• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mewaspadai Perkembangan Radikalisme di Masyarakat

Mewaspadai Perkembangan Radikalisme di Masyarakat

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 20 January 2020

Oleh: Indah Marlina

Radikalisme masih menjadi ancaman serius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Paham radikal diyakini memicu seseorang untuk menggunakan jalan-jalan kekerasan hingga aksi teror, sehingga harus dapat diberantas hingga keakarnya.

Penyebaran paham radikal ini memang meresahkan. Sebab, layaknya bom waktu yang siap meledak kapan saja, paham yang telah tertanam di benak korban akan membuatnya menjadi pribadi yang berbeda. Cenderung pada tingkat egoisme yang tinggi, fanatisme hingga berpotensi menjadi teroris. Maka dari itu, peran keluarga dan pendidikan dinilai sangatlah fundamental dalam menangkal penyebaran paham menyimpang.

Menteri Agama, Fachrul Razi menyebut terdapat tiga pintu masuk paham radikal khususnya melalui dunia pendidikan. Mulai dari kurikulum, soal ujian, hingga peranan seorang guru.
Radikalisme ditengarai mampu menembus melalui kurikulum pendidikan dan soal ujian sekolah. Dirinya mengungkapkan, yang terbaru ditemukan soal ujian yang berisi tentang akhlak Rasulullah yang tidak patut dicontoh. Menurutnya hal tersebut sama sekali tak pantas. Padahal pihak Kemenag telah berhati-hati dan melakukan seleksi ketat. Namun, masih kecolongan.
Pintu masuk kedua adalah program ekstrakulikuler yang ada di sekolah. Untuk itu, dirinya menyarankan agar pembina ekstrakurikuler tidak berjalan begitu saja, melainkan harus melalui sistem dan rekomendasi guru.

Pintu ketiga, ialah melalui peran guru. Kepada segenap guru Pendidikan Agama Islam dan pengajar lainnya diminta untuk senantiasa mengusung pelajaran Islam dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan Lil alamin. Dengan adanya pintu-pintu masuk paham radikal ini Fachrul Razi meminta kepada segenap guru Pendidikan Agama Islam dan lembaga pendidikan untuk terus mewaspadai masuknya paham radikal.
Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis Buku Teks Pendidikan Agama Islam (PAI) yang akan digunakan di sekolah pada tahun 2020. Penggunaan buku ini diharapkan dapat dibarengi dengan peningkatan peran guru PAI yang sangat krusial dalam membangun karakter tangguh, bahkan mampu mengendalikan paham keagamaan agar tidak memicu sikap intoleran.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius gencar memberikan pemahaman kepada seluruh elemen mengenai ancaman dan bahaya paham radikalisme dan juga terorisme. Tak hanya di kalangan akademisi, dirinya juga memberikan pembekalan kepada para anggota di dunia perbankan.
Pihaknya mengimbau mereka untuk tidak memandang sebelah mata akan penggunaan dunia maya di lingkungan sekitar. Hal ini tercermin dengan maraknya konten-konten berpaham kekerasan seperti radikal terorisme yang berkembang begitu cepat melalui jejaring sosial. Kelompok ini sengaja menggunakan jaringan internet untuk bermacam hal, seperti propaganda-propaganda yang menyebarkan rasa takut hingga upaya rekrutmen.

Dirinya tak memungkiri, jika nilai-nilai nasionalisme mulai tergerus seiring dengan melesatnya perkembangan teknologi. Sehingga banyak generasi mudanya banyak yang terkena paparan paham radikalisme ini. Sebetulnya, teknologi membawa kemajuan dan juga berbagai kemudahan. Namun, di sisi lain ujaran kebencian hingga konten berbau radikal marak menjadi konsumsi. Seolah bebas tayang dan siapapun dapat mengaksesnya dengan mudah.
Penanganan paham radikalisme ini bisa kita cegah dengan cara membentengi diri sendiri. Yakni, menumbuhkan nilai toleransi umat beragama. Serta menanamkan 4 pilar kebangsaan, yakni ; Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika juga NKRI.
Mengingat, manusia bukanlah makhluk individualis, namun memiliki keterkaitan dengan manusia lainnya. Oleh karenanya menumbuhkan sikap toleransi tinggi akan menyingkirkan jauh-jauh paham radikal ini.

Hal lain yang bisa menangkal paham menyimpang ini ialah kesatuan dan persatuan Bangsa. Terbukti dengan kuatnya idealis suatu bangsa yang tanpa kompromi akan mampu membangun persatuan dan kesatuan dapat menekan penyebaran paham menyimpang.
Dari sejumlah fakta, eks pelaku terorisme kebanyakan merasa jika akan lebih nyaman ketika masuk ke dalam lingkaran setan ini. Pelaku merasa memiliki satu kelompok yang mendukung serta mengakui eksistensinya. Tentunya hal ini akan menambah rentetan pekerjaan rumah bagi pemerintah. Padahal segala upaya telah gencar dilakukan guna menanggulangi paham radikalisme.

Bukan tidak mungkin dunia digital yang begitu digandrungi masyarakat secara luas ini malah akan menjadi buah simalakama bagi kita sendiri, jika tidak berhati-hati dalam penggunaannya.
Meski paham Radikal dapat memicu tindakan terorisme, namun semua dapat berhenti dimulai dari diri sendiri. Menerapkan pola pikir positif, mendalami agama secara benar dan pada guru yang benar, meningkatkan toleransi antar umat beragama serta bijak dalam bermedia sosial akan bisa membasmi segala potensi radikalisme yang menggila di era 4.0 ini.

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.