• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Gaya Hidup»Keren, Air Purifier dengan HEPA Filter dan Lampu UVC, Produk Inovatif Terbaru ASKI

Keren, Air Purifier dengan HEPA Filter dan Lampu UVC, Produk Inovatif Terbaru ASKI

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 18 August 2021

Konsisten dengan inovasi yang dilakukan, hari ini PT Astra Komponen Indonesia (ASKI)  meluncurkan FREZAIR, air purifier yang dilengkapi HEPA Filter dan UVC Lamp, setelah  meluncurkan masker transparan dengan elektrik fan (Smile) pada Januari 2021 (26/7).

Penggunaan air purifier atau pemurni udara di dalam ruangan di masa pandemi Covid-19 ini,  menjadi salah satu usaha untuk membuat sirkulasi udara di ruang tertutup agar tetap bersih  untuk menjaga kesehatan.

Hal tersebut juga sejalan dengan Instruksi Mendagri No. 15 tahun 2021 sebagaimana yang  diamandemen ketiga kalinya dengan Instruksi Mendagri No. 19 tahun 2021 dalam Diktum ke-7  bahwa dalam kondisi pintu atau jendela tidak dapat dibuka, maka air purifier dengan High  Efficiency Particulate Air (HEPA) filter dapat digunakan di dalam ruangan. Tidak hanya itu,  Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) baru-baru ini juga  mengeluarkan pernyataan terkait risiko penularan virus Covid-19 lewat aerosol di udara dalam  ruangan tertutup. Oleh karena itu, air purifier menjadi salah satu perangkat pendukung yang  efektif untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19 di dalam ruangan. Selain itu, air  purifier juga berguna untuk membantu meningkatkan kualitas udara dan lingkungan baik di  perumahan, perkantoran hingga rumah sakit.

FREZAIR menggunakan empat tahap pemurnian udara, yaitu Pre-filter untuk menyaring debu  yang bisa dilepas dan dicuci, Carbon Filter untuk menyaring bau, HEPA Filter H13 dengan  efisiensi 99,97% mampu menyaring partikel 0,3 micron, serta terakhir yaitu penyinaran  menggunakan Lampu UVC dengan panjang gelombang 254nm yang terbukti efektif untuk  membunuh virus dan bakteri.

Selain empat tahap pemurnian udara, FREZAIR dilengkapi dengan teknologi dua muka, di mana  penyaringan udara dilakukan melalui dua sisi yaitu depan dan belakang, sehingga membuat  proses pemurnian udara berlangsung lebih maksimal dan menghasilkan udara segar yang bersih  dan bebas polusi.

FREZAIR berukuran compact dengan desain yang minimalis sehingga fleksibel untuk  ditempatkan di setiap sudut ruangan. Disertai dengan tiga mode kecepatan kipas, yaitu quiet,  normal, dan powerful yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Semua keunggulan tersebut  juga dilengkapi dengan konsumsi listrik yang hemat yaitu sebesar 36 Watt pada mode powerful.

Selain FREZAIR dan Smile, GRIN telah meluncurkan berbagai innovative wearable product sejak  April 2020 yaitu 2 generasi Face Shield (Glashield), Safety Google (Sago), Corona Finger (Keisha),  alat kesehatan EOSTRA (Extraoral Dental Suction Machine), KoVee UVC multipurpose Box, dan  Automatic Door System Adore.

“FREZAIR kami luncurkan dengan tujuan membantu menjaga kebersihan udara ruangan Anda.  Dengan udara bersih dan sehat, niscaya kesehatan pun meningkat. Saat ini, FREZAIR dan  produk-produk inovatif ASKI lainnya sudah dapat dipesan melalui website PT Astra Komponen  Indonesia yaitu www.grin.co.id,” tutup Prihatanto.

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan Jakarta – Pemerintah menilai kondisi perekonomian…

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.