• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Bisnis»Mengapresiasi Komitmen Indonesia Soal Iklim Investasi

Mengapresiasi Komitmen Indonesia Soal Iklim Investasi

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 30 August 2022

Mengapresiasi Komitmen Indonesia Soal Iklim Investasi

Oleh : Savira Ayu

Seluruh masyarakat patut untuk memberikan apresiasi sangat tinggi bagi komitmen dan kerja nyata dari Pemerintah Indonesia mengenai peningkatan iklim investasi supaya menjadi jauh lebih baik ke depannya.

Pemerintah terus berupaya untuk bisa meningkatkan iklim investasi di Indonesia demi kelancaran percepatan pemulihan perekonomian bangsa setelah dihantam kerasnya pandemi Covid-19 dua tahun belakangan dan juga diperparah dengan adanya konflik geopolitik dunia seperti perseteruan antara Rusia dan Ukraina hingga membuat beberapa pasikan pangan terancam krisis, termasuk juga adanya inflasi dan resesi menghantam Amerika Serikat.

Beberapa waktu lalu, yakni pada hari Rabu 24 Agustus 2022 Presiden RI, Joko Widodo telah menerima secara langsung delegasi dari Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN (US-ASEAN Business Council) di Istana Presiden.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, ternyata para delegasi US-ASEAN itu telah memberikan komitmen mereka untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di bidang investasi.

Lebih lanjut, Menlu Retno menambahkan bahwa pihak US-ASEAN Business Council berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi mereka di Tanah Air pada beberapa jenis bidang, seperti bidang energi, digital transformation, kesehatan hingga pariwisata.

Retno mengatakan, kunjungan para delegasi US-ASEAN ke Indonesia ini bukanlah yang pertama kali. Pada tahun ini, sebanyak 35 perusahaan Amerika turut hadir bertemu Presiden Jokowi. Kepada para pengusaha AS-ASEAN, Presiden menjelaskan terkait komitmen Indonesia untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Selain itu, Jokowi juga membahas terkait potensi yang dimiliki Indonesia, termasuk di bidang perdagangan, manufaktur, hingga pengembangan industri hilir.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa memang sejauh ini Indonesia terus dipercaya sebagai salah satu negara tujuan investasi terbaik oleh negara-negara asing lantaran memang potensi dan kondisi fundamental perekonomian bangsa ini begitu mentereng. Bukan hanya itu, namun Pemerintah sendiri terus berupaya untuk lebih memperbaiki iklim investasi menjadi jauh lebih baik di kemudian hari, utamanya pada bidang-bidang yang memang menjadi kekuatan Indonesia.
Menurut Retno, Jokowi juga memberikan tanggapannya mengenai tiga hal. Yakni, bagaimana membangun kerja sama khususnya di bidang kesehatan, kerja sama di bidang transisi energi, serta masalah digital ekonomi. Di bidang transisi energi, Jokowi menegaskan pentingnya penguatan teknologi dan investasi.
Namun terdapat satu hal yang harus diperhatikan oleh Pemerintah, yakni ketika telah berfokus pada transisi energi tersebut, maka secara otomatis perlahan sumber energi yang selama ini digunakan seperti energi fosil akan dialihkan dan tidak digunakan, sedangkan di sisi lain kebutuhan akan energi tersebut terus besar dibutuhkan. Maka dari itu Retno menyatakan Pemerintah harus terus bisa memastikan adanya ketahanan energi.
Sedangkan di bidang digital ekonomi, Jokowi menyampaikan agar pengembangan digital ekonomi tak melupakan kepentingan masyarakat. Menlu menyebut, dalam pertemuan ini, seluruh delegasi US-ASEAN Business Council yang hadir juga memberikan apresiasinya terhadap Indonesia yang pro-aktif di bidang informasi dan kepemimpinan di kawasan khususnya tatkala menjadi presidensi G20.
Dengan karakter yang terus mementingkan keperluan rakyat tersebut, tentu Indonesia sendiri mendapatkan banyak pujian dari negara lain. Bahkan bukan hanya terus berpihak pada seluruh masyarakatnya, bahkan Indonesia beberapa kali terus menyuarakan kepentingan negara-negara tertinggal dan negara-negara berkembang lain ketika dalam forum KTT G20 supaya bisa terus bisa dibahas dan dicarikan solusinya secara bersama-sama dan membuktikan betapa pentingnya peran Indonesia di kancah dunia.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menambahkan, dalam pertemuan ini para delegasi bisnis AS-ASEAN juga memberikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi dalam mengendalikan pandemi Covid-19 serta mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Menurut Bahlil, para delegasi pengusaha tersebut juga menyampaikan ketertarikannya untuk meningkatkan investasi di Indonesia, baik di sektor pariwisata, kesehatan, dan ekonomi digital.
Bukan hanya itu, namun kerja sama investasi yang dilakukan oleh Indonesia dengan para investor asing juga terus berlanjut dan sedang berjalan di beberapa sektor seperti pada sektor oil dan gas hingga pada sektor tambang, yang mana memang sejauh ini menjadi sektor andalan Tanah Air sebagai negara produksi tambang terbesar di dunia.
Bahlil menyampaikan, Presiden menawarkan para delegasi pengusaha untuk berinvestasi ke Indonesia karena proses perizinan investasi saat ini sudah lebih sederhana. Kemudahan proses perizinan dalam hal investasi tersebut terus diupayakan oleh Pemerintah, utamanya setelah disahkannya UU Omnibus Law yang di dalamnya jelas memangkas banyak kerumitan dalam proses perizinan, termasuk juga lebih mengatur adanya pemanfaatan green economy dan green energy sebagai sebuah kegiatan investasi berkelanjutan dan jauh lebih ramah lingkungan agar generasi penerus dapat bisa merasakan dampak baik pembangunan tersebut.
Komitmen dan kerja nyata yang ditunjukkan oleh Pemerintah Indonesia untuk lebih mengembangkan iklim investasi dengan jauh lebih baik memang sangatlah perlu mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari seluruh masyarakat Indonesia sebagai bentuk dukungan supaya ke depan target percepatan pemulihan ekonomi Bangsa ini bisa tercapai dengan maksimal.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.