• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pembangunan Papua Era Jokowi Banyak Membawa Perubahan Positif

Pembangunan Papua Era Jokowi Banyak Membawa Perubahan Positif

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 16 June 2023

Pembangunan Papua Era Jokowi Banyak Membawa Perubahan Positif

Oleh : Theresia Wopari

Pemerintah telah berkomitmen untuk memprioritaskan pembangunan di Papua, atas prioritas pembangunan yang telah berjalan selama bertahun-tahun tersebut rupanya telah berhasil membawa banyak perubahan yang terjadi untuk masyarakat Papua.

Presiden RI Joko Widodo telah menjadikan Papua sebagai wilayah yang harus tersentuh olehnya, sehingga pembangunan seperti infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia menjadi program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Papua.

Berbagai infrastruktur yang terbangun menjadi bukti bahwa pemerintah tidak main-main dalam membangun Papua.
Salah satu pembangunan yang bisa dilihat adalah Stadion Papua Bangkit dan Jembatan Youtefa yang telah berdiri megah di Papua.

Di sisi lain Papua juga telah dipercaya untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Hal tersebut tentu saja menambah rasa percaya diri masyarakat Papua bahwa daerahnya mampu melaksanakan hajat besar seperti multievent PON.

Anis Wayag selaku warga Yakuhimo mengaku bahwa sejak ada pembangunan jalan di Papua dirinya hanya butuh waktu sehari saja untuk melakukan perjalanan pulang kampung, padahal dulu dirinya harus menghabiskan waktu hingga 1 bulan untuk berjalan kaki. Hal tersebut menunjukkan bahwa prioritas pembangunan di Papua rupanya memberikan dampak pada mudahnya masyarakat terhadap akses transportasin darat.
Hal tersebut tentu saja akan menimbulkan efek positif lainnya, misalnya ketika ada ibu hamil yang membutuhkan penanganan pada fasilitas kesehatan, tentu saja akses jalan tersebut akan mempercepat transportasi ibu hamil supaya mendapatkan pertolongan sesegera mungkin.
Selain itu sejak pemerintahan Jokowi pula harga BBM di Papua tak lagi seharga Rp 100.000 per liter, tetapi harga BBM di Papua mampu menjadi seragam harganya dengan wilayah lain. Atas kebijakan inilah yang ternyata mampu mengantarkan Jokowi menjadi RI1 hingga 2 periode.
Dengan adanya pembangunan jalan di Papua, ternyata membuat penyebaran pembagian bantuan sosial berupa sembako menjadi lebih cepat tersebar secara merata, tentu saja jika tidak ada pembangunan tersebut, proses distribusi bantuan sosial akan tersendat.
Sementara itu di sektor kelistrikan di era Jokowi telah berhasil menumbuhkan elektifikasi yang cemerlang, yakni melebihi 50%. Di Papua pada 2014 elektrifikasi baru mencapai 43% dan Papua Barat sekitar 77%. Melalui berbagai program elektrifikasi hingga september 2019, rasio elektrifikasi di Papua telah mencapai 94% dan Papua Barat 99%. Elektrifikasi ini tentu saja membuat Papua menjadi lebih baik dan lebih terang di malam hari. Keberadaan listrik juga akan mempermudah pembangunan infrastruktur lainnya seperti puskesmas ataupun kantor pelayanan .
Upaya meningkatkan rasio elektrifikasi di Papua memang masih terhambat oleh masalah geografis berupa lokasi desa yang berjauhan dan terbatasnya jalur transportasi. Meski terdapat tantangan medan yang sulit, namun upaya menyalurkan listrik tetap berlanjut demi mewujudkan pembangunan di Papua.
Selain menggunakan potensi sumber pembangkit listrik yang ada di desa, PLN juga telah menyiapkan program penggunaan aliran listrik melalui tabung listrik (Talis). Tabung listrik ini merupakan kerja sama antara PLN dengan Universitas Indonesia (UI). Talis sendiri berguna untuk menyimpan daya listrik yang nantinya bisa digunakan masyarakat untuk menerangi rumah atau desa.
Kehadiran listrik di Papua tentu saja masyarakat di Papua dapat menikmati terangnya malam hari, selain itu keberadaan Talis juga membuat masyarakat bisa berhemat dalam pemasangan jaringan listrik karena biaya pembalian dan pemasangan listrik dengan menggunakan Talis hanya sekitar Rp 3,5 juta. Sedangkan jalur konvensional tarifnya bisa lebih dari Rp. 4 Juta.
Pembangunan yang digalakkan untuk Papua tidak hanya bersifat membangun benda, tetapi pemerintah juga berupaya untuk melakukan pembangunan secara terukur, hemat namun tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Salah satu apresiasi terhadap pembangunan di Papua juga ditunjukkan oleh Bank Indonesia yang menyatakan, pemasangan gambar Jembatan Youtefa pada pecahan uang khusus baru Rp 75.000 merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan pembangunan infrastruktur di Papua.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesa (KpwBI) Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga mengatakan, jembatan Youtefa saat ini merupakan salah satu bangunan dengan daya tarik tersendiri di Papua.
Naek menuturkan, filosofi gambar tersebut merupakan konektivitas yang terwujud dengan adanya jembatan yang bermanfaat untuk mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya yang berada di Kota Jayapura dan sekitarnya. Sebelum jembatan ini dibangun, perjalanan dari kawasan pemerintahan menuju Distrik Muara Tami harus menempuh jarak sejauh 35 Km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Namun, apabila melewati Jembatan Youtefa maka jaraknya menjadi sekitar 12 km dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.
Langkah pemerintah era Jokowi dalam memprioritaskan pembangunan di Papua rupanya memberikan banyak perubahan, mulai dari singkatnya transportasi, kesamaan harga BBM hingga pemerataan listrik yang kini bisa menerangi wilayah Papua. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan di Papua layak mendapatkan apresiasi karena Papua telah mengalami kemajuan berkat pembangunan.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di bandung

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.