• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Ciptakan Pemilu 2024 Kondusif dan Aman

Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Ciptakan Pemilu 2024 Kondusif dan Aman

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 22 April 2023

Perkuat Wawasan Kebangsaan untuk Ciptakan Pemilu 2024 Kondusif dan Aman

Oleh : Vania Salsabila Pratama

Penguatan akan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat merupakan salah satu kunci paling penting untuk bisa menciptakan adanya iklim demokrasi yang berkualitas serta mendorong Pemilu 2024 untuk senantiasa dalam kondisi yang kondusif dan aman, sehingga perpecahan atau polarisasi di tengah masyarakat bisa diminimalisir ketika seluruh elemen telah memiliki literasi politik yang baik.

Memang sejatinya perbedaan pendapat merupakan sebuah hal yang wajar dan lumrah saja, terlebih ketika dalam konteks warga negara yang hidup dalam sebuah wilayah yang memang menganut sistem demokrasi seperti di Indonesia. Bukan hanya sekedar perbedaan pendapat saja, bahkan Tanah Air juga memiliki keberagaman latar belakang masyarakat yang juga sangat bervariasi.

Kemudian, dalam menyambut pesta demokrasi dengan adanya pemilihan umum (Pemilu) yang akan diselenggarakan pada tahun 2024 mendatang, tentunya masyarakat Indonesia juga akan ditemui dengan banyaknya perbedaan pendapat, utamanya dalam memilih calon pemimpin yang memang dinilai dan dirasa akan cocok untuk menjadi pemimpin bangsa ini selanjutnya.

Namun, justru dengan adanya perbedaan pilihan tersebut, jangan sampai berbedanya pilihan malah akan dimanfaatkan oleh sejumlah kelompok tertentu yang sangat ingin untuk mengadu domba dan membuat masyarakat sendiri menjadi terpecah belah dan saling bermusuhan dengan adanya polarisasi yang kuat.

Maka dari itu, sangat penting bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bisa mendorong dan bekerja sama dalam mewujudkan adanya iklim demokrasi yang berkualitas di Tanah Air. Karena dengan adanya iklim demokrasi yang baik, tentunya juga akan berdampak baik bagi masa depan bangsa ini.

Mengenai hal tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), K.H. Ma’ruf Amin menekankan ketika memang masyarakat sangat menghendaki adanya iklim demokrasi yang baik dan terjadi peningkatan kualitas, maka penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) pada tahun 2024 mendatang harus bisa dilangsungkan dengan menjunjung tnggi asas jujur, aman dan damai.
Beliau mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bisa bekerja sama dalam menjaga gelaran Pemilu 2024 supaya bisa terus berjalan dengan kondusif sehingga nantinya, kondusifitas berjalannya pemilu tersebut juga akan berkorelasi dengan terpilihnya pemimpin bangsa yang terbaik, pemimpin yang memang akan mengabdikan seluruh waktu hingga tenaganya dan pikirannya hanya demi kesejahteraan rakyat Indonesia.
Sementara itu, Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Komjen Pol (Purn) Boy Rafli Amar menyampaikan bahwa pihaknya juga tentu telah ikut berperan dengan sangat aktif dalam upaya menciptakan iklim demokrasi yang berkualitas di Indonesia.
Dirinya bertekad dan berkomitmen dengan sangat kuat untuk bisa turut serta mewujudkan demokrasi yang berkualitas, di mana masyarakatnya bisa terlepas dari polarisasi yang bisa menyebabkan publik justru menjadi saling bermusuhan dan juga berakibat dari banyaknya narasi polarisasi politik identitas yang pada jaman sekarang ini sangat banyak dijumpai di media sosial dan internet, utamanya pada tahun politik seperti sekarang.
Saat itu, Komjen Pol (Purn) Boy menyatakan bahwa BNPT RI terus mendorong seluruh masyarakat untuk bisa bersama-sama terus melakukan banyak langkah mitigasi agar kehidupan demokrasi di Tanah Air bisa menjadi berkualitas dan sama sekali bisa terlepas dari adanya narasi yang mampu memecah belah masyarakat.
Maka dari itu, pihaknya sangat khawatir akan maraknya penyebaran narasi yang mengandung permusuhan, narasi kebencian yang memang akan bisa berpotensi untuk memicu adanya sikap intoleransi diantara masyarakat, serta radikalisme dan terorisme.
Untuk bisa menanggulangi seluruh narasi sesat tersebut, Mantan Kepala BNPT RI berharap supaya semua masyarakat mampu untuk turut serta menjaga penguatan wawasan kebangsaan kepada konstituennya. Pasalnya, dengan penguatan wawasan kebangsaan tersebut, maka jelas akan memperkuat dan mempererat persatuan serta kesatuan di masyarakat.
Dia pun sangat berharap agar penguatan wawasan kebangsaan bukan hanya dilakukan oleh beberapa pihak saja, namun baginya yang paling penting pula justru bagi partai politik (Parpol) bisa turut serta dalam mensosialisasikan semangat persatuan dan kesatuan tersebut meski terjadi perbedaan pilihan di tengah masyarakat sebagai sebuah upaya pendidikan politik ke publik. Keutuhan bangsa dan negara Indonesia memang harus bisa dijaga oleh seluruh pihak.
Sementara itu Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, BA., MA., Ph.D. berharap seluruh elemen bangsa terutama lembaga negara dalam hal ini BNPT RI dapat mengisi ruang publik dengan narasi-narasi 4 Konsensus Kebangsaan (Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945).
Upaya untuk terus menciptakan iklim demokrasi yang kondusif dan aman dalam perhelatan pesta demokrasi Pemilu pada tahun 2024 mendatang memang menjadi sangat penting untuk bisa terus menjaga kualitas demokratisasi di Indonesia. Maka dari itu, penguatan akan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat juga harus terus digencarkan.
)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Ekonomi RI Berpeluang Tembus 5,6 Persen Ditopang Investasi Produktif

September 1, 2026

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen

September 1, 2026

Ekonomi RI Berpeluang Tembus 5,6 Persen Ditopang Investasi Produktif

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Ekonomi RI Berpeluang Tembus 5,6 Persen Ditopang Investasi Produktif JAKARTA — Perekonomian Indonesia dinilai memiliki…

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen Jakarta – Investasi nasional menjadi…

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.