• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Kesuksesan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Sidang Umum AIPA ke-44

Kesuksesan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Sidang Umum AIPA ke-44

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 8 August 2023

Kesuksesan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Sidang Umum AIPA ke-44

Oleh : Agung Wira Tama

Apresiasi keberhasilan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam pelaksanaan Sidang ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) ke-44 sudah selayaknya diberikan. Atas kerja kerasnya dan bergotong royong untuk menampilkan wajah-wajah terbaik Indonesia. Maka dari itu, masyarakat patut bersyukur atas kepercayaan dunia yang diberikan kepada Indonesia dengan memberikan segala upaya terbaik untuk cita-cita ASEAN.

Presiden Joko Widodo secara resmi telah membuka Sidang Umum AIPA ke-44 di Jakarta pada Senin (7/8) lalu. Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo mengajak seluruh anggota ASEAN untuk dapat terus mempererat kerja sama serta solidaritas guna menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Menurutnya, solidaritas dan sikap saling percaya antaranggota ASEAN hingga pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk mencapai perdamaian dan stabilitas tersebut. Presiden Jokowi meyakini bahwa dengan solidaritas yang kuat maka ASEAN dapat terus memainkan peran sentralnya di kawasan.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani berharap agar parlemen anggota AIPA untuk lebih solid dengan mencari persamaan di antara negara-negara ASEAN, dan berupaya memperkecil perbedaan. Tidak hanya itu, Ketua DPR RI itu juga menilai bahwa Sidang AIPA ke -44 menjadi kesempatan seluruh parlemen di Asia Tenggara untuk memperkuat komitmen dalam merespon berbagai tantangan dan permasalahan global dan regional.

Maka dari itu, pada perhelatan Sidang AIPA kali ini, DPR juga akan kembali menunjukkan eksistensi mereka di tingkat internasional dengan seluruh mata dunia kembali menyorot Tanah Air. Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR, Gilang Dhielafararez mengatakan bahwa sebagai bagian dari keketuaan Indonesia di AIPA tahun ini, pihaknya memiliki komitmen yang sangat kuat untuk terus memberikan hal yang terbaik selaku tuan rumah.
Komitmen untuk bisa terus memberikan yang terbaik tersebut juga merupakan bentuk tanggung jawab yang besar atas nama negara dan juga rakyat di seluruh Indonesia dalam upaya mensukseskan event internasional. Dirinya juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar bisa turut berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan Sidang AIPA ke-44 melalui banyak bentuk dan sarana.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk turut andil dalam kesuksesan pelaksanaan Sidang Umum ke-44 AIPA adalah dengan meramaikannya di semua jagad media sosial mereka. Karena nantinya bagaimana keberhasilan yang dilakukan oleh Indonesia dalam menyelenggarakan event internasional itu juga akan semakin mampu turut meningkatkan citra Tanah Air di kancah dunia.
Sehingga, tidak ada alasan lain lagi bagi seluruh masyarakat untuk tidak bersama-sama dan menyambut pelaksanaan Sidang AIPA dengan gembira dan senang hati. Karena, sama seperti pada pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN beberapa waktu lalu, penyelenggaraan AIPA ini juga turut menyangkut nama baik dan kehormatan bangsa ini.
Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana menambahkan bahwa dalam perhelatan Sidang AIPA ke-44 itu juga merupakan sebuah momen yang sangat langka serta berharga, khususnya bagi pihak parlemen di Tanah Air untuk terus mampu semakin memperkuat adanya peran diplomasi di badan perlemen, khususnya di tengah banyaknya kemunculan berbagai tantangan di negara kawasan seperti belakangan ini.
Tentunya DPR RI sendiri juga akan terus mengupayakan segala usahanya untuk melakukan penguatan pada peran parlemen dalam tujuan merealisasikan seluruh cita-cita yang dimiliki oleh negara-negara anggota ASEAN. Cita-cita terebut tidak lain dan tak bukan yaitu mencapai tatanan sosial yang stabil dan memiliki kesejahteraan yang tinggi. Untuk itu, dalam kesempatan ini DPR RI terus berupaya sekuat tenaga menggalang aksi-aksi kolektif menyelesaikan persoalan kawasan.
Momen Indonesia menjadi tuan rumah ke-7 ini dimanfaatkan dengan baik oleh DPR RI agar negara kita bisa memberikan pengaruhnya di seluruh kawasan ASEAN bahkan juga di kawasan Asia-Pasifik. Apabila ditinjau berdasarkan sejarah, Indonesia merupakan salah satu founding member ASEAN. Dalam artian bahwa, perannya disini memang sangat penting dan banyak terobosan-terobosan yang sudah dinantikan oleh berbagai pihak.
Ada empat sidang di AIPA, diantara lain yaitu Sidang Komisi Politik, Sidang Komisi Ekonomi, Sidang Komisi Sosial, dan Sidang Komisi Organisasi. Pada kesempatan tersebut, di Sidang Komisin Politik, Indonesia akan terus berupaya untuk menyelesaikan konflik politik dan krisis kemanusiaan yang ada di Myanmar, kemudian akan memperkuat kerjasama untuk keamanan dan stabilitas kawasan.
Saat sidang Komisi Ekonomi, DPRI RI mendorong konektivitas ekonomi regional dan pertumbuhan ekonomi yang berklanjutan melalui akselerasi pembangunan ekonomi hijau. Sidang Komisi Sosial nantinya akan memperjuangkan perbaikan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan tenaga kerja untuk menopang agenda ekonomi hijau. Dan yang terakhir, Sidang Komisi Organisasi, DPR RI berkomitmen untuk terus memperkuat kelembagaan AIPA sebagai satu-satunya asosiasi parlemen di kawasan Asia Tenggara yang baik.
Dengan menampilkan wajah-wajah terbaik Indonesia di Sidang AIPA ke-44, DPR RI optimis pelaksanaan acara tersebut akan memberikan hasil yang positif bagi bangsa Indonesia dan juga kawasan. Momen ini sangat penting bagi Indonesia untuk menunjukkan Indonesia bisa memberikan pengaruh yang kuat bagi negara-negara lain di kawasan ASEAN. Untuk itu, seluruh kerja keras dan upaya yang telah dilakukan oleh seluruh pihak, termasuk DPR RI sudah sepatutnya diberikan apresiasi yang tinggi.

)* Penulis adalah Kontributor Dharma Persada Institute

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.