• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Gaya Hidup»Wahai Orangtua, Begini Cara Ampuh Mengatasi Anak yang Suka Berbohong

Wahai Orangtua, Begini Cara Ampuh Mengatasi Anak yang Suka Berbohong

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 16 September 2020

Laporan : Halwa Fitriosa Khalida Falaquera

Sebagai orangtua pasti mengingkan perilaku anak yang baik, rajin, dan yang paling penting adalah jujur. Anak bisa saja tidak jujur dari dia berusia 4 tahun. Lalu apa alasannya? Bagaimana cara mengatasinya?

Biasanya saat anak sudah memasuki bangku sekolah, anak akan mencari perhatian atau ingin menjadi pusat perhatian kepada semua orang.

Alasannya karena mereka meanggap mereka harus mendapatkan apa yang dimata mereka itu berharga, seperti pengharagaan dan pujian dari orang lain, maka berbohonglah cara mereka untuk mendapatkan itu semua.

Anak juga bisa berbohong karena takut. Misalnya nih, anak tahu dirinya melakukan kesalahan. Nah, agar nggak dimarahi orang tuanya atau orang dewasa lainnya, mereka pun menutupi kesalahannya dengan berbohong .
Ironinya, hal semacam ini seringkali lolos dari perhatian para orang tua.

Penyebab anak berbohong paling sering di dapati adalah ketika ia berpura-pura sakit dan tidak ingin masuk sekolah. Biasanya pasti ada satu hal yang mengganggunya atau ada situasi yang tidak menyenangkan baginya disekolah.

Lalu, ia juga takut akan dihukum, sebuah studi menemukan bahwa hukuman justru akan membuat anak tidak akan lagi mengatakan kebenrannya. Hal ini akan terjadi karena ada rasa kekhawatiran anak ketika ia sudah mengatakan hal yang sebenarnya mereka justru akan dihukum.

Baca juga: Untuk Istri, Suamimu Akan Setia Jika Kamu Lakukan Ciuman Ini

Jadi hal ini akan membuat anak tidak akan mengatakan hal yang sebenarkan karena takut jika harus berkata jujur dan akan dimarahi atau mendapatkan hukuman.

Selain ini tuntutan orangtua yang terlalu tinggi juga akan membuat anak menjadi orang yang tidak jujur. Jika anak merasa tidak mampu untuk memenuhi tuntutan orangtua yang terlalu tinggi, maka mereka akan berbohong untuk membahagiakan dan penerimaan dari orangtua.

Biasanya anak juga akan selalu beruhsa untuk menyenangkan, membantu atau melindungi orang lain atau temannya karena teman begitu penting untuk anak, makanya ia akan melakukan cara itu.
Kadang daya imajinasi anak yang sangat tinggi juga akan membuat ia tidak mampu membedakan antara khayalan dan kenyataan. Ia nantinya akan mengatakan hal-hal yang sebenarnya hanya khalayan.

Maka, sejak dini anda sebagai orangtua harus membuat anak menyadari anak bahwa ketidak jujuran atau berbohong merupakan hal yang tidak baik di lakukan, bohong merupakan kebiasaan buruk, dan hal ini akan membuat mereka lebih dekat dengan masalah.

Selain itu coba untuk tidak bereaksi berlebihan kepada anak ketika ia sedang melakukan hal tidak baik ini padahal anda tahu ia sedang melakukan itu. Karena jika kita bereaksi berlebihan hal itu bisa membuat anak bersikap di luar kendali.

Selain itu,se baiknya kita dengarkan dulu alasan anak mengapa dia sampai berbohong. Jadi kita jangan buru-buru menghakimi anak saat dirinya ketahuan berbohong.

Coba untuk lebih dekat dengan anak, sering-sering menghabiskan waktu berharga dengannya dan mencoba menjelaskan dan menerapkan hal-hal kejujuran,

Contohkan pada anak untuk bersikap jujur, jangan sesekali anda berikan contoh tidak baik ini. Karena ingat anak akan selalu meniru atau mencontoh perilaku orangtua atau disekelilingnya di kemudian hari.

Ketika anak sudah melakukan hal kejujuran cobalah untuk menghargai dan berikan dukungan kepada mereka. Hal ini akan membuat mereka bisa jujur terhadap anda.

