• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»KST Menghambat Kemajuan Papua

KST Menghambat Kemajuan Papua

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 21 September 2022

KST Menghambat Kemajuan Papua

Oleh : Alfred Jigibalom

Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua merupakan sekumpulan orang yang gemar melakukan perlawanan serta melahirkan keonaran, ulah mereka membuat pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah terhambat.

Kelompok seperti KST tentu saja tidak bisa dibiarkan karena keberadaannya dapat menghambat kemajuan di Papua.

Keberadaan KST telah membuat kondisi di Papua belum sepenuhnya damai. KST tidak hanya melakukan serangan secara verbal tetapi juga perbuatan.

Serangannya juga semakin parah, mereka tega merusak rumah warga serta membakar sekolah. Tidak hanya itu, KST juga meneror rumah Ibadah.

KST merupakan kelompok yang tidak senang melihat kemajuan Papua, ulah mereka yang menyerang rumah ibadah sudah menjadi bukti bahwa mereka tidak memiliki rasa welas asih kepada masyarakat yang ada di Papua.

Seolah tak pernah jera dalam melancarkan serangan teror di Papua, KST tidak pandang bulu dalam menyerang targetnya, baik itu pendatang, TNI/Polri maupun Orang Asli Papua itu sendiri.

Kekejaman yang dilakukan oleh KST merupakan aksi kekerasan yang dilakukan di luar nalar serta akal sehat, serangan tersebut justru membuktikan bahwa KST telah mengabaikan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan dalih merasa teraniaya dan ingin merdeka serta hidup mulia, tapi kenyataannya justru KST menolak kemajuan di Papua dan memperpanjang penderitaan rakyat.

Seiring keseriusan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam melakukan pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat di wilayah Papua. Namun keseriusan tersebut justru dikacaukan oleh KST yang bangga atas perbuatan onar dan bejatnya.
Salah satu bukti KST menghambat kemajuan Papua adalah, terjadinya peristiwa pada Maret 2022. KST menyerang dan menembak aparat TNI Satgas Kodim Yonif R 408/SBH di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yang sedang memperbaiki saluran air hingga mengakibatkan salah satu prajurit TNI Pratu Heriyanto terkena tembakan di bagian leher.
Atas ulah brutal KST tersebut dengan mengabaikan HAM, tentu saja AKT telah menjadi sorotan tidak hanya di Papua dan Nasional, namun dunia pun mengutuk tindakan kekerasan yang tidak berperikemanusiaan.
Pada 8 April 2021 lalu, KST pimpinan Nau Waker membakar tiga sekolah yakni SD, SMP dan SMA di wilayah kampung Julukoma, distrik Boega, Kabupaten Puncak, Papua. Aksi teror ini dilakukan sore hari setelah pada pagi harnya menembak mati seorang guru SD yang bertugas di sekolah tersebut.
Selain itu, pada 15 September 2022, KST juga menganiaya 6 tenaga kesehatan di Kiwirok Pegunungan Bintang, Papua. Insiden tersebut menyebabkan 4 orang luka-luka, 1 orang tewas dan 1 orang dinyatakan hilang.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meminta kepada anggota Polri dan Prajurit TNI untuk mewaspadai adanya ancaman dari KST yang aktivitasnya kerap mengganggu masyarakat sipil di Papua.
Eksistensi KST di Papua dengan semua aksi bejadnya selama ini pasti menimbulkan rasa takut yang tak berkesudahan bagi warga setempat. Tidak salah jika warga Papua meradang dan mengekspresikan kecemburuan mereka terhadap saudara-saudaranya sebangsa dan setanah air di wilayah lain yang boleh menikmati dinamika kehidupan normal tanpa rasa takut oleh serangan dadakan dari KST.
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menilai, anggota KST di Papua kini bukan lagi melakukan makar, tapi juga tindakan terorisme.
Dirinya juga meminta agar TNI dan Polri tidak perlu memikirkan dengan adanya dampak narasi atau framing politik dari pihak luar terkait pelanggaran HAM. Menurutnya Komisi III DPR akan mengcounter narasi-narasi tersebut.
Arsul juga menuturkan bahwa tindakan KST ini sudah melewati batas. Menurut Arsul aksi pembantaian terhadap warga sipil yang kerap dilancarkan oleh KST tersebut sudah masuk pada kejahatan pelanggaran HAM berat. KST sendiri telah mencoreng nama Papua yang dikenal sebagai wilayah yang indah. Keindahan Papua tidak semestinya dirusak oleh keberadaan KST yang gemar menebar teror.
Irjen Mathius D Fakhiri selaku Kapolda Papua menuturkan, bahwa selama 6 bulan pertama di tahun 2022, tercatat terdapat 44 gangguan dari KST, artinya tidak ada bulan tanpa gangguan teror di Papua. Jumlah ini meningkat di mana tahun lalu hanya terjadi 34 kasus. Gangguan tersebut terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Nduga, Yakuhimo, Pegunungan Bintang, Puncak dan Painai.
KST telah menorehkan kasus-kasus berat, seperti pembunuhan masal, pencurian bahkan pembakaran fasilitas umum. Jika terdapat anggota KST yang tertangkap, tentu saja wajib mendapatkan hukuman berat sebagai efek jera.
Di sisi lain, masyarakat Papua jangan sampai termakan propaganda ataupun hoaks dari anggota KST yang dilakukan untuk mengambil simpati warga Papua. Tindakan tegas dari aparat merupakan bentuk perlindungan kepada Papua, bukan pelanggaran HAM ataupun upaya militerisasi Papua.
KST terbukti telah melancarkan aksi brutal yang membuat kerugian, padahal pemerintah sedang berupaya membangun Papua agar wilayah paling timur di Indonesia ini dapat semakin majun dan berkembang.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Bali

