• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Peran Aktif Generasi Muda Menjaga Identitas Bangsa Indonesia dari Bahaya Radikalisme dan Intoleransi

Peran Aktif Generasi Muda Menjaga Identitas Bangsa Indonesia dari Bahaya Radikalisme dan Intoleransi

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 26 January 2021

Oleh: Johan Syahbudin (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Kota Bandung)

Diksi “radikalisme” sedang menjadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini.

Ada sebagian pihak melontarkan asumsi pentingnya penanggulangan radikalisme, menganggap hanya sebagai isu tematik yang sengaja dimainkan dan sebagian lainnya menganggap radikalisme adalah penyakit yang harus diobati.

Terlepas dari asumsi berbagai pihak, yang jelas radikalisme pasti bisa muncul kapan saja dan di manapun tempatnya. Di sinilah sebenarnya kita harus selalu waspada, pun jika rezim kekuasaan saat ini berusaha keras mengangkat pedang memerangi radikalisme.

Baca juga: Millenial Dianjurkan Gunakan Produk Sepatu Giant Flames untuk Bekerja, Begini Alasannya!

Kasak-kusuk yang sedang trending memang tidak berlebihan mengingat jika kita semua mau menengok kebelakang, amat banyak aksi dari para teroris yang tidak hanya membuat resah masyarakat, lebih dari itu banyak korban-korban berjatuhan. Di samping perlunya memberantas aksi teror, kita juga harus mengakui masih memiliki sebuah problem juga bernama intoleransi.

Menganggap sepele problem “intoleransi” dan “radikalisme” sama dengan perlahan membiarkan lepasnya ikatan keberagaman. Lepasnya ikatan keberagaman menandai keteruraian sebuah bangsa. Dalam kondisi demikian sebuah bangsa berada di ambang pintu perpecahan dan kehancuran.

Toleransi lah yang harus diterapkan di tengah-tengah masyarakat. Toleransi memang mudah dikatakan tapi sangat sulit diimplementasikan. Namun, jika dengan keinginan kuat, tidak ada yang tidak mungkin.

Toleransi menuntut untuk selalu “open mind” dalam melihat sebuah perbedaan sebagai keragaman, sehingga dampak atas kesadaran itu adalah timbulnya sikap menghormati dan menghargai terhadap sesama anak bangsa.

Praktek toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara tidak langsung akan menjadi tatanan yang damai dan harmoni, menumbuhkan sikap menghargai dan menghormati orang lain tanpa harus saling menyalahkan dan saling memusuhi.

Pancasila: Perekat Persatuan dan Pencipta Toleransi

Banyaknya perbedaan sudut pandang dan latar belakang bangsa Indonesia menghasilkan sebuah pedoman yang unik dan hanya Indonesia yang memilikinya, yaitu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Singkatnya, Pancasila (panca berarti lima, sila berarti dasar) jika disatukan Pancasila memiliki 5 sila dan Bhinneka Tunggal Ika dilambangkan dengan burung Garuda yang dituangkan dalam makna, “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.

Sebagai Warga Negara Indonesia, kita dituntut bukan hanya sekedar tahu tentang Pancasila, namun juga memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bersama melawan propaganda paham organisasi radikal dengan literasi nilai-nilai Pancasila di media sosial demi persatuan dan kemajuan Indonesia.

Inovasi Teknologi dan Sinergitas Lintas Instansi Dukung Percepatan Penanganan Karhutla

October 14, 2026

​Bukan Sekadar Umroh Biasa! Ternyata Ini Alasan Alumni 696 Gontor Kumpul Bareng Keluarga di Tanah Suci!

October 14, 2026

Inovasi Teknologi dan Sinergitas Lintas Instansi Dukung Percepatan Penanganan Karhutla

By Kata IndonesiaOctober 14, 20260

Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan inovasi teknologi dan sinergi lintas…

​Bukan Sekadar Umroh Biasa! Ternyata Ini Alasan Alumni 696 Gontor Kumpul Bareng Keluarga di Tanah Suci!

By Kata IndonesiaOctober 14, 20260

Memasuki momentum bersejarah Abad ke-2 Pondok Modern Darussalam Gontor, Alumni Emas 696 Gontor menggelar kegiatan…

Hilirisasi Menguat, Dua Tahun Prabowo-Gibran Dorong Investasi Bernilai Tambah

By Kata IndonesiaOctober 14, 20260

Hilirisasi Menguat, Dua Tahun Prabowo-Gibran Dorong Investasi Bernilai Tambah Halmahera Tengah, – Hilirisasi industri semakin…

APBN Dua Tahun Prabowo-Gibran Perlu Menggerakkan Investasi, Produksi, dan Lapangan Kerja

By Kata IndonesiaOctober 14, 20260

APBN Dua Tahun Prabowo-Gibran Perlu Menggerakkan Investasi, Produksi, dan Lapangan Kerja Oleh: Rania Ismawari Anggaran…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.