• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Implementasi Nasionalisme Cegah Penyebaran Radikalisme

Implementasi Nasionalisme Cegah Penyebaran Radikalisme

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 19 June 2022

Implementasi Nasionalisme Cegah Penyebaran Radikalisme

Oleh : Muhammad Yasin

Radikalisme masih menjadi ancaman bangsa di era keterbukaan informasi. Oleh sebab itu, diperlukan implementasi nasionalisme guna mencegah penyebaran paham radikal yang dapat menciptakan perpecahan bangsa.

Bukan menjadi hal yang baik apabila dalam suatu negara dengan azas demokrasi seperti Indonesia, namun masih ada saja orang-orang atau sekelompok masyarakat yang ternyata menganut paham radikal garis keras.

Hal tersebut tentunya akan mengancam kerukunan antar warga negara dengan tidak adanya sikap toleransi di masyarakat. Selain itu, memang sudah sangat tidak sesuai dengan cita-cita luhur dari para pendiri bangsa yang menggaungkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Maka dari itu sangat penting adanya sebuah implementasi Nasionalisme, khususnya bagi para remaja generasi penerus Bangsa supaya mereka tidak mudah tergerus dengan arus globalisasi dan justru malah lupa dengan jati diri kebangsaannya sendiri serta akhirnya lebih menggaungkan sesuatu yang berasal dari luar negeri.

Hal tersebut sangat nyata, utamanya dalam era serba digital seperti sekarang ini. Bagaimana respon dari para milenial dalam berselancar di media sosial, seluruh aspek tersebut tidak luput dari pantauan Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto. Maka dari itu dirinya berharap generasi muda agar mampu untuk lebih mengkapitalisasi rasa Nasionalisme pada generasi penerus.
Dalam rangka mengajarkan semangat Nasionalisme kepada para palajar khususnya, Pangdam Jaya Mayjen Untung Budiharto langsung membentuk sebuah program yang dinamakan Army Go to School dengan tujuan utama yakni memberikan edukasi kepada para milenial mengenai wawasan Nasionalisme. Tentunya gerakan tersebut berguna untuk bisa mencegah masuknya paham-paham terlarang di kalangan anak muda.
Mayjen Untung Budiharto mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan secara langsung didatangi oleh pada Komandan Distrik Militer (Dandim) yang akan datang ke sekolah-sekolah supaya para milenial tersebut mampu untuk memiliki kesadaran bela negara dan bela Pancasila secara kuat.
Bukan tanpa alasan program ini dibuat, Pangdam Jaya tersebut menjelaskan bahwa dirinya hendak mempersiapkan para anak muda supaya tetap bisa menjaga eksistensi bangsa. Baginya, dasar dari penjagaan akan eksistensi Bangsa ini terletak dalam basic pemahaman ideologi NKRI. Sangat penting menurutnya supaya semangat untuk membangun Bangsa harus bisa dilanggengkan secara turun-menurun.
Senada dengan yang dikatakan oleh Mayjen Untung Budiharto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa Nasionalisme memang merupakan hal yang sangat penting untuk bisa diajarkan kepada generasi muda penerus Bangsa. Hal tersebut lantaran terdapat bela negara, nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, meyakini Pancasila sebagai ideologi negara serta rela untuk berkorban demi bangsa dan negara.
Ketika para milenial sudah benar-benar melekat dalam hati mereka mengenai gagasan Nasionalisme tersebut, maka Muhadjir Effendy mengaku bahwa mereka akan dengan mudah mampu untuk mencegah penyebarluasan ajaran radikalisme. Lebih lanjut, dirinya juga menilai bahwa memang tidak bisa dipungkiri bahwa generasi muda adalah merupakan ujung tombak dari upaya bela negara.
Muhadjir juga mengimbau kepada seluruh generasi muda agar mampu membentuk mental dan jiwa kepemimpinan mereka serta berani untuk bersikap keras bahkan kepada diri mereka sendiri. Hal tersebut baginya adalah sebuah prasyarat supaya mudah mengendalikan diri dan tidak gampang terpengaruh dengan lingkungan yang negatif, utamanya yang menjurus pada hal-hal berbau radikalisme dan intoleransi apalagi sampai bermuara pada berbagai macam tindak kekerasan serta ekstremisne yang tentunya bisa mengancam keutuhan NKRI.
Pada kesempatan yang lain, Wakil Ketua DPR Jazilul Fawaid mengaku bahwa dirinya sangat prihatin dengan kasus radikalisme yang belakangan ternyata masih ada dan terus bergerak ke berbagai arah. Dirinya menegaskan bahwa hal tersebut tentu sangatlah berbahaya untuk Bangsa dan akar permasalahan dari kemunculan gagasan radikalisme adalah kurangnya atau menurunnya rasa Nasionalisme.
Nasionalisme sendiri memang merupakan hal yang sangat penting karena itu menjadi dasar utama pembentukan ideologi cinta tanah air. Apabila generasi penerus Bangsa telah luntur semangat nasionalismenya, maka bukan tidak mungkin radikalisme serta ekstrimisme akan semakin menjamur di Indonesia.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Kiai Kampung Geram! Seruan Tolak LPJ PBNU Viral di Grup WhatsApp, Singgung Nasib 100 Juta Warga NU

