• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Peran Vital Media Ciptakan Optimisme Sukseskan Program Kabinet Indonesia Maju

Peran Vital Media Ciptakan Optimisme Sukseskan Program Kabinet Indonesia Maju

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 19 November 2019

Oleh : Siska Amelia (Eksponen Forum Jurnalis Pesantren )

Saat ini Indonesia tengah menghadapi abad ke 21 yang ditandai dengan berbagai kecenderungan global. Setidaknya terdapat 3 kecenderungan penting yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Pertama, berlangsungnya revolusi digital dan berbagai pengaruhnya yang semakin kuat dalam mengubah sendi-sendi kehidupan, kebudayaan, peradaban, dan kemasyarakatan termasuk pendidikan.

Kedua, semakin tegasnya fenomena Abad Kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan, kreatifitas, inovasi dan jejaring sebagai sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, korporasi dan negara.

Ketiga, terjadinya integrasi belahan-belahan dunia yang semakin intensif akibat internasionalisasi, globalisasi, hubungan-hubungan multilateral, teknologi komunikasi dan teknologi transportasi.

Ketiga hal tersebut berdampak pada munculnya tatanan baru, ukuran-ukuran baru dan kebutuhan kebutuhan baru yang berbeda sebelumnya, yang harus ditanggapi dan dipenuhi oleh dunia pendidikan nasional dengan sebaik-baiknya.

Media bisa dikatakan sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi atau pesan. Dalam konteks pendidikan, proses belajar  di abad 21 ini mutlak diperlukan media-media inspiratif dalam rangka kompetensinya mengirimkan pesan berkarakter baik kepada para generasi muda  secara efektif dan menyenangkan serta menumbuhkan optimisme.

Media Profesional yang berpegang pada etik semestinya juga mampu mengambil peran dalam mendukung berbagai kebijakan pemerintah, serta menyaring isu negatif yang mampu mengganggu proses pembenahan dan. Pembangunan nasional yang sedang dilakukan pemerintah saat ini.

Gambaran mengenai realitas yang dibentuk oleh kohesi media menjadi dasar respon dan sikap masyarakat terhadap berbagai objek sosial. Dengan demikian, apabila media telah salah dalam menyampaikan informasi tentu akan memunculkan gambaran yang salah pula terhadap objek sosial. Untuk itu, media dituntut untuk menyampaikan informasi secara akurat dan berkualitas. Karena kualitas informasi inilah yang merupakan tuntutan etis dan moral massa.

Oleh karena itu Media juga harus mampu mengarahkan segenap elemen bangsa untuk percaya sepenuhnya kepada pemerintah, bahwa pemerintah akan terus berjuang untuk mensejaterakan masyarakat Indonesia. Karena tidak akan ada anak negeri yang memiliki keinginan untuk menghancurkan bangsanya sendiri.

*Potensi kabinet Indonesia Maju*

Jokowi, selain menggarisbawahi pentingnya bonus demografi, juga melakukan langkah nyata dan kongkrit dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Nadiem Makarim, Erick Thohir, Wishnutama, Angela Tanoesodibjo, hingga Surya Tjandra ditempatkan Jokowi dalam pos-pos kementerian yang beragam. Sosok-sosok pemuda tersebut mengambarkan betapa seriusnya Jokowi dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa dalam menghadapi bonus demografi agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Beragamnya pos-pos yang ditempati pemuda dalam kabinet Jokowi, menandakan pemerintah tidak hanya mendorong pemuda untuk hanya mengambil peran pada bidang tertentu saja, namun seluruh aspek dalam berbangsa dan bernegara, dikombinasikan dengan nama-nama Menteri senior yang sudah jelas rekam jejaknya.

Pemerintah sadar, dalam mempersiapkan generasi penerus tentu saja membutuhkan situasi yang kondusif. Bergabungnya Prabowo dalam kabinet, tentu saja dapat diharapkan menjaga kestabilan politik di Indonesia. Masyarakat sudah seharusnya tidak lagi sibuk fokus memilih kubu cebong atau kampret. Dengan bersinerginya 2 tokoh besar bangsa tersebut menjadikan tidak relevan lagi adanya perdebatan 01 atau 02 di masyarakat. Diharapkan 5 tahun ke depan, diskusi-diskusi yang ada di masyarakat bukan lagi tentang “kita” atau “mereka”, tetapi bagaimana kita bergandengan tangan, mengambil peran pada bidang masing-masing, bersatu menuju Indonesia Maju.

Ditunjang nama-nama seperti Airlangga Hartarto dan Sri Mulyani dalam pos ekonomi, seakan menjanjikan optimisme yang baik bagi perekonomian Indonesia dalam 5 tahun ke depan untuk menunjang visi Indonesia Maju. Perekonomian yang stabil dan terus tumbuh diharapkan mempermudah bagi pemuda untuk bisa berkreasi dalam bidangnya masing-masing, terus berkarya dan memberikan sumbangsihnya pada kemajuan bangsa.

Sudah saatnya kita semua percaya, dengan adanya bonus demografi dan melihat komposisi menteri di jajaran kabinet Indonesia Maju, Indonesia bukan lagi dalam tahap belajar berjalan, apalagi merangkak, tapi Indonesia siap berlari, berlari menyongsong Indonesia yang tidak hanya adil dan makmur, namun lebih besar lagi, menjadikan Indonesia yang maju.

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.