• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mewaspadai Manuver KAMI Ganggu Kerja Keras Pemerintah Tangani Covid-19

Mewaspadai Manuver KAMI Ganggu Kerja Keras Pemerintah Tangani Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 13 August 2020

Oleh : Bayu Anggito

Di tengah pandemi Covid-19, segelintir orang yang selama ini tergabung selalu menolak kebijakan Pemerintah mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Publik punn diminta mewaspadai manuver kelompok tersebut yang dikhawatirkan dapat menggangu kerja keras pemerintah dalam menangani Covid-19.

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai mengganggu konsentrasi pemerintah. Tentu mudah ditebak siapa saja yang berada dalam kelompok ini, sudah pasti kelompok ini berisi orang yang terlempar dari kekuasaan pemerintah.

Mereka melakukan manuver seakan memberikan isyarat jika apa yang mereka pikirkan akan menyelesaikan semua masalah. Semoga saja mereka sudah move on dengan hasil pemilu 2019 lalu.

Terlepas dari berbagai permasalahan yang ada saat pandemi, kita tentu saja tidak bisa menampik bahwa pemerintah tetap berusaha menyelamatkan bangsa. Tentu saja koalisi aksi menyelamatkan indonesia (KAMI) harus dipertanyakan, dengan cara apa mereka menyelamatkan bangsa? Apakah dengan menambah kerunyaman saja?

Kelompok ini memang diusung oleh orang yang sangat berpengaruh, bahkan beberapa diantaranya berasal dari kalangan akademisi dan petinggi ormas. Namun sangat tidak etis jika mereka mencoba memprovokasi publik dengan itikad yang tak elok. Padahal selama wabah ini, kita harus tetap bergandengan tangan untuk keluar dari persoalan bangsa.

Tentu saja tidak ada yang salah dengan upaya penggalangan kekuatan moral, namun untuk mendapatkan legitimasi secara politik seharusnya kelompok ini sadar bahwa mereka tidak bisa menempuh cara instan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Donny Gahral Adian mengatakan, sah-sah saja koalisi itu dibentuk. Ia menganggap bahwa koalisi itu merupakan oposisi swasta yang artinya berada di luar parlemen.

Donny juga menambahkan, yang terpenting saat ini dan yang dibutuhkan oleh Indonesia adalah solusi bukan deklarasi. Solusi yang dimaksud oleh Presiden Jokowi adalah bersama-sama membantu pemerintah dalam menyelesaikan krisis akibat pandemi covid-19.
Ketika pemerintah sedang menggodok omnibus law sebagai upaya dalam mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi. Kelompok KAMI justru hanya berkoar-koar tanpa menghadirkan solusi konkrit.

Padahal omnibus law telah menawarkan terobosan seperti kemudahan dalam izin usaha, hal ini tentu sangat membantu para pelaku UMKM untuk bangkit dan kembali merekrut angkatan kerja.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino menilai, Omnibus Law Cipta Kerja akan memberikan dampak dan implikasi yang positif bagi perekonomian Indonesia.

Apalagi dengan adanya Omnibus Law Cipta kerja, maka tidak akan ada lagi regulasi yang tumpang tindih sehingga segala proses perizinan bisa diperingkas, sehingga memungkinkan adanya akselerasi penyerapan tenaga kerja di berbagai perusahaan maupun industri.

Menurutnya, regulasi ini bisa menyediakan kemudahan-kemudahan berinvestasi dan membuka usaha yang berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja.
Ia juga mengatakan bahwa masyarakat harus sabar karena dalam sebuah kebijakan tentu ada beberapa tahapan yang harus melalui berbagai proses.

Meski manfaat dari omnibus law ini sudah disuarakan, namun tetap saja kelompok KAMI menganggap bahwa hal tersebut bukan merupakan upaya pemerintah dalam menyelamatkan bangsa.

Jika KAMI merupakan gerakan moral, lantas mengapa gerakan ini diinisiasi para oposan yang tidak menerima hasil pemilu? Apalagi ada diantaranya yang dipecat dari BUMN, ada anggota DPR yang tidak terpilih kembali dan ada pula mantan pejabat yang tidak dipakai kembali.

Tentu saja hal ini dapat menimbulkan asumsi publik, apa iya gerakan tersebut berisi kelompok non partai yang merasa kesal dengan kebijakan pemerintah? Lantas mengapa mereka tidak menyampaikan langsung keresahan mereka secara konstitusional, kenapa pula mereka harus berdeklarasi?
Jika ada yang mengatakan kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam.

Tentu kalimat ini masih dipertanyakan validitasnya. Padahal meski guncangan ekonomi cukup berat, Indonesia belum sampai pada titik hampir karam. Bahkan perekonomian di Indonesia masih lebih aman jika dibandingkan dengan negara lain.
Meski lebih aman, tentu saja pemerintah tidak akan tinggal diam. Bantuan-pun sudah diluncurkan. Regulasi yang berkaitan dengan penyelamatan perekonomian bangsa juga sedang digodok.

Jika KAMI masih saja koar-koar tanpa memberikan solusi, maka tidak aneh jika muncul hipotesis bahwa mereka butuh panggung untuk mendapatkan atensi publik.
Selama wabah ini tentu saja kita wajib bergandeng tangan untuk bangkit dari pelbagai permasalahan. Nyatanya negara superpower saja terdampak oleh virus yang tak tampak. Meski kita berada pada kapal berbeda namun kita berada pada badai yang sama.

Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.