• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Jangan Anggap Remeh Varian Omicron

Jangan Anggap Remeh Varian Omicron

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 27 January 2022

Jangan Anggap Remeh Varian Omicron

Oleh : Deny Indrayana

Kasus kematian akibat varian Omicron menandakan bahwa varian baru ini tidak dapat dianggap remeh. Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik, disiplin Prokes, dan selalu menaati berbagai kebijakan Pemerintah.

Pandemi sudah dilewati selama 2 tahun tetapi sayangnya belum ada tanda-tanda selesai. Malah sekarang kita harus berjuang melawan virus Covid-19 varian Omicron. Jumlah pasien pun naik drastis jadi 500-an per hari padahal bulan lalu hanya 200-an per harinya.

Virus Covid-19 varian Omicron awalnya ditemukan di Afrika Selatan, Zimbabwe, dan sekitarnya. Saat sudah ada kasus Omicron di Malaysia dan Singapura, kita takut ia akan masuk ke Indonesia. Lantas ketika ia sudah masuk, dalam beberapa minggu saja sudah memakan korban lebih dari 200 orang.

Di antara pasien-pasien itu, ada 2 yang meninggal dunia. Juru bicara vaksinasi dokter Siti Nadia Tarmidzi menyatakan bahwa pasien yang kehilangan nyawa gara-gara Omicron adalah pelaku perjalanan dari luar negeri dan transmisi lokal.
Meninggalnya pasien Corona varian Omicron membuat kita harus makin waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Penyebabnya karena varian ini menyebar 70 kali lebih cepat daripada varian alfa. Sehingga jika semua orang tidak taat prokes, takutnya memicu kasus baru dan membuat serangan Corona gelombang ketiga.
Ketaatan terhadap protokol kesehatan harus dilakukan dan jangan dikendorkan. Sejak awal pandemi kita sudah biasa memakai masker dan mencuci tangan, bukan? Jangan lelah untuk taat protokol kesehatan karena menjaga kebugaran dan imunitas di masa pandemi adalah sebuah prioritas.
Lengkapi dengan prokes lain seperti menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, sehingga risiko penularan dapat ditekan. Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi mobilitas alias jangan keluyuran karena bisa saja kita tertular Omicron di luar sana ketika tak sengaja membuka masker. Jangan pula membuat kerumunan dengan sengaja karena pasti akan dibubarkan oleh tim satgas penanganan Covid.
Saat awal Omicron masuk ke Indonesia ada yang santai saja karena katanya gejala kena Omicron lebih ringan daripada varian delta. Akan tetapi jangan diremehkan karena walau tak ada anosmia (kehilangan fungsi indra penciuman), tetap saja Omicron berbahaya. Siapa sih yang ingin kena Corona?
Memang rata-rata yang terkena Omicron masuk ke gejala ringan dan hanya diminta untuk isolasi mandiri dan minum obat. Akan tetapi itu khusus bagi mereka yang sudah divaksin. Jika belum divaksin sama sekali maka akan lebih besar resikonya alias bisa meninggal dunia. Tentu Anda tak mau kehilangam nyawa, bukan?
Oleh karena itu, selain menaati protokol kesehatan, maka wajib untuk vaksinasi. Jangan remehkan Omicron karena 2 kali vaksin bisa meningkatkan imunitas dan menjauhkan Anda dari Corona varian apa saja. Jika memang terinfeksi virus Covid-19 pasca vaksin maka akan lekas sembuh dan hanya terkena gejala ringan.
Jangan ragu untuk vaksin karena masih digratiskan, sementara di banyak negara lain harus bayar minimal 300.000 rupiah. Vaksin Corona juga halal MUI dan terbukti aman. Jika punya anak yang berusia minimal 6 tahun maka juga ajak untuk diinjeksi vaksin, demi kesehatannya.
Virus Covid-19 varian Omicron sudah memakan 2 nyawa. Jangan remehkan varian ini karena bisa mematikan dan menyebar jauh lebih dahsyat daripada varian delta atau yang lain. Tetaplah menaati protokol kesehatan dan vaksinasi, agar aman dari Corona varian apa saja.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

 

UNIDA Gontor Dorong Pengembangan Potensi Wisata Sungai Ngindeng untuk Kemandirian Desa

August 17, 2026

Negara Hadir untuk Ojol lewat Perlindungan Pendapatan, Hak Kerja, dan Masa Depan

August 17, 2026

UNIDA Gontor Dorong Pengembangan Potensi Wisata Sungai Ngindeng untuk Kemandirian Desa

By Kata IndonesiaAugust 17, 20260

Soft Launching Tubing Ngindeng menjadi wujud pengabdian berdampak UNIDA Gontor dalam membangun masyarakat berdaya, mandiri,…

Negara Hadir untuk Ojol lewat Perlindungan Pendapatan, Hak Kerja, dan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 17, 20260

Negara Hadir untuk Ojol lewat Perlindungan Pendapatan, Hak Kerja, dan Masa Depan Oleh Aryandi Pemerintah…

Perpres Ojol Disiapkan, Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pengemudi

By Kata IndonesiaAugust 17, 20260

Perpres Ojol Disiapkan, Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pengemudi Jakarta – Pemerintah terus mematangkan kebijakan…

Perpres Ojol Targetkan Aturan Lebih Adil bagi Pengemudi dan Aplikator

By Kata IndonesiaAugust 17, 20260

Perpres Ojol Targetkan Aturan Lebih Adil bagi Pengemudi dan Aplikator Jakarta – Pemerintah terus memfinalisasi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.