Jika anak sudah sangat mendramatisir keadaan sampai berbohong dalam skala besar, karena ia merasa sedang berada disituasi yang sangat terancam. Maka anda harus mencari bantuan kepada orang yang profesional agar mendapatkan penangan yang tepat untuk anak kita kedepannya.

Pengawasan Ketat Sekolah Rakyat  Cara Pemerintah Melindungi  Masa Depan Anak Rentan

September 16, 2026

Merawat Sekolah Rakyat dengan Integritas 

September 16, 2026

Pengawasan Ketat Sekolah Rakyat  Cara Pemerintah Melindungi  Masa Depan Anak Rentan

By Kata IndonesiaSeptember 16, 20260

Pengawasan Ketat Sekolah Rakyat  Cara Pemerintah Melindungi  Masa Depan Anak Rentan  Oleh : Radjiman Arif Sekolah Rakyat merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang menempatkan pendidikan sebagai instrumen untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena peserta didiknya berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, perhatian negara tidak boleh berhenti pada penerimaan siswa atau penyediaan ruang belajar. Pengawasan yang ketat menjadi bagian penting untuk memastikan anak-anak memperoleh lingkungan pendidikan yang aman, sehat, disiplin, dan mendukung perkembangan mereka. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa kepala Sekolah Rakyat memiliki tanggung jawab besar karena sekolah menerapkan sistem berasrama. Ia meminta seluruh siswa diawasi secara penuh selama 24 jam, tanpa kompromi. Pengawasan tersebut diarahkan untuk mencegah perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi sekaligus memastikan setiap anak memperoleh pendampingan yang memadai. Menurut Gus Ipul, pengawasan harus berjalan bersama kepatuhan terhadap prosedur dan kolaborasi, sehingga kepala sekolah tidak bekerja sendiri dalam menjaga keselamatan dan perkembangan peserta didik. Pesan tersebut semakin relevan karena pada 7 September 2026 Gus Ipul kembali meminta kepala Sekolah Rakyat memperketat pengawasan terhadap kondisi sekolah, mulai dari kebersihan lingkungan, pemeliharaan fasilitas, hingga administrasi dan keuangan. Ia juga menekankan pentingnya laporan mengenai kondisi kesehatan, perkembangan mental, dan latar belakang siswa. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya membangun pengawasan yang tidak hanya bersifat reaktif ketika masalah muncul, tetapi dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Dalam konteks itu, pengawasan juga perlu dilihat sebagai mekanisme perlindungan hak anak. Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher menilai tata kelola Sekolah Rakyat perlu terus diperbaiki agar pelayanan publik berjalan sesuai standar dan terhindar dari potensi maladministrasi. Ombudsman sebelumnya menyampaikan tujuh saran perbaikan kepada Kementerian Sosial terkait regulasi dan tata kelola. Dalam pemantauan pada Mei 2026, Nuzran menyampaikan bahwa proses perbaikan tersebut telah dijalankan secara substansial oleh Kemensos. Nuzran juga menegaskan komitmen Ombudsman untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Ombudsman dan Kemensos sepakat membangun kerja sama yang lebih erat, termasuk mendorong 34 perwakilan Ombudsman ikut mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat di daerah. Bagi program yang masih terus berkembang, keterlibatan lembaga pengawas menjadi modal penting agar evaluasi tidak dianggap sebagai kritik terhadap kebijakan, melainkan sebagai instrumen untuk memperbaiki kualitas layanan dan memastikan hak masyarakat miskin terhadap pendidikan dasar benar-benar terpenuhi. …

Merawat Sekolah Rakyat dengan Integritas 

By Kata IndonesiaSeptember 16, 20260

Merawat Sekolah Rakyat dengan Integritas Oleh : Catur Ronggo Sekolah Rakyat merupakan kebijakan sosial yang…

PULUNG AGUSTANTO: TINGGINYA KEMATIAN IBU DAN BAYI, ITU ALARM KERAS! 

By Kata IndonesiaSeptember 16, 20260

Anggota Komisi IX DPR RI Pulung Agustanto meminta Kementerian Kesehatan menjadikan tingginya kematian ibu dan…

Merawat Sekolah Rakyat dengan Integritas

By Kata IndonesiaSeptember 16, 20260

Merawat Sekolah Rakyat dengan Integritas Oleh : Catur Ronggo Sekolah Rakyat merupakan kebijakan sosial yang…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.