• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Berbagai Elemen Rakyat Tolak People Power dan Demo Buruh 10 Agustus

Berbagai Elemen Rakyat Tolak People Power dan Demo Buruh 10 Agustus

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 9 August 2023

Berbagai Elemen Rakyat Tolak People Power dan Demo Buruh 10 Agustus

Oleh : Arzan Malik Narendra

Berbagai elemen rakyat, termasuk Ormas keagamaan menolak dengan sangat tegas aksi people power maupupun demo buruh yang akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2023. Selain menciptakan ketakutan masyarakat, aksi tersebut hanya akan menggangu Kamtibmas yang berdampak buruk pada perekonomian yang saat ini sedang tumbuh pasca Covid-19.

Seluruh para founding fathers dari negara ini, terutama juga termasuk dari para kalangan ulama serta pesantren telah menyepakati suatu hal secara bulat bahwa Indonesia memang dibangun sebagai negara yang daarul muaadah, atau merupakan sebuah negara yang dibangun dengan berbagai macam kesepakatan serta nilai di dalamnya.

Dengan adanya fakta tersebut, maka menyebabkan pilar keempat yang terdapat di dalam Pancasila sebagai dasar filosofi negara, utamanya adalah terkait dengan permusyawaratan memang menjadi sangat penting untuk ditekankan karena di dalam Pancasila sendiri memang merupakan dasar negara yang hendaknya bisa dipergunakan oleh semua elemen bangsa dalam bagaimana tata cara menjadi warga negara yang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Tanah Air.

Mengenai hal itu, Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Ahmad Nurul Huda Haem menyatakan bahwa memang terdapat peran-peran tertentu yang sudah hendaknya bisa dan bahkan harus dimainkan oleh berbagai macam kelompok komponen bangsa ini, dalam rangka untuk memberikan banyak masukan yang baik serta mengutarakan kritik yang konstruktif demi kepentingan bangsa.

Namun, meski terdapat kebebasan untuk melakukan kritik demi kebaikan bersama tersebut, namun tetap saja hal tersebut hendaknya bisa dilakukan dengan cara yang baik, dengan akhlak yang baik, utamanya dalam berpolitik di Tanah Air. Maka dari itu, penting pula kepada semua pihak untuk bisa sangat memperhatikan bagaimana caranya memberikan kritik atau masukan, termasuk juga teguran dan saran kepada pihak Pemerintah Republik Indonesia (RI) agar dilakukan dengan cara yang baik.

Lebih lanjut, membahas mengenai bagaimana adanya gagasan terkait dengan sejumlah pihak yang mengumumkan bahwa tepat pada tanggal 10 Agustus 2023 mendatang akan menjadi momen untuk melakukan penggerakan massa dalam gagasan dan gerakan people power, pihak PBNU dengan tegas menyatakan kalau hal itu bukanlah merupakan sebuah gagasan yang bagus.

Banyak sekali pendapat yang kemudian bermunculan mengenai pihak tertentu yang dengan sengaja terus menggemakan aksi dan gerakan massa bertajuk people power itu, yang mana memang memiliki satu tujuan, yakni untuk bisa melengserkan pemerintahan yang sah saat ini, yakni di era kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Beberapa diantara pendapat tersebut adalah terdapat kemungkinan bahwa pihak-pihak itu merupakan barisan sakit hati.

Bukan hanya itu, namun bisa juga gerakan massa people power yang hendak dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2023 tersebut juga bisa jadi dikarenakan adanya kebencian yang sangat mendalam, sehingga memang dengan sengaja menyerukan kepada banyak orang untuk berkumpul guna melengserkan pemerintahan yang saat ini masih sah dan dilindungi oleh konstitusi negara atau juga agar bisa membuat suatu kegaduhan pada situasi negara yang sebenarnya tengah baik-baik saja.

Sama sekali tidak ada alasan yang bisa dibenarkan mengenai adanya penggalakan seruan massa untuk melakukan gerakan people power, terlebih karena saat ini negara sendiri sedang dalam situasi dan kondisi pemerintahan yang sama sekali tidak ada isu di dalamnya, sama sekali tidak terjadi permasalahan besar di dalam negeri.

Terlebih, justru banyak riset dan data menunjukkan bahwa tingkat kepuasan dari masyarakat sendiri kepada bagaimana berjalannya pemerintahan Republik Indonesia (RI) di masa kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini mencapai lebih dari 80% (persen) masyarakat mengaku sangat puas.

Sehingga, tentunya dengan seluruh fakta dan data yang tersedia tersebut, sebenarnya sama sekali sudah tidak relevan lagi apabila sekelompok masyarakat termasuk para buruh yang dikabarkan hendak melakukan aksi besar-besaran di Jakarta pada tanggal 10 Agustus 2023 mendatang akan menggelar people power.

Sejumlah kabar telah beredar bahwa para buruh akan melangsungkan aksi besar-besaran pada tanggal tersebut di beberapa titik seperti Istana Kepresidenan dan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan tujuan untuk mencabut atau membatalkan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker RI), Ida Fauziyah menyarankan agar para buruh tidak melakukan demo dalam penyampaian aspirasi mereka. Pasalnya, pemerintah sendiri sudah menyediakan forum penyampaian aspirasi dengan jauh lebih tenang. Saat ini pihak Kemenaker sendiri sudah sangat terbuka untuk bisa menyerap seluruh aspirasi dan sebenarnya seluruh aspirasi yang sebelumnya sudah disampaikan sendiri juga telah terakomodir.

Maka dari itu, daripada terus melakukan sejumlah aksi demonstrasi secara besar-besaran, apalagi sampai menggerakkan banyak massa dalam gerakan people power yang tentunya akan sangat berpotensi untuk mendatangkan banyak dampak negatif lain, tentunya akan menjadi jauh lebih baik lagi apabila penyampaian aspirasi bisa dilakukan di dalam sebuah forum yang telah disediakan agar tidak tercipta kegaduhan. Terlebih, dari pihak PBNU sendiri sudah menegaskan bahwa gerakan people power 10 Agustus 2023 bukanlah merupakan sebuah gagasan yang baik.

)* Penulis adalah Analis pada Lembaga Siber Nusa

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.