• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mewaspadai Demo 212 di KPK Hanya Mencari Sensasi

Mewaspadai Demo 212 di KPK Hanya Mencari Sensasi

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 15 February 2020

Oleh : Ismail

Kelompok Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan beberapa kelompok lain akan melaksanakan demonstrasi pada 21 Februari 2020 di KPK. Demonstrasi tersebut diduga sebagai cara untuk mencari sensasi di tengah masyarakat. Pasalnya, kelompok tersebut tak punya rekam jejak di kasus Anti Rasuah tersebut.

FPI lagi-lagi mencari sensasi agar terus menjadi pemberitaan. Pasalnya, mereka berencana akan menggelar aksi unjuk rasa perihal korupsi pada tanggal 21 Februari mendatang. Banyak pihak yang memandang sinis serta mencibir perilaku mereka. Ada pula yang menilai FPI hanya ingin cari panggung terkait hal ini.

Kejanggalan ini dirasakan saat isu pelemahan korupsi mencuat melalui revisi UU KPK tahun lalu, yang mana kaum mahasiswa, juga organisasi sipil lainnya sudah menentang, namun FPI baru muncul dan ingin mengibarkan perjuangannya. Kalau orang bilang, yang lain udah sampai, mereka baru mau mulai. Bukankah hal ini terlihat sedikit lucu.

Kelompok yang identik bicara soal politik kekuasaan ini tiba-tiba saja nyelonong masuk terkait isu anti korupsi. Mereka membawa panji bertajuk “212 berantas Mega Korupsi, Selamatkan NKRI”.

Dalam keterangan resminya, mereka menyatakan kasus-kasus korupsi dinilai “makin menggila” dan parahnya “aparat penegak hukum belum menunjukkan sikap yang serius dalam menuntaskannya.” Mereka lantas menduga jika hal ini terjadi karena “melibatkan lingkaran pusat kekuasaan” dalam rangka “melanggengkan kekuasaan.”

Sebelumnya, Muhammad Isnur, Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) lembaga yang getol menyuarakan pemberantasan korupsi mengaku heran atas rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar FPI ini.

Bukan tanpa alasan, Isnur berpendapat demikian. Menurutnya, organisasi yang mendorong pemidanaan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama karena kasus penistaan agama ini tak pernah memberi respons apa pun ketika komisi antirasuah tengah dirombak habis-habisan melalui revisi UU KPK dan pemilihan komisioner yang sedang bermasalah.

Menurut Isnur, masyarakat sangat layak untuk curiga bahwa demonstrasi ini hanya sebuah manuver politik. Ia menuturkan, jika kemungkinan masyarakat juga bertanya-tanya, mengingat FPI ini cuek saja dengan isu-isu korupsi.

Isnur kemudian mengatakan saat ini banyak kelompok yang tiba-tiba saja menyatakan dukungan terhadap KPK, namun di sisi lain mereka juga tak habis-habisnya menyerang pihak yang memiliki rekam jejak pro pemberantasan korupsi.

Ia juga mengemukakan jika rekan-rekannya di gerakan anti korupsi justru diserang terus menerus.
Sementara itu, Rencana aksi unjuk rasa ini telah ditandatangani oleh Ketua GNPF-Ulama Yusuf Muhammad Martak, Ketua PA 212 Slamet Ma’arif, beserta Ketua FPI Ahmad Shobri Lubis.

Setidaknya terdapat 4 kasus korupsi yang akan mereka usung. Yaitu, dugaan penyuapan yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan serta politikus PDIP Harun Masiku, kemudian kasus Jiwasraya, Asabri, dan dugaan korupsi yang telah melibatkan Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indopharma Honggo Wendratno yang kini sedang buron.

Kelompok ini mendesak agar penegak hukum segera menuntaskan kasus tersebut secara cepat, transparan, dan juga akuntabel.

Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin mengakui bahwa ada pelemahan terhadap KPK pada pekan-pekan terakhir periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Novel berkilah saat itu kelompoknya cuek karena sudah ada yang terlebih dulu turun ke jalan. Dia bahkan mengklaim, dengan mempercayakan hal tersebut kepada rakyat yang diwakili oleh ormas dan mahasiswa.

Di lain pihak, Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri tak memberikan banyak komentar terhadap rencana ini. Pria yang ditengarai aktif sebagai jaksa penuntut itu menyatakan KPK terus bekerja menangani kasus yang dimaksud, termasuk tengah memburu buronan Harun Masiku.

Ali menegaskan jika pihak KPK tidak bekerja berdasarkan permintaan, melainkan laporan masyarakat. Jika ada laporan, komisi baru akan menindaklanjuti dengan penelaahan hingga penyelidikan. Jika kemudian ditemukan alat bukti permulaan yang dianggap cukup, maka perkara baru ditingkatkan ke penyidikan.

Menurutnya, semua kembali ke persoalan hukumnya, bukan diminta oleh siapapun.
Menanggapi hal ini, pertanyaan kembali meliputi. Mungkinkah mereka ini ingin moncer kembali dan membuat panggung mereka sendiri. Selain itu, sebentar lagi akan ada pemilihan kepala daerah, kan. Bisa saja mereka ingin menarik simpati seperti sebelumnya.

Lagi-lagi mencari simpatisan, parpol atau kandidat yang ingin dijagokan melaju ke kursi pemerintahan. Namun, apapun itu, tampaknya upaya FPI ini terbilang cukup konyol. Apalagi jika merujuk komentar Novel Bamukmin yang berkilah jika dulunya mereka cuek karena sudah ada yang turun ke jalan. Alasan yang cukup klise!

Penulis adalah pengamat sosial politik

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026 Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi…

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.