Debottlenecking Ekonomi Dipercepat, Pemerintah Kawal Kepastian Usaha

August 28, 2026

Pemerintah Perkuat Debottlenecking untuk Dorong Investasi Ekonomi Nasional

August 28, 2026

Debottlenecking Ekonomi Dipercepat, Pemerintah Kawal Kepastian Usaha

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Debottlenecking Ekonomi Dipercepat, Pemerintah Kawal Kepastian Usaha Jakarta – Pemerintah terus mempercepat penguraian berbagai hambatan…

Pemerintah Perkuat Debottlenecking untuk Dorong Investasi Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Pemerintah Perkuat Debottlenecking untuk Dorong Investasi Ekonomi Nasional Jakarta – Pemerintah terus memperkuat kebijakan debottlenecking…

Kurikulum Digital dan Sekolah Rakyat Yang Makin Adaptif dan Berdaya Saing

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Kurikulum Digital dan Sekolah Rakyat Yang Makin Adaptif dan Berdaya Saing   Oleh : Abdul Razak Transformasi pendidikan terus didorong pemerintah melalui penguatan akses sekaligus pembaruan cara belajar. Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sementara pengembangan kurikulum digital diarahkan agar proses pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik. Penguatan tersebut salah satunya terlihat dari penyusunan modul pembelajaran digital untuk Sekolah Rakyat. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung telah menyerahkan 1.018 konten modul pembelajaran kepada Kementerian Sosial sesuai kebutuhan program. Seluruh modul akan dimanfaatkan melalui Learning Management System (LMS) sehingga dapat diakses secara digital oleh guru maupun peserta didik. Direktur Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta UPI, Ahmad Yani menjelaskan, ribuan konten tersebut mencakup 177 mata pelajaran untuk jenjang SD hingga SMA. Penyusunan dilakukan selama dua tahun, dengan 322 modul dari 63 mata pelajaran diselesaikan pada tahun lalu dan 696 modul dari 114 mata pelajaran rampung pada tahun ini. Berdasarkan jenjang pendidikan, modul tersebut terdiri atas 73 mata pelajaran untuk SD, 44 mata pelajaran untuk SMP, dan 60 mata pelajaran untuk SMA. Setiap konten dirancang dalam beberapa bagian, mulai dari pendahuluan, kegiatan belajar, rangkuman, refleksi, latihan, hingga tes formatif. Ahmad Yani menjelaskan modul digital memiliki karakter berbeda dibandingkan buku teks elektronik atau e-book. Pada jenjang SD, materi dibuat lebih ringkas, sederhana, dan disesuaikan dengan perkembangan peserta didik. Untuk SMP, materi disusun dengan kedalaman menengah, bahasa komunikatif, serta aktivitas pembelajaran yang lebih beragam. …

Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar Jakarta – Sekolah Rakyat memasuki babak…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.