• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Mewaspadai Terorisme Jelang Awal Tahun 2020

Mewaspadai Terorisme Jelang Awal Tahun 2020

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 26 December 2019

Oleh: Rahmad Setiawan

Adanya libur panjang bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 membuat semua pihak waspada dan bersiaga. Kesiapsiagaan tersebut dilaksanakan guna mengantisipasi munculnya teror jelang akhir tahun.

Pengamat Militer dari Universitas Padjajaran (UNPAD), Muradi menghimbau agar seluruh warga negara, baik sipil maupun pemerintah tetap waspada di rentang waktu 15 Desember hingga 15 Januari 2019.
Muradi bahkan memprediksi bisa saja yang menjadi target serangan dalam aksi teror akhir tahun menjelang tahun baru adalah seorang pejabat publik bukan tempat ibadah.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh pengamat Intelijen, Ridlwan Habib. Dirinya meminta agar semua pihak dapat memperpanjang sikap waspada terhadap aksi teror menjelang akhir tahun dan memasuki awal tahun 2020 ini.

Apalagi ada kecenderungan pola seperti yang perah terjadi pada aksi Bom Thamrin pada awal tahun 2016 lalu. Kala itu dia mengatakan semua pihak telah waspada sejak Desember 2015. Namun justru tidak terjadi apapun.
Justru serangan terjadi pada 11 Januari, saat hampir semua pihak menurunkan kewaspadaan mereka terhadap aksi teror yang dilakukan oleh para teroris.

Serangan ini menurutnya juga tidak bisa ditebak / diprediksi berupa serangan teror bom bunuh diri. Aksi-aksi kecil namun berdampak besar yang mesti diwaspadai, misal serangan penusukan terhadap tokoh atau orang besar.
Sementara itu, Kapolresta Probolinggo, AKBP Ambariyadi Wijaya mengatakan aparat kepolisian mewaspadai potensi ancaman teror menjelang akhir tahun 2019.
Menurutnya, ancaman teror bisa terjadi di sejumlah daerah, sehingga hal tersebu menjadikan aparat kepolisian di Polresta Probolinggo tetap siaga dan melakukan tindakan antisipasi.

Berdasarkan instruksi Mabes Polri, terdapat 12 potensi kerawanan yang harus diantisipasi di daerah yakni aksi terorisme, kejahatan konvensional, kemacetan lalu lintas, kecelakaan transportasi, konflik sosial dan lain-lain.
Polresta Probolinggo juga menggiatkan apel gelar pasukan, dimana hal tersebut merupakan upaya untuk memberikan jaminan kondusifitas selama pelaksanaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kota Probolinggo.

Sementara itu, Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, apel gelar pasukan tersebut dilakukan untuk meningkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
Hadi menuturkan, seluruh kepala satuan wilayah harus dapat bersinergi dengan stakeholder terkait untuk menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan menerapkan strategi tepat untuk mengatasi berbagai potensi gangguan dengan karakteristik kerawanan masing-masing.

Pada kesempatan berbeda, Polres Kota Denpasar bersama tim Unit Penjinak Bom Polda Bali telah berhasi mensterilkan sejumlah gereja di Kota Denpasar. Kepala Bagian Operasi Polresta Denpasar, Kompol Nyoman Gatra, mengatakan sterilisasi dilakukan untuk mengantisipasi aksi terorisme.
Selain itu, pengamanan juga diperlukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan misa Natal.

Menurutnya, sterilisasi dilakukan menggunakan alat metal detector, cermin, hingga anjing pelacak. Tiap sudut ruang gereja diperiksa. Benda-benda lainnya juga diperiksa seperti pot bunga dan aksesoris lainnya. Namun Polisi tidak menemukan barang yang mencurigakan.
Gatra mengatakan, untuk mewaspadai ancaman terorisme, pihaknya menyiapkan petugas di tiap-tiap gereja di Denpasar. Jumlahnya bervariasi mulai dari 10 hingga 15 petugas tergantung besar dan kecilnya gereja. Adapun untuk pengamanan Natal 2019, total petugas Kepolisian dari Polresta Denpasar yang disiagakan mencapai 1.117 personel. Sementara jumlah gereja yang ada di Denpasar mencapai 120 gereja.

Di sisi lain Polri juga terus melakukan persiapan pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru dengan mengantisipasi adanya aksi terorisme, bahkan persiapan tersebut telah digodok sejak November lalu.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Argo Yuwono mengatakan, antisipasi terorisme dilakukan dengan mengedepankan preventif strike yang salah satunya, TNI-Polri akan turun ke bawah dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

Argo juga mengungkapkan bahwa POLRI terus melakukan operasi terhadap pihak-pihak yang diduga merupakan bagian dari jaringan terorisme.
Jelang dan hingga pergantian tahun nanti, tentunya masyarakat harus tetap menjaga toleransi antar sesama warga, jangan sampai terprovokasi oleh kelompok yang ingin mengganggu ketenangan selama libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.