• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Vaksinasi dan PCR Tidak Membatalkan Puasa

Vaksinasi dan PCR Tidak Membatalkan Puasa

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 8 April 2022

Vaksinasi dan PCR Tidak Membatalkan Puasa

Oleh : Muhammad Yasin

Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Bagi masyarakat yang akan melakukan vaksinasi tidak usah khawatir, karena suntikan vaksin tidak membatalkan ibadah puasa. Begitu juga dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Ramadhan sudah di depan mata. Lagi-lagi kita menjalaninya di tengah pandemi. Namun kita wajib bersyukur karena bisa dipertemukan lagi dengan bulan suci yang hanya datang sekali dalam 12 bulan. Saat ini Ramadhan sudah makin aman karena semuanya mematuhi protokol kesehatan dan juga vaksinasi.

Bagaimana dengan masyarakat yang jadwal vaksinasinya di bulan Ramadhan? Begitu juga dengan tes PCR yang diambil demi mengetahui apakah kena Corona apa tidak.

Apalagi bagi yang akan mudik dan baru vaksin sekali atau dua kali, maka tetap harus tes PCR sebelum berangkat. Banyak yang akhirnya jadi ragu karena takut keduanya akan membatalkan puasa.

Masyarakat tidak usah khawatir karena bisa melakukan vaksinasi dan tes PCR di bulan Ramadhan. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Niam Soleh menyatakan, “Vaksinasi dan tidak membatalkan puasa. Penyebabnya karena vaksin diberikan lewat suntikan. Namun jika takut akan kejadian pasca vaksinasi dan harus makan sebelum disuntik, maka vaksinasi bisa dilaksanakan setelah berbuka.”

Pernyataan dari MUI tersebut melegakan karena rata-rata vaksinasi dilakukan di pagi dan siang hari, jika injeksi dilakukan di RS. Masyarakat tetap bisa untuk vaksin pertama, kedua, atau booster tanpa harus mengkhawatirkan pahala puasanya. Jadi mereka akan vaksinasi tanpa ragu dan tetap berpuasa dengan lancar tanpa mengkhawatirkan sahihnya ibadah tersebut.
Jika memang takut akan kejadian pasca vaksinasi maka bisa memilih opsi untuk disuntik setelah maghrib. Memang vaksinasi minim sekali risikonya tetapi jika ada yang disuntik saat keadaan kurang fit maka ia bisa merasa pusing atau kelaparan. Ketika terjadi seperti itu maka harus makan, minum, dan istirahat cukup, dan jika disuntiknya setelah berbuka maka aman saja karena tidak harus membatalkan puasa.
Sementara itu, masyarakat juga lega karena MUI memutuskan bahwa PCR tidak membatalkan ibadah puasa. Tes swab dan antigen tidak membatalkan dan bagi masyaraka yang melakukan tes usap ini, baik melalui tes hidung maupun tenggorokan, tetap sah puasanya.
Masyarakat amat lega karena mereka bisa tes PCR di lab lalu menunggu hasilnya, dn jika negatif maka bisa langsung berangkat untuk pulang kampung. Tes PCR yang dilakukan sebelum waktu berbuka tetap membuah pahala puasanya utuh. Mereka pun bisa mudik dengan lancar dan gembira karena sudah rindu pada orang tua di desa.
Hal yang membatalkan puasa antara lain adalah makan dan minum dengan sengaja. Bisa jadi yang menganggap bahwa vaksin tidak boleh dilakukan saat Ramadhan karena menganggapnya sama saja dengan meminum obat. Padahal injeksi dilakukan menembus kulit di lengan dan tidak melalui jalur pencernaan, sehingga MUI bersabda bahwa hal itu tidak membatalkan puasa.
Jika ada yang tes PCR maka juga bisa melakukannya dengan lancar, karena alatnya hanya sedikit menyentuh rongga hidung dan mulut. Tidak ada cairan yang muncul saat tes sehingga otomatis tidak membatalkan ibadah puasa.
Masyarakat bisa puasa dengan lancar karena MUI berfatwa bahwa vaksinasi dan PCR tidak membatalkan puasa. Sehingga Ramadhan akan lancar di tengah pandemi dan bisa vaksin, sehingga cakupan vaksinasi akan makin luas. Kemudian, tes PCR juga bisa dilakukan di siang hari karena membuat puasa tetap sah, dan mereka yang hasilnya negatif bisa langsung mudik dengan lancar.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

 

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.