena tiap peserta Pemilu memiliki sejarah masing-masing.
Dalam artian, meski seorang politisi yang mengikuti Pemilu punya sejarah masing-masing, tidak bisa dijadikan bahan untuk menyerangnya. Misalnya ketika politisi A pernah diisukan punya kebiasaan buruk. Padahal itu hanya fitnah yang diembuskan oleh lawan politiknya, dan masyarakat diharap untuk tidak termakan hoaks dan menjaga demokrasi saat Pemilu.
Sementara itu, pengamat politik Mahfuz Sidik menilai Pemilu 2024 adalah pemilu transisi yang sangat penting bagi kita semua sebagai bangsa. Pengalaman pahit terjadinya pembelahan yang begitu luas dan dalam pada 2019 lalu, diharapkan tidak terjadi lagi.
Jika berkaca dari Pemilu tahun 2014 dan 2019 maka permusuhan terjadi di dunia maya dan situasi sangat panas sampai ada julukan buruk dari masing-masing kubu pendukung capres kala itu. Jangan sampai hal ini terulang karena seharusnya masyarakat sudah dewasa dan meninggalkan permusuhan. Pemilu harus menegakkan perdamaian di Indonesia.
Permusuhan wajib dihapuskan karena bisa dimanfaatkan oleh provokator maupun oknum yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Jangan sampai ada kekacauan sosial gara-gara ulah mereka. Oleh karena itu masyarakat wajib berperan besar untuk menciptakan pemilu damai, agar tidak ada kerusuhan yang berujung pada tawuran dan bisa memakan korban.
Dalam mensukseskan Pemilu 2024 memang diperlukan komitmen berbagai pihak karena KPU tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan dari masyarakat, kementrian dan aparat keamanan agar pemilu berjalan dengan lancar dan damai. Demokrasi harus dijaga agar Pemilu tetap jujur dan adil.
Pemilu 2024 harus berjalan dengan damai, adil, dan demokratis. Saat demokrasi ditegakkan maka tiap warga neagra bebas untuk memilih mana capres atau caleg yang disukainya, dan tidak boleh ada pemaksaan. Indonesia adalah negara demokrasi dan masyarakat diharap untuk memahaminya, dan menghindari adanya gesekan antar kelompok yang bisa mengancam keberhasilan Pemilu.

)* Penulis adalah Analis pada Lembaga Lintas Nusamedia

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.