• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Teknologi»Setara Ibadah Haji, Ini Keistimewaan Lainnya Melaksanakan Ibadah Umroh

Setara Ibadah Haji, Ini Keistimewaan Lainnya Melaksanakan Ibadah Umroh

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 19 September 2019

 

Umroh menjadi rangkaian ibadah yang dikerjakan di Tanah Suci dan hukumnya Sunnah. Jika mengerjakannya, maka akan membawa kelimpahan, kebaikan dan pahala, serta mendatangkan ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ibadah umroh hampir mirip dengan ibadah haji. Hanya saja yang membedakan umroh dan haji adalah dari waktu pelaksanaannya, serta rukun-rukunnya. Ibadah umroh bisa dilakukan kapan saja dan tidak terbatas waktu, sementara ibadah haji hanya bisa dilakukan di waktu yang telah ditentukan, yaitu pada tanggal 8 hingga 13 Dzulhijjah.

Rukun Umroh diawali dengan ihram, thawaf, sa’i, tahallul dan melakukannya dengan tertib. Sedangkan haji, jamaah umroh tidak diwajibkan melakukan wukuf di Arafah, dan mabit di Mina dan Muzdalifah.

Bahkan, mereka yang melakukan ibadah umroh akan mendapat keistimewaan dari Allah. Berikut ini beberapa keistimewan ibadah umroh.

1. Setara dengan Ibadah Haji jika Dilakukan saat Bulan Ramadan

Umroh yang dilakukan saat bulan Ramadan memiliki nilai pahala yang setara dengan ibadah haji. Sesuai dengan hadist Rasulullah, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Rasulullah bersabda, “jika bulan Ramadan tiba, ber-umroh-lah saat itu. Karena umroh Ramadan senilai dengan haji”.

2. Doa Dikabulkan

Rasulullah menyebut mereka yang melakukan ibadah ke Tanah Suci merupakan ‘tamu Allah’. Sebagaimana seorang tamu, Allah akan mengabulkan permintaan mereka yang datang ke rumahNya. Inilah yang menjadi keutamaan umroh dan haji, karena kita bisa berdoa langsung di rumah Allah dan mendapat doa yang mustajab.

3. Umroh sebagai Ibadah untuk Menghapus Dosa

Rasulullah bersabda bahwa “umroh satu ke umroh lainnya merupakan penebus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain surga”. Hadist tersebut menunjukkan bahwa dalam rentang antara satu umrah dan umrah berikutnya, dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

4. Sebagai Bentuk Ketaqwaan dan Meningkatkan Iman

Bagi mereka yang menyempatkan diri dan mengeluarkan materi untuk beribadah umroh adalah hamba yang menunjukkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ketika seseorang melakukan ibadah sebagai bentuk taqwa, maka keimanannya akan semakin bertambah.

5. Mendekatkan Diri kepada Allah

Keimanan yang bertambah dari ibadah yang kita lakukan akan membuat kita semakin dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Terlebihi, jika kita bisa berkunjung ke rumah Allah. Inilah yang membuat kita akan semakin dekat dengan Allah SWT saat melakukan ibadah umroh.

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.