• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Demi Keamanan, Akses WNA ke Papua Perlu Dibatasi

Demi Keamanan, Akses WNA ke Papua Perlu Dibatasi

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 5 September 2019

Oleh : Edward Krey (Mahasiswa Papua tinggal di Jakarta)

Keberadaan 4 WN Australia dalam demonstrasi anarkis di Papua beberapa hari lalu menjadi sorotan berbagai pihak. Pemerintah pun bertindak tegas dengan membatasi masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Papua. Hal itu dilaksanakan agar melindungi WNA agar tidak menjadi korban di tengah kerusuhan yang terjadi di Bumi Cenderawasih