• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Masyarakat Meminta Anies Baswedan Fokus Kerja dan Stop Pencitraan

Masyarakat Meminta Anies Baswedan Fokus Kerja dan Stop Pencitraan

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 11 January 2020

Oleh : Dodik Prasetyo

Kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan makin disoroti. Pasalnya dia dinilai terlalu banyak menyajikan politik pencitraan saat banjir. Masyarakat pun meminta agar Anies menghentikan politik pencitraan dan fokus bekerja.

Pernyataan menohok dilontarkan sejumlah pihak terkait perilaku Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta terkait pencitraannya saat banjir. Seolah tak kapok, orang nomor satu di Jakarta ini kian keranjingan menyajikan suguhan terkait pencitraan ini.

Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak tengah meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar segera menghentikan politik pencitraan. Dia mengutarakan bahwa Anies seharusnya memikirkan solusi banjir, bukan malah memanfaatkan kerja bakti sebagai bahan pencitraan.

Gilbert mengindikasikan politik pencitraan tersebut hadir karena sebutan ‘Gubernur Indonesia’ ketika kerja bakti pada beberapa waktu lalu. Dirinya merasa hal itu tidaklah pantas untuk dilakukan, sementara warga ibukota tengah dilanda musibah.

Ia juga meminta agar Anies tidak melemparkan tanggungjawab dalam menyelesaikan masalah banjir 2020 ini. Menurutnya DKI harus bisa mengambil langkah seperti menjalankan program naturalisasi seperti yang telah dijanjikan Anies sebelumnya.

Ia menambahkan jika banjir yang ada saat ini adalah masalah lokal bagi DKI, karena air kiriman dari Bogor baru sampai DKI pada keesokan harinya. Jika Anies Menyalahkan Pemerintah Pusat dengan berpolemik terbuka juga bukan cara yang baik, namun harusnya Anies-lah yang harus berintrospeksi.

Dilaporkan saat itu, hujan yang mengguyur Jabodetabek pada awal tahun baru mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Setidaknya terdapat hingga 36.445 jiwa mengungsi dan kini Anies sudah mengklaim warga yang mengungsi hanya untuk pulang dan pergi.

Sebelumnya juga tercatat, terdapat pula korban meninggal akibat banjir yang mencapai 60 an orang. Dari angka tersebut sebanyak 14 orang ditengarai adalah warga Jakarta. Hingga saat ini Jakarta masih melaksanakan rehabilitasi sambil mengantisipasi banjir di cuaca ekstrem ke depan.

Di lain pihak, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini menyatakan dirinya akan mengoptimalkan kerja pompa untuk menghadapi banjir. Kemudian pihaknya juga membuat karung pasir sebagai tanggul untuk antisipasi soal rob.

Disamping itu, hal mencengangkan terjadi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan digugat karena dinilai lalai dalam menanggulangi banjir Jakarta. Sejumlah masyarakat Jakarta akan melayangkan gugatan class action atau gugatan perwakilan kelompok kepada Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Gugatan itu diberikan lantaran banjir yang telah menelan korban jiwa. Jumlah korban tewas karena banjir Jakarta dilaporkan hingga puluhan jiwa.

Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020, Diarson Lubis turut membenarkan bahwa pihaknya yang akan mengakomodir gugutan class action bagi warga Jakarta. Diarson mengklaim jika dirinya telah menerima pendaftar dari beberapa warga Jakarta yang akan ikut untuk menggugat.

Diarson menerangkan bahwa gugatan perdata tuntutan ganti rugi dengan mekanisme class action ini merupakan salah satu langkah hukum yang bisa ditempuh oleh para korban banjir Jakarta. Dia berharap dengan adanya gugatan itu mampu memberikan efek jera bagi pemangku kebijakan agar tidak lalai dalam menghadapi banjir.

Diarson mengatakan hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya di awal Tahun 2020 mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu (4/1/2020) pukul 18.00 WIB terdapat hingga 60 korban jiwa yang meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Masalah kian menyokot Sang Gubernur, apakah tak ingat saat janji-janji kampanye digaungkan kala itu demi menggaet simpati warga. Hingga berbagai bualan bernama retorika ia rangkai untuk mendapatkan suara. Namun, agaknya buaian manis itu hanya ada di alam mimpi, setelah bercokol di posisi yang diinginkan janji-janji itu gugur bagai daun dimusim kemarau.

Banyak pihak prihatin, hingga menyayangkan sikap Anies yang hanya selalu berwacana tanpa merealisasikan kata-katanya. Hal ini makin diperparah oleh beberapa skandal termasuk penyunatan anggaran infrastruktur untuk proyek antisipasi banjir sebanyak dua kali.

Apakah ini yang disebut amanah? Atau beginikah “Gubernur Rasa Presiden” yang banyak dielu-elukan. Masih ada 3 tahun kedepan, Anies akan berbenah atau masih menyukai dunia pencitraan yang membuat banyak pihak terluka? Jika korban bencana yang harus ditangani kenyataannya memakan korban jiwa. Masihkah bisa bilang Jakarta aman dari banjir?

Penulis adalah Pengamat sosial politik

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.