• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mewaspadai Potensi Penyebaran Paham Radikal di Masyarakat

Mewaspadai Potensi Penyebaran Paham Radikal di Masyarakat

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 22 January 2020

Oleh: Muhammad Yasin

Kewaspadaan terhadap potensi penyebaran paham radikal mutlak perlu ditingkatkan. Pasalnya, tak ada satupun yang memiliki imunitas terkait paham ini.
Layaknya sebuah tubuh yang memiliki sistem imun atas suatu bahaya diluar, kitapun juga diwajibkan memiliki penangkal bagi segala paham yang dinilai menyimpang. Seperti, pengaruh radikalisme ini. Mengingat begitu bahayanya paham yang mampu menjadikan korbannya ke arah terorisme. Bertindak egois, fanatisme hingga berperilaku ekstrim terhadap orang-orang yang dianggap tak sejalan.

Kebanyakan radikalisme ini merujuk pada suatu agama, seperti Islam. Padahal, baik Islam atau agama manapun tak pernah mengajarkan ajaran yang melenceng. Hal ini berdasarkan fakta di lapangan. Masih segar dalam ingatan, sekitar 90 persen pelaku tindakan radikalisme dan terorisme seperti bom bunuh diri ini selalu memiliki agama Islam. Sehingga, tak pelak banyak pihak yang kemudian mendiskriminasikan agama ini. Padahal, agama ini adalah agama yang rahmatan lil alamin.
Penyebaran paham radikal ini sudah masuk hingga lini terbawah masyarakat. Dan yang paling rawan ialah melalui dunia pendidikan dengan sasaran mahasiswa dan pelajar. Bukan tanpa alasan, pada fase ini mereka masih berada di tahapan labil emosi. Masih mudah dipengaruhi dan disusupi doktrin-doktrin yang salah. Jiwa muda anak-anak ini mampu dimainkan oleh para pelaku radikalisme hingga melambungkan segala angan-angan heroisme dan keinginan eksistensi untuk diakui.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan tidak terdapat satu lembaga pendidikan pun di Indonesia yang mempunyai imunitas atau kekebalan terhadap paham radikalisme maupun terorisme. Mereka dinilai rentan terpengaruh sebab paham tersebut terus bergerak melakukan sejumlah propaganda. Yang khususnya berkaitan dengan rekrutmen untuk menjadi penerus gerakan radikal.

Menurut Kasubdit Kontra Propaganda Direktorat Pencegahan Deputi I BNPT Kolonel Pas Sujatmiko agar kampus-kampus di Indonesia tidak terpengaruh paham radikalisme dan terorisme maka harus kembali menekankan nilai-nilai kebangsaan kepada civitas akademik. Serta selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tersebut.
Dirinya menambahkan, pihaknya akan terus melakukan program deradikalisasi di dalam dan luar lapas (lembaga pemasyarakatan) terhadap pelaku dan mantan teroris. Di dalam lapas, menurutnya pihaknya memberikan sejumlah wawasan kebangsaan dan keagamaan serta disiapkan agar bisa kembali bergabung di masyarakat.
Ia menjelaskan, pihaknya melaksanakan program di antaranya resosialisasi dan rehabilitasi agar bisa kembali ke lingkungan masyarakat. Serta melakukan program kewirausahaan kepada mantan teroris yang mempunyai keahlian dibidang usaha.

Dia juga melaporkan per Agustus, yang sudah mengikuti program deradikalisasi setidaknya hingga 632 orang. Meski demikian, kesulitannya ialah tidak bisa memaksa mereka ikut program ini. Tapi dirinya optimis dan tetap berusaha mendekati mereka. Ia mengungkapkan, sejauh ini program deradikalisasi diluar lapas telah berjalan dengan sangat baik.
Sementara itu, Majelis Pimpinan Pusat Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan ceramah agama harus mampu menjadi media penyebaran paham Islam yang moderat dan dapat menangkal ajaran radikal bagi umat.
Ketua Umum Hamdan Rasyid menyatakan bahwa, khutbah harus bisa menjadi media dalam mengembangkan Islam yang moderat. Islam kan artinya damai, mengajak kebaikan dan perdamaian, imbuhnya. Hamdan mengatakan khutbah yang memuat paham radikal memang masih ada sehingga dia meminta kepada pengurus masjid untuk menjalankan fungsinya jika ditemukan ceramah agama semacam itu.
Dirinya menilai memang ada yang radikal namun tidak bisa digeneralisasi. Sehingga khutbah janganlah sampai menyimpang dari kata ‘Islam menyebarkan keselamatan’, dan harus menyebarkan perdamaian.

Sejalan dengan hal tersebut Wakil Ketua Umum Munawar Fuad Noeh mengatakan sebagai organisasi berkumpulnya khatib seluruh Indonesia, Ikatan Khatib DMI juga memanfaatkan jaringan itu guna menangkal upaya radikalisme dari lingkungan masjid.
Fuad mengatakan Ma’ruf (Wapres) juga berpesan agar DMI dapat menjaring khatib-khatib kompeten dalam menyampaikan ceramah agama serta yang memiliki semangat kebangsaan. Wakil presiden menyatakan bahwa khatib seharusnya memiliki keahlian dan kompetensi dibidang agama. Sebab, jika pengetahuannya hanya setengah-setengah akan muncul mispersepsi di kalangan umat.
Munawar juga menambahkan dari sekitar 850 masjid di Indonesia dibutuhkan setidaknya satu juta khatib untuk memberikan ceramah dalam setiap ibadah shalat Jumat. Untuk mendapatkan khatib yang kompeten, DMI mempersiapkan program sertifikasi bagi pengkhutbah di masjid supaya isi ceramah agamanya bisa dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, terlihat upaya pemerintah dalam mengantisipasi segala paparan paham radikal ini tak tanggung-tanggung. Mereka juga mempersiapkan segala sesuatunya termasuk konsumsi khutbah agar dapat menghindari salah persepsi. Maka dari itu, kita sebagai warga negara wajib pula mengikuti langkah pemerintah untuk menangkal paham radikal. Yakni menerapkan toleransi antar umat beragam, ideologi pancasila, bhineka tunggal ika, UUD 1945 hingga NKRI. Dengan langkah-langkah tersebut, Insya Allah segala permasalahan dapat dihadapi.

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.