• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»KST Merusak Kedamaian Papua

KST Merusak Kedamaian Papua

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 25 January 2023

KST Merusak Kedamaian Papua

Oleh : Timotius Gobay

Kelompok Separatis dan Teroris (KST) perlu untuk diberantas karena melakukan serentetan tindak kejahatan yang sampai mengancam nyawa orang lain. Masyarakat Papua juga mendukung tindakan tegas kepada kelompok tersebut agar stabilitas keamanan Papua dapat terwujud dan pembangunan dapat berlanjut.

KST merupakan sumber penderitaan rakyat Papua karena berambisi ingin memerdekakan Papua. Ambisius mereka untuk memerdekakan Papua terus berkobar dan semakin mengerikan serta menggunakan berbagai cara agar Republik Federal Papua Barat berdiri dan lepas dari Indonesia.

Masyarakat mendukung pemberantasan KST karena mereka sudah merusak perdamaian di Papua. Terlebih ketika mereka melakukan penyerangan beruntun di Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua.

Tanggal 7 Januari 2023 lalu KST melakukan penyerangan terhadap seorang tukang ojek di Oksibil. Ia lalu melapor ke aparat lalu pihak kepolisian datang untuk melakukan pengamanan. Setelah itu KST dan aparat baku-tembak dan ada 3 korban luka-luka dari pihak aparat.

KST selalu menuduh warga sipil menjadi mata-mata apparat, dan bisa jadi tukang ojek tersebut juga dicurigai sebagai intel. Padahal dia hanya orang biasa. beruntung tukang ojek itu selamat dari penyerangan lalu melaporkan ke kantor polisi. Diharapkan warga lain juga melakukan hal yang sama agar selalu tercipta perdamaian di Papua.

Masyarakat Papua tentu ingin agar daerahnya aman dan damai. Apalagi saat ini mereka gencar mempromosikan Papua sebagai tempat wisata baru yang eksotis. Namun kehadiran KST bisa saja membuat para turis ketakutan, sehingga kelompok separatis ini harus dimusnahkan. Apalagi ketika mereka terus meneror rakyat, terutama di Oksibil.

Sementara tanggal 9 Januari 2023, KST juga melakukan penyerangan dan pembakaran di sebuah SMK di Oksibil. Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo menyatakan bahwa KST melakukan pembakaran sekolah. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa tetapi aktivitas belajar-mengajar dihentikan untuk sementara.
Teror KST di Oksibil spontan dikecam masyarakat. Terlebih pembakaran sekolah bukan untuk pertama kalinya. Tahun 2022 lalu mereka juga melakukan pembakaran di sebuah sekolah di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya. Selain melakukan pembakaran, saat itu mereka juga menganiaya seorang guru.
Data dari Kepolisian Daerah Papua, sepanjang tahun 2022 ada 53 korban jiwa akibat serangan KST. Mereka terdiri dari warga sipil dan aparat keamanan. Hal ini dinyatakan oleh Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri.
Oleh karena itu jika ingin Papua aman dan damai, KST harus diberantas sampai tuntas. Mereka sudah nekat menyerang aparat keamanan. Padahal aparat adalah sahabat rakyat dan bertugas untuk mengamankan warga Papua. Namun oleh KST dianggap sebagai musuh dan penjajah.
Untuk memerdekakan Papua maka KST melakukan berbagai teror, mulai dari propaganda, pengancaman, sampai penembakan. KST sangat arogan sampai meremehkan kekuatan dari aparat yang menjaga di Papua.
Pemberantasan KST menjadi fokus dari para prajurit TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz. Fokus Satgas tersebut selain untuk menjaga keamanan rakyat Papua, juga mewujudkan perdamaian di Bumi Cendrawasih. Jangan sampai masyarakat ketakutan gara-gara ulah KST.
KST diberantas karena mengganggu perdamaian dan merusak kedaulatan negara. NKRI harga mati, sehingga ketika ada kelompok yang ingin memerdekakan diri dari Indonesia, wajib diberantas hingga ke akarnya. Penyisiran terus dilakukan hingga ke hutan belantara dan pegunungan, karena KST sering sembunyi di sana.
Sementara itu, Kepala Suku Besar Kabupaten Puncak Abelom Kogoya mengecam serangan beruntun KST di Oksibil karena merusak perdamaian di seluruh Papua. Ia juga menolak kedatangan KST di daerahnya. Abelom tidak ingin ada konflik bersenjata di Kabupaten Puncak. Apalagi setelah ada penyerangan dan menyebabkan delapan orang warga meninggal dunia. Abelom turut menghadiri pemakaman salah satu korban yakni Beby Tabuni dan mengecam keras serangan KST.
Sebagai seorang kepala suku, Abelom menolak KST karena tega menghabisi rakyatnya. KST tidak pandang bulu dalam menyerang. Baik pendatang maupun orang asli Papua, bisa diserang dengan senjata api dan memakan korban jiwa. Selain itu mereka juga sering mengambil harta dan makanan rakyat Papua sehingga perbuatannya termasuk tindakan kriminal.
Perdamaian di Papua harus dijaga dan caranya dengan memberantas KST. Jangan sampai ada lagi warga sipil maupun aparat keamanan yang jadi korban dari serangan kelompok separatis tersebut. Rakyat Papua selalu mendukung aparat yang tergabung dalam Satgas Damai cartenz, untuk mewujudkan keamanan dan perdamaian di seluruh wilayah Bumi Cendrawasih.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan

July 2, 2026

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik

July 2, 2026

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan Jayapura – Kalangan mahasiswa di…

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik Jakarta – Langkah pimpinan…

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa 

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa  Oleh: Ganesh Lepen Wengi *) Demonstrasi mahasiswa selalu memiliki tempat penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Mahasiswa seringkali menjadi kelompok pertama yang menangkap kegelisahan publik, mengartikulasikan persoalan bangsa, sekaligus mendorong lahirnya berbagai pembaruan kebijakan. Karena itu, kehadiran aksi mahasiswa adalah bagian dari mekanisme koreksi dalam negara demokrasi. Namun demikian, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa bebas masyarakat menyampaikan kritik. Demokrasi juga diukur dari sejauh mana pemerintah bersedia mendengarkan, membuka ruang dialog, dan menerjemahkan berbagai aspirasi menjadi kebijakan yang lebih baik. Pada titik inilah dinamika demokrasi Indonesia hari ini layak diapresiasi. Belakangan berbagai aksi mahasiswa mengangkat isu mulai dari kondisi ekonomi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih. Aspirasi tersebut merupakan hak konstitusional yang patut dihormati. Yang menarik, pemerintah tidak memilih jalan penolakan ataupun pembatasan ruang berekspresi. Sebaliknya, berbagai kritik justru dijawab melalui evaluasi kebijakan, penyempurnaan program, hingga penguatan koordinasi lintas kementerian. Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai salah satu indikator penting pemerintahan yang demokratis adalah kesediaannya menerima kritik dan membuka ruang dialog. Menurutnya, pemerintah tidak menutup diri terhadap demonstrasi mahasiswa, bahkan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang menjadi sorotan publik, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini memasuki fase pembenahan tata kelola dan mitigasi. Ia juga menilai berbagai respons pemerintah terhadap pelemahan rupiah dan dinamika pasar menunjukkan bahwa kritik masyarakat dijadikan salah satu bahan dalam penyusunan langkah kebijakan. Lebih jauh, Presiden Prabowo Subianto sendiri memberikan gambaran menarik mengenai bagaimana pemerintah memandang aspirasi masyarakat. Dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mendengarkan masukan para profesor maupun akademisi, tetapi juga memperhatikan usulan masyarakat biasa, termasuk anak-anak desa yang menyampaikan aspirasi melalui media sosial seperti TikTok. Menurut Presiden, teknologi justru memungkinkan pemerintah mengetahui persoalan hingga ke pelosok daerah dan menindaklanjutinya secara lebih cepat.…

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif Oleh : Aditia Rahman Perkembangan ekonomi nasional…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.