Penyebaran informasi hoaks dapat membahayakan dan merugikan negara. Daya rusak yang ditimbulnya bisa disetarakan dengan aksi destruktif terorisme .Hal ini disampaikan Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) I Gede Narayana dalam Dialog Kebangsaan Prajaniti Hindu Indonesia yang digelar secara virtual, Sabtu (10/7).
“Pelaku terorisme dengan pembuat atau penyebar hoaks dapat disetarakan, karena membahayakan dan merugikan negara. Mereka juga membuat gaduh,” kata Gede Narayana.
Selain itu, lanjut Gede, hoaks juga dapat membunuh karakter seseorang. Oleh karena itu, Gede mengajak semua pihak untuk menangkal radikalisme dan hoaks di era keterbukaan informasi ini.
Dia mengimbau kepada semua anak bangsa untuk mengisi media sosial dengan informasi menyejukan, memberikan edukasi dan hiburan yang baik dan positif.
Menurutnya, memberi kritik itu hal biasa, tapi jangan membuat keributan yang destruktif serta kegaduhan di media sosial. “Memberikan kritik boleh saja, tetapi dengan bijak dan santun agar dapat diterima dengan baik,” jelasnya.
Gede menambahkan, bila kritik tidak disampaikan dengan bijak dan santun, maka akan menyebabkan perlawanan. Hal tersebut harus dihindari.