• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Perkuat Surveilans, Cegah Cacar Monyet

Pemerintah Perkuat Surveilans, Cegah Cacar Monyet

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 29 July 2022

Pemerintah Perkuat Surveilans, Cegah Cacar Monyet

Oleh : Syafrudin Pratama

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global usai jumlah kasus melonjak melampaui 16 ribu.

Dengan demikian, Kementerian Kesehatan mengaktifkan sistem surveilans di seluruh pintu masuk ke wilayah Indonesia untuk mencegah persebaran penyakit cacar monyet menyusul munculnya kasus penularan penyakit tersebut di sejumlah negara, termasuk negara yang berada di kawasan Asia.

Dalam upaya surveilans, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memeriksa setiap pelaku perjalanan yang datang dari negara-negara dengan kasus penularan cacar monyet, penyakit binatang yang dapat menular ke manusia serta menular dari manusia ke manusia.

Petugas KKP melakukan pemeriksaan suhu tubuh serta adanya indikasi gejala cacar monyet pada pelaku perjalanan yang datang dari luar negeri.

Perlu diketahui, cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus cacar monyet. Virus cacar monyet berasal dari famili yang sama dengan virus penyebab cacar. Oleh karena itu, gejalanya juga mirip dengan cacar biasa.

Virus cacar monyet merupakan anggota genus Orthopoxvirus dan famili Poxviridae. Saat ini terdapat dua jenis virus cacar monyet, yaitu yang pertama ditemukan di Afrika Tengah atau Basin Kongo, dan Afrika Barat. Virus yang berasal dari Basin Kongo disebut lebih menular dan menimbulkan gejala yang lebih parah.

Pada umumnya, gejala cacar monyet atau monkeypox ditandai dengan warna kemerahan atau ruam, bintik merah, tonjolan kecil pada kulit yang gampang dilhat di bagian wajah juga di telapak tangan.

Kemudian, Pemerintah akan melakukan surveilans pada kelompok yang tergolong rentan terserang cacar monyet, termasuk kelompok penyuka sesama jenis. Surveilans dilakukan dengan bekerja sama dengan beberapa organisasi maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Untungnya berdasarkan informasi yang penulis dapat dari jaringan laboratorium serta fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat sampai saat ini belum ada kasus penularan penyakit cacar monyet di wilayah Indonesia.
Namun, penulis tetap mengimbau kepada warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama mencuci tangan usai beraktivitas, serta menghindari kontak langsung dengan orang yang mengalami gejala yang mirip dengan cacar monyet.
Apabila terdapat warga yang mengalami gejala serupa dengan penyakit cacar monyet seperti gejala panas, kelainan pada kulit, bintil merah, vesikel berisi cairan atau nanah, dan yang paling khas kalau ada pembengkakan kelenjar getah bening pada leher dan selangkangan dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan laboratorium untuk mendukung pemeriksaan kasus infeksi virus penyebab penyakit cacar monyet di semua provinsi di Indonesia. WHO pun sudah meminta negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat sistem pengawasan guna mencegah penularan penyakit cacar monyet.
Perlu diketahui bahwa lebih dari 16.000 kasus penularan penyakit cacar monyet dilaporkan telah terjadi di 75 negara, termasuk tiga kasus di India dan satu kasus di Thailand. Menurut informasi yang ada pada laman resmi WHO, penyakit cacar monyet bisa menular dari binatang ke manusia melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit dan mukosa dari hewan yang terinfeksi virus penyebab cacar monyet.
Sedangkan penularan cacar monyet dari manusia ke manusia bisa terjadi akibat kontak dengan sekresi saluran respirasi, lesi kulit dari orang yang terinfeksi, atau benda-benda yang terkontaminasi virus. Masa inkubasi atau interval dari infeksi sampai terjadi kemunculan gejala penyakit cacar monyet biasanya dimulai dari enam sampai 13 hari, tetapi juga bisa berkisar lma sampai 21 hari.
Walaupun WHO telah menyatakan bahwa wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, Dicky Budiman selaku Ahli Epidemiologi mengatakan bahwa status darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) yang telah ditetapkan berbeda dengan pandemi Covid-19 dan diperkirakan cacar monyet tersebut tidak akan mengarah kepada pandemi.
Namun Dicky mengatakan bahwa harus tetap menjadi kewaspadaan untuk semua negara serta adanya kolaborasi global. Termasuk dengan dukungan finansial baik dari deteksi, respons, dan riset penyakit cacar monyet.
Setelah penetapan status PHEIC, WHO memandang wabah cacar monyet sebagai ancaman yang signifikan untuk kesehatan global. Sehingga perlu adanya respon dunia internasional yang terkoordinasi untuk mencegah virus menyebar lebih jauh.
Oleh karena itu, menurut penulis pemerintah perlu memberikan himbauan kepada masyarakat bahwa cacar monyet sudah mulai mendekat ke Asia Tenggara sehingga perlu waspada jika masyarakat ingin bepergian dan selalu menjaga protokol kesehatan saat bepergian untuk mengurangi potensi terpapar cacar monyet apabila ada yang menjadi pembawa virus.
Dengan cepatnya respon pemerintah terhadapn kemungkinan cacar monyet masuk ke Indonesia, kita sebagai masyarakat patut mengapresiasi terhadap surveilans yang dilakukan. Dengan demikian, dapat meminimalisir potensi masuknya cacar monyet ke Indonesia dan menjadi wabah baru di negeri ini.

*Penulis adalah kontributor Trilogi Institute

 

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.