• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kasus Covid 19 Melandai, Masyarakat Tetap Harus Taat Prokes

Kasus Covid 19 Melandai, Masyarakat Tetap Harus Taat Prokes

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 6 March 2022

Kasus Covid 19 Melandai, Masyarakat Tetap Harus Taat Prokes

Oleh : Alfisyah Dianasari

Beberapa hari terakhir, kurva kasus Covid-19 terus melandai dan menjadi kabar menggembirakan di masa pandemi Covid-19. Namun demikian, masyarakat diimbau untuk senantiasa menerapkan Prokes ketat karena pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Tak terasa sudah dua tahun pandemi dan meski kita belum tahu kapan ujian ini usai, tetapi ada secercah harapan. Masyarakat makin banyak yang sudah divaksin secara lengkap dan disiplin dalam pakai masker.

Selain itu, angka pasien Corona juga mulai menurun, dan ini harus diapresiasi karena merupakan hasil dari kerja keras para tenaga kesehatan, Tim Satgas Penanganan Covid-19, serta relawan.

Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan, dokter Siti Nadia Tarmidzi menyatakan bahwa kurva kasus Corona mulai melandai dan jumlah pasien turun sebanyak 35%.

Jika dulu kasus harian mencapai di atas 50.000 maka sekarang tinggal 36.000-an per hari. Akibatnya, tingkat keterisian Rumah Sakit pun berkurang.

Akan tetapi, ketika kasus Corona turun, jangan malah bersantai karena wajib menaati protokol kesehatan. Pasalnya, pandemi belum dinyatakan usai oleh WHO. Selain itu, di Indonesia juga belum terbentuk kekebalan kelompok karena yang divaksin baru 50% dari jumlah penduduk.

Peringatan dari Kementerian Kesehatan memang wajib ditaati, karena faktanya, mulai banyak pelanggaran protokol kesehatan. Terutama di poin menghindari kerumunan. Sebelum bulan Ramadhan, malah dimanfaatkan masyarakat untuk membuat acara seperti pesta pernikahan yang mengundang sampai ratusan bahkan ribuan orang.

Hal ini tentu berbahaya karena bisa menyebabkan klaster Corona baru.
Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan long weekend untuk berwisata keluar kota. Padahal ini juga melanggar poin dalam protokol kesehatan, yakni mengurangi mobilitas. Akan terjadi efek domino negatif, ketika banyak yang kena Corona pasca liburan dan ada potensi kenaikan kasus, dan nanti ketika ada larangan mudik lebaran malah pemerintah dimaki-maki. Padahal itu adalah kesalahan mereka sendiri yang tidak taat protokol kesehatan.
Oleh karena itu, jangan langgar protokol kesehatan jika tidak ingin ada kenaikan kasus Corona, lalu muncul larangan mudik. Peraturan bukanlah untuk dilanggar, melainkan harus ditaati. Semua wajib tertib jika ingin pandemi selesai.
Jangan lupa untuk pakai masker dan bahkan pakai double masker, dengan posisi masker disposable di dalam dan masker kain di luar, untuk memperkuat filtrasi. Bawa juga minimal selusin masker di dalam tas, jadi ketika menemui orang yang tidak pakai masker, berikan sehelai masker itu pada mereka.
Patuhi juga aturan lain dalam protokol kesehatan, dan pemilik perusahaan wajib menurut pada pemerintah. Jangan memaksakan diri untuk full work from office tetapi beri kesempatan juga untuk work from home, tujuannya untuk menjaga jarak di dalam kantor.
Untuk sekolah, maka wajib full daring lagi alias school from home karena kasus sudah melandai tetapi anak-anak wajib dilindungi dari bahaya Corona. Jangan malah diam-diam sekolah dibuka lalu muridnya memakai baju bebas, agar tidak dicurigai.
Ketika semua orang menaati protokol kesehatan maka kita optimis kasus Corona bisa ditekan. Jangan malah seenaknya lepas masker, walau sudah divaksin sampai tiga kali, karena pandemi belum selesai. Semua harus tertib agar tetap sehat dari virus dan bakteri manapun.
Kasus Corona memang sedang turun tetapi jangan santai dulu karena masih pandemi. Tetaplah menaati protokol kesehatan dan jangan melanggar sedikitpun, jika ingin pandemi cepat berakhir. Selain disiplin protokol kesehatan, maka wajib juga untuk vaksinasi agar terlindungi dari Corona.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.