August 21, 2026

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

August 21, 2026

Kiai Kampung Geram! Seruan Tolak LPJ PBNU Viral di Grup WhatsApp, Singgung Nasib 100 Juta Warga NU

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Jelang gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang rencananya bertempat di Tambakberas, Jombang, suhu politik di…

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026 Jakarta – Pemerintah terus…

GERBANG TOLL PBNU MANDATARIS MUKTAMAR KE-34 LAMPUNG

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

GERBANG TOLL: GERAKAN BARENG TOLAK LPJ PBNU. Saya: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy. Cicit Sayyid…

Sekolah Rakyat Menjadi Wujud Nyata Asta Cita dalam Membangun Manusia Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Sekolah Rakyat Menjadi Wujud Nyata Asta Cita dalam Membangun Manusia Indonesia  Oleh: Aziz Rahman Program Sekolah Rakyat kian menunjukkan bagaimana agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata pembangunan manusia. Pendidikan ditempatkan bukan hanya sebagai sarana memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperluas kesempatan, memutus rantai kemiskinan, dan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki ruang yang lebih besar untuk menentukan masa depan. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat karena program tersebut merupakan prioritas pemerintah. Dalam koordinasi lintas kementerian pada Mei 2026, Dody menyebut rata-rata progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 93 lokasi telah mencapai 62,63 persen dan pemerintah menargetkan penyelesaian agar fasilitas dapat segera difungsikan. Ia juga menekankan bahwa dirinya turun langsung ke lapangan bukan hanya untuk memantau, tetapi sekaligus mencari solusi atas persoalan teknis yang muncul. Sikap tersebut memperlihatkan karakter pemerintahan yang ingin memastikan program prioritas tidak berhenti pada perencanaan. Bahkan ketika menemukan pekerjaan yang terlambat, Dody memberikan teguran keras kepada kontraktor pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju pada awal Agustus 2026. Teguran itu penting dibaca sebagai bentuk pengawasan dan keberpihakan pada kepentingan publik: percepatan harus berjalan bersama mutu, keselamatan, dan kepastian manfaat bagi peserta didik. Di sisi lain, pembangunan Sekolah Rakyat DKI Jakarta yang digarap Hutama Karya telah memasuki tahap pemanfaatan pada tahun ajaran 2026/2027, dengan 240 siswa bergabung pada gelombang pertama. Dari Papua, dukungan terhadap program ini memperlihatkan bahwa pemerataan pendidikan tidak boleh berhenti di pusat-pusat pertumbuhan. Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra sejak awal menyatakan kesiapan daerahnya mendukung Sekolah Rakyat. Pada tahap awal, Pemkab Biak Numfor mengusulkan revitalisasi aset Badan Diklat untuk dua rombongan belajar tingkat SMA dengan kapasitas 50 siswa, sekaligus menyiapkan lahan 10 hektare bagi pengembangan fasilitas jenjang SD dan SMP. Dalam perkembangannya, kapasitas pelaksanaan diperluas menjadi 100 siswa. Perkembangan terbaru semakin memperkuat arti penting dukungan daerah. Pada 1 Agustus 2026, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan groundbreaking Sekolah Rakyat di Biak Numfor dan mengajak kepala daerah se-Tanah Papua mendukung program tersebut. Dengan demikian, Sekolah Rakyat di Papua bukan hanya proyek pendidikan, tetapi simbol bahwa kebijakan nasional dapat hadir secara nyata hingga wilayah timur Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melengkapi gambaran tersebut dengan menempatkan ketepatan sasaran sebagai prinsip utama. Saat merespons kesiapan Biak Numfor, ia menegaskan bahwa program harus memprioritaskan anak dari keluarga penerima manfaat pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, terutama yang berada di sekitar lokasi sekolah. Pemerintah juga terus membangun koordinasi lintas kementerian agar pengelolaan program, kurikulum, tenaga pendidik, dan mutu pendidikan berjalan selaras. Data nasional menunjukkan skala kebijakan ini terus membesar. Hingga April 2026, Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 15.000 siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi, dengan dukungan lebih dari 2.500 tenaga pendidik dan kependidikan. Sebelumnya, pada Januari 2026, Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang saat itu tersebar di 34 provinsi sekaligus melakukan groundbreaking 104 Sekolah Rakyat permanen. Perluasan cakupan hingga 36 provinsi menunjukkan program terus menjangkau wilayah yang lebih luas. Pada Juni 2026, ketika meninjau Sekolah Rakyat di Tabanan, Presiden kembali menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat yang paling membutuhkan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.