• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Penanganan Covid-19 di Daerah Relatif Membaik

Penanganan Covid-19 di Daerah Relatif Membaik

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 4 October 2020

Oleh : Aldia Putra

Beberapa minggu ini terjadi penurunan persentase pasien Corona di 10 provinsi, seperti Jatim dan Kalsel. Dari yang awalnya 71,6% menjadi 67%. Persentase mortalitas juga mengecil. Penurunan ini adalah kabar baik. Berarti penanganan pasien Corona dan pencegahan penularannya sudah berlangsung dengan tepat.

Kita sudah menjalani masa pandemi selama lebih dari 6 bulan. Masyarakat mulai terbiasa hidup dengan mematuhi protokol kesehatan dan menuruti anjuran pemerintah. Beberapa tempat yang ditutup dari orang luar mulai dibuka, walau dengan berbagai persyaratan. PSBB yang awalnya sangat ketat sudah mulai agak dilonggarkan, walau masyarakat masih tetap waspada.

Jumlah pasien sembuh juga naik. Dari data yang diberi oleh tim satgas Covid-19-19, ada 4.510 orang yang bebas Corona, tanggal 29 september. Total pasien yang sembuh jadi 214.974 orang. Sementara di 10 provinsi, ada penurunan persentase pasien. Awalnya 71,6% menjadi hanya 67%. Angka mortalitas juga menurun jadi hanya 3% dan rata-rata mereka punya penyakit bawaan.

Data penurunan persentase pasien Corona diambil dari Provinsi Banten, Bali, Papua, Sumatera Utara, Sulsel, Kalimantan Selatan, Jatim, Jateng, Jabar, dan DKI Jakarta. Penurunan jumlah pasien menjadi tanda bahwa penanganan Corona di 10 provinsi itu dan daerah lain, sudah dilakukan dengan sangat baik. Sehingga ada harapan bahwa pandemi akan berakhir.

Dokter Wiku, juru bicara tim satgas penanganan Covid-19 menyatakan bahwa 10 provinsi tersebut jadi prioritas dan penurunan jumlah pasien adalah berita baik. Jika tim satgas meningkatkan kesembuhan di provinsi-provinsi tersebut, maka akan berpengaruh ke angka kesembuhan pasien nasional.

Wiku melanjutkan, provinsi yang paling banyak penurunan kasusnya adalah Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Aceh. Dalam artian, kita harus merasa lega ada penurunan jumlah pasien di Jawa Timur. Karena sebelumnya Provinsi tersebut jadi wilayah zona merah. Bahkan Surabaya dulu termasuk wilayah zona hitam, saking banyaknya pasien Corona.

Kesembuhan pasien di daerah terjadi karena penanganan yang baik. Penanganan yang dilakukan pemerintah dan tim satgas adalah dengan menggratiskan biaya pasien Covid-19, via BPJS. Pemerintah tidak ingin masyarakat terbebani dengan biaya rawat inap dan obat-obatan yang mahal. Tes swab yang dilakukan ulang untuk memastikan kesembuhan pasien juga digratiskan.

Selain itu, pemerintah juga memberi bantuan berupa ventilator dan alat kesehatan lain. Tak hanya ke sekitar Jabodetabek tapi juga ke banyak Rumah Sakit lain di seluruh Indonesia. Jika peralatannya lengkap, maka pasien bisa mendapat perawatan maksimal dan tidak usah mencari rujukan ke RS lain, atau harus dilarikan ke kota lain.

Baca juga: Mewaspadai Manuver KAMI Ganggu Penanganan Covid-19

Para tenaga medis juga mendapat intensif dari pemerintah, sebagai penghargaan atas kerja keras mereka dalam menangani pasien Corona. Mulai dari dokter, bidan, hingga perawat, memperoleh sejumlah uang di luar gaji. Mereka juga diprioritaskan mendapat suntikan vaksin Covid-19 untuk pertama kali. Sehingga bisa lebih kebal dan tak mudah tertular Corona.

Penanganan pasien Corona yang dilakukan pemerintah dan tim satgas tidak akan terjadi jika tak ada kerja sama dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pejabat desa hingga rakyat, semua kompak dan tertib mengenakan masker ketika berada di luar rumah. mereka juga mematuhi aturan untuk jaga jarak dan tidak mengadakan acara keramaian, untuk sementara.

Di berbagai daerah di Indonesia, jumlah pasien Corona makin menurun. Hal ini jadi berita positif dan usaha pemerintah untuk menangani virus Covid-19 wajib kita apresiasi. Masyarakat juga jangan terlena ketika melihat data pasien Corona yang telah sembuh. Tetaplah taat pada protokol kesehatan, menjaga higienitas dan imunitas tubuh, agar tidak tertular.

Penulis adalah aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.