• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Investasi di Indonesia Lebih Inklusif

Investasi di Indonesia Lebih Inklusif

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 14 May 2022

Investasi di Indonesia Lebih Inklusif

Oleh : Ruli Adisasmita

Indonesia merupakan negara ramah investasi yang terbuka bagi siapa saja. Pemerintah juga sudah berkomitmen untuk membangun iklim investasi lebih inklusif yang diharapkan dapat berujung pada kesejahteraan masyarakat.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Imam Soejoedi menuturkan, hasil positif yang diraih investasi pada kuartal 1 tahun ini, tidak terlepas dari kepiawaian Presiden Jokowi dalam menarik investor asing.

BKPM berkomentar terkait alasan lonjakan investasi pada kuartal I-2022 yang tercatat sebesar Rp 282,4 triliun atau meningkat 28,5%. Hal ini dicapai melalui serangkaian kebijakan yang akomodatif dan inovatif untuk mendorong investasi di tanah air.

Imam Soejoedi menambahkan, investasi ini dimungkinkan berkat kebijakan dari Presiden Joko Widodo yang konstruktif, inovatif yang tahu bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan investasi.

Dalam hal ini, kombinasi kebijakan tersebut, investasi di Indonesia diharapkan menjadi lebih inklusif. Hal ini ditandai dengan pemerataan investasi di Jawa dan luar Jawa.
Bahkan, selama tiga tahun terakhir, implementasi investasi di luar Jawa Berhasil melampaui Jawa. Imam mencatat, dalam tiga tahun terakhir, investasi di luar Jawa tumbuh lebih dari 50%. Sehingga fokus investasi tidak hanya java-focused atau jawa-sentris. Investasi di Indonesia tentu saja mendorong adanya pertumbuhan ekonomi dari Sabang sampai Merauke.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, sebagai refleksi pemerataan ekonomi di Indonesia, pertumbuhan investasi di luar Jawa saat ini cukup stabil dan terus mengalami peningkatan secara signifikan. Pada triwulan I-2022 realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp 148,7 triliun atau meningkat 16,6% dari triwulan IV-2021 yang sebesar Rp 127,5 triliun.
Pertumbuhan investasi di luar Jawa terlihat dengan masuknya Riau dan Sulawesi Tengah ke dalam lima besar lokasi investasi PMA dan PMDN. Sedangkan tiga provinsi luar Jawa dengan realisasi investasi PMA terbesar, yaitu Sulawesi Tengah di urutan pertama dengan persentase sebesar 12,9% diikuti Riau 9,9% dan Maluku Utara 7,3%.
Bahlil juga mengatakan, bahwa dirinya mendapatkan perintah dari Presiden Jokowi untuk mewujudkan investasi yang inklusif dan berkualitas yaitu adanya keseimbangan realisasi investasi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, peningkatan nilai tambah sumber daya alam dan mineral, serta tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru di daerah. Untuk itu seluruh unit di Kementerian Investasi/BKPM dengan upaya out of the box melakukan langkah-langkah dalam rangka pencapaian investasi inklusif.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede telah memperkirakan bahwa kinerja investasi Indonesia pada kuartal II/2022 masih akan mengalami peningkatan, terutama pada sektor pertambangan sejalan dengan harga komoditas yang melonjak.
Josua juga menjelaskan, pada kuartal I/2022, sektor pertambangan merupakan salah satu sektor yang mencatatkan nilai investasi tertinggi, baik dari investasi domestik maupun investasi asing. Penanaman modal dalam negeri di sektor pertambangan tercatat mencapai Rp 18,39 triliun, pada periode tersebut, sementara penanaman modal asing sektor ini tercatat sebesar 1,17 miliar US dollar. Dengan kondisi harga komoditas masih cenderung tinggi pada kuartal II/2022, diperkirakan investasi yang berkaitan dengan pertambangan masih relatif tinggi.
Selain sektor pertambangan, Josua juga memperkirakan prospek investasi di sektor yang berkaitan dengan ekonomi berkelanjutan juga akan tinggi, seperti nikel yang dibutuhkan untuk menjadi subtitusi ketergantungan bahan bakar. Adapun, Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi pada semester I/2022 sebesar Rp 282,4 triliun, meningkat 28,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kenaikan realisasi investasi tersebut menunjukkan bahwa prospek bisnis di Indonesia yang semakin membaik. Hal tersebut diperkuat oleh kenaikan harga komoditas global, yang mendorong sektor turunannya di Indonesia mengalami perbaikan kinerja. Sektor yang mencatatkan kinerja investasi yang tinggi adalah sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi, yang tercatat sebesar Rp 26,97 triliun untuk investasi domestik dan 0,87 miliar US dolar untuk investasi asing.
Keberadaan investasi di Indonesia tentu saja akan berdampak pula pada peningkatan aktivitas ekonomi, sehingga pemulihan ekonomi pasca pandemi di Indonesia akan semakin cepat karena penerapan investasi inklusif.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.