• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Mendukung Pemerintah Mengusut Kebocoran Data Pribadi

Mendukung Pemerintah Mengusut Kebocoran Data Pribadi

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 28 May 2021

Oleh : Aldia Putra

Pemerintah terus berupaya mengusut bocornya data 279 juta penduduk yang tersebar di Internet. Selain melakukan investigasi mendalam, Pemerintah juga terus berupaya untuk memblokir situs yang menjual data tersebut dan membentuk tim bersama guna menanggulangi permasalahan kebocoran data WNI di Internet.

Kebocoran data WNI rupanya disesalkan oleh Pemerintah, Tjahjo Kumolo selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) mengaku menyesal atas terjadinya kebocoran data yang diduga berasal dari BPJS Kesehatan.

Pihaknya juga memberikan dukungan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengusut tuntas kebocoran data peserta BPJS Kesehatan. Di mana kemungkinan terdapat data PNS/ASN di dalamnya.

Kebocoran data 279 juta penduduk ini, terindikasi terkait nama, nomor telepon, alamat, gaji serta data kependudukan. Diperkirakan data para ASN juga termasuk dalam kebocoran data tersebut. Sebab, ASN serta prajurit TNI-Polri juga menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Menurut informasi, Kemkominfo telah melakukan investigasi terhadap dugaan kebocoran data ini sejak 20 Mei 2021. Isu ini berasal dari media sosial yang menyebutka data penduduk Indonesia bocor dan dijual ke forum peretas online. Dari 279 juta data tersebut, 20 juta diantaranya disebut memuat foto pribadi.

Sementara itu, BPJS Kesehatan juga tidak tinggal diam atas kejadian ini, dimana perusahaan asuransi dari pemerintah tersebut telah membentuk tim khusus bernama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kemkominfo serta Telkom untuk melakukan penelusuran.

Kemkominfo juga telah memanggil Direksi BPJS Kesehatan untuk segera memastikan dan menguji ulang data pribadi yang bocor.

Pada pasal 26 ayat 1 UU 19/2016 tentang informasi dan transaksi elektronik, tertulis bahwa setiap penggunaan informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang, harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan.

Dasar tersebtu kemudian diturunkan dalam peraturan menteri komunikasi dan informatika No. 20/2016 tentang Perlindungan Data Pribadi Dalam Sistem Elektronik. Pada pasal 36 peraturan menteri tersebut disebutkan bahwa pihak yang menyebarluaskan data pribadi dapat dikenai sanksi berupa peringatan lisan, tertulis, penghentian kegiatan atau pengumuman di situs online.

Adapun hingga kini dasar hukum perlindungan data pribadi WNI masih dalam rancangan undang-undang (RUU).

RUU tersebut dinilai penting karena selama ini secara nyata terlihat bahwa penegak hukum masih kesulitan untuk menerapkan sanksi tegas yang sifatnya pidana kepada oknum yang membocorkan data konsumen.
Sehingga menjadi penting agar RUU perlindungan data pribadi dapat disahkan segera menjadi UU.

Direktur Utama Bpjs Kesehatan Ali Ghuffron Mukti melaporkan kepada Komisi Kesehatan DPR dalam rapat di Gedung DPR, bahwa pada 20 Mei 2021, BPJS segera melakukan koordinasi dan investigasi terkait adanya dugaan peretasan.

Dalam kasus kebocoran data ini, diduga data yang bocor telah diperjualbelikan oleh akun bernama Kotz di Raid Forums. Ali menuturkan bahwa data tersebut mirip dengan yang mereka punya, tetapi belum diketahui apakah data tersebut bersumber dari BPJS atau bukan.

Pada 21 Mei 2021 lalu, BPJS menggelar rapat dengan sejumlah pihak. Mulai dari Dewan Pengawas BPJS, BSSN, Kemkominfo, Siber Kemenhan, hingga IT Security Expert dari Telkomsigma yang merupakan perusahaan di bawah PT Telkom (Persero) Tbk.

Selanjutnya, BPJS mengamankan titik akses dengan melakukan penutupan dan investigasi. Lalu, BPJS untuk sementara waktu menunda semua kerja sama yang berkaitan dengan pertukaran data.

Pada hari yang sama, Kominfo juga telah menutup akses ke situs raidforums.com dan 3 tautan lainnya yang menjadi tempat mengunduh data yang bocor tersebut. Mulai dari bayfiles.com, mega.nz dan anonfiles.com.

Pada tanggal 22 Mei, tim BPJS Kesehatan, BSSN dan Tim Security Operation System melakukan penelusuran melalui digital forensic dan verifikasi sampel data dari akun Kotz. Total ada 100 ribu sampel dan penelusuran masih berjalan.

Sehari kemudian, Manajemen BPJS juga menyiapkan surat permohonan perlindungan hukum ke Bareskrum Polri. Selain itu, BPJS juga berkoordinasi dengan Kominfo.
BSSN juga membantu proses Investigasi internal, sampai langkah-langkah mitigasi terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan data.

Tak lupa, BPJS juga tengah mengambil sejumlah langkah dalam upaya mencegah kebocoran data, di antaranya dengan menguatkan sistem keamanan teknologi informasi.

Langkah ini tentu saja patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap hal yang tidak diharapkan, kita semua tentu berharap agar permasalahan ini tidak terulang, sehingga data privasi masyarakat dapat terjamin kerahasiaannya.

Penulis adalah warganet tinggal di Depok

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan

July 2, 2026

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik

July 2, 2026

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Mahasiswa Papua Diimbau Kedepankan Dialog demi Stabilitas dan Kelanjutan Pembangunan Jayapura – Kalangan mahasiswa di…

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Dialog DPR dengan Mahasiswa Dinilai Langkah Cerdas Redam Ketegangan Politik Jakarta – Langkah pimpinan…

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa 

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa  Oleh: Ganesh Lepen Wengi *) Demonstrasi mahasiswa selalu memiliki tempat penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Mahasiswa seringkali menjadi kelompok pertama yang menangkap kegelisahan publik, mengartikulasikan persoalan bangsa, sekaligus mendorong lahirnya berbagai pembaruan kebijakan. Karena itu, kehadiran aksi mahasiswa adalah bagian dari mekanisme koreksi dalam negara demokrasi. Namun demikian, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa bebas masyarakat menyampaikan kritik. Demokrasi juga diukur dari sejauh mana pemerintah bersedia mendengarkan, membuka ruang dialog, dan menerjemahkan berbagai aspirasi menjadi kebijakan yang lebih baik. Pada titik inilah dinamika demokrasi Indonesia hari ini layak diapresiasi. Belakangan berbagai aksi mahasiswa mengangkat isu mulai dari kondisi ekonomi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih. Aspirasi tersebut merupakan hak konstitusional yang patut dihormati. Yang menarik, pemerintah tidak memilih jalan penolakan ataupun pembatasan ruang berekspresi. Sebaliknya, berbagai kritik justru dijawab melalui evaluasi kebijakan, penyempurnaan program, hingga penguatan koordinasi lintas kementerian. Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai salah satu indikator penting pemerintahan yang demokratis adalah kesediaannya menerima kritik dan membuka ruang dialog. Menurutnya, pemerintah tidak menutup diri terhadap demonstrasi mahasiswa, bahkan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang menjadi sorotan publik, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini memasuki fase pembenahan tata kelola dan mitigasi. Ia juga menilai berbagai respons pemerintah terhadap pelemahan rupiah dan dinamika pasar menunjukkan bahwa kritik masyarakat dijadikan salah satu bahan dalam penyusunan langkah kebijakan. Lebih jauh, Presiden Prabowo Subianto sendiri memberikan gambaran menarik mengenai bagaimana pemerintah memandang aspirasi masyarakat. Dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mendengarkan masukan para profesor maupun akademisi, tetapi juga memperhatikan usulan masyarakat biasa, termasuk anak-anak desa yang menyampaikan aspirasi melalui media sosial seperti TikTok. Menurut Presiden, teknologi justru memungkinkan pemerintah mengetahui persoalan hingga ke pelosok daerah dan menindaklanjutinya secara lebih cepat.…

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

By Kata IndonesiaJuly 2, 20260

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif Oleh : Aditia Rahman Perkembangan ekonomi nasional…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.