• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Aparat Keamanan Berkomitmen Bebaskan Pilot Susi Air Dari KST

Aparat Keamanan Berkomitmen Bebaskan Pilot Susi Air Dari KST

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 29 July 2023

Aparat Keamanan Berkomitmen Bebaskan Pilot Susi Air Dari KST

Oleh : Marcellino Angel Krey
Meski sempat terkendala cuaca yang ekstrem hingga medan yang sulit terjangkau di beberapa wilayah Bumi Cenderawasih, namun seluruh jajaran aparat keamanan memang terus menerus dengan sama sekali tidak mengenal lelah dalam upaya melakukan pembebasan Pilot Susi Air.

Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz 2023, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Faizal Ramdhani menyatakan bahwa cuaca yang sangat ekstrem dengan medan yang sangat sulit untuk ditempuh sempat menjadi kendala bagi seluruh jajaran aparat keamanan dari personel gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) hingga Badan Intelijen Negara (BIN) dalam menjalankan misi evakuasi, pencarian, penyelamatan serta pembebasan pilot maskapai Susi Air.

Sebelumnya memang sempat terjadi aksi penyanderaan Kapten Pilot Philips Mark Mehrtens, yang dilakukan oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua pimpinan Egianus Kogoya. Aksi itu juga diwarnai dengan penyerangan serta pembakaran pesawat. Bahkan, pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut telah mereka sandera sejak awal bulan Februari 2023 lalu.

Pilot langsung disandera sesaat setelah dirinya berhasil mendaratkan pesawat yang ia kemudikan di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua pegunungan. Lalu dia langsung disandera ketika kondisi pesawat yang dia kendalikan dibakar oleh gerombolan KST pimpinan Egianus Kogoya.
Tanggal 26 Mei 2023 lalu atau sekitar 2 (dua) bulan setelah kejadian penyanderaan dan penyerangan itu, pihak KST Papua sempat merilis sebuah video yang menunjukkan bagaimana kondisi Philips Mark Mehrtens dan menyatakan bahwa mereka akan segera melakukan penembakan serta menghabisi nyawa sang pilot apabila memang tidak ada negosiasi dalam kurun waktu 2 (dua) bulan ke depan.
Meski sempat terkendala dengan adanya cuaca ekstrem hingga medan yang sangat sulit untuk ditempuh, seluruh jajaran aparat keamanan dari personel gabungan tersebut terus menegaskan dan memiliki komitmen yang sangat kuat untuk terus melakukan pencarian.
Pada awalnya, upaya pencarian akan pilot Susi Air itu dilakukan hingga menyusuri sebanyak 3 (tiga) wilayah sekaligus, yakni di Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Lanny Jaya serta Kabupaten Nduga yang memang disinyalir merupakan tempat persembunyian serta sarang dari gerombolan separatis tersebut.

Akan tetapi setelah mengetahui informasi jauh lebih dalam lagi, kini upaya pencarian dan misi evakuasi serta pembebasan Philips Mark Mehrtens difokuskan oleh seluruh jajaran aparat keamanan dari personel gabungan dengan menyebar di semua pelosok Kabupaten Nduga.
Sebagai informasi, bagaimana gambaran medan yang sangat sulit berada di Kabupaten Nduga tersebut, yakni wilayah itu memiliki topografi bukit dengan ketinggian hingga mencapai 3.000 (ribu) meter. Jelas sekali sebenarnya dengan ketinggian tersebut sempat menjadikan upaya pembebasan pilot Susi Air sempat terkendala.
Sementara itu, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana Yudo Margono menegaskan bahwa seluruh upaya untuk melakukan pembebasan Pilot Susi Air yang disandera oleh KST Papua pimpinan Egianus Kogoya itu sama sekali tidak akan menggunakan pendekatan militer dan hanya mengedepankan pendekatan yang sangat humanis, yakni membuka selebar mungkin ruang komunikasi serta negosiasi.
Pasalnya, memang dengan upaya negosiasi itu dinilai akan jauh lebih baik apabila jika dibandingkan dengan opsi melakukan penyerangan dengan pengerahan kekuatan militer ke sana. Bagaimana tidak, pasalnya apabila justru pihak jajaran aparat keamanan dari personel gabungan melakukan pendekatan secara militer, maka efek buruk yang ditimbulkan akan jauh lebih besar.
Hal tersebut dikarenakan terdapat potensi risiko yang sangat tinggi apabila jajaran aparat keamanan melakukan pendekatan dengan kekerasan, maka opsi itu justru akan mendatangkan dampak yang buruk dan bisa saja dirasakan meluas bagi masyarakat setempat dan daerah di sana.
Sampai saat ini, Pemerintah juga masih terus melakukan segenap daya dan upaya untuk berusaha melakukan negosiasi bahkan dengan berbagai macam strategi seperti pendekatan dengan menggunakan para tokoh agama, tokoh masyarakat hingga tokoh adat setempat.
Banyak sekali upaya komunikasi yang terus dilakukan kepada pihak KST Papua sehingga harapan semua pihak bisa tercapai, yakni kesepakatan mengenai pembebasan Pilot Susi Air terjadi dengan lancar dan penuh kedamaian.
Apresiasi sangat besar tentu patut untuk diberikan kepada seluruh jajaran aparat keamanan yang sama sekali tidak mengenal kata lelah sedikitpun dalam segenap daya upaya mereka dalam misi penyelamatan dan pembebasan pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens meski memang di wilayah Bumi Cenderawasih sempat terkendala dengan adanya cuaca ekstrem serta medan yang sulit terjangkau.
)* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Kalimantan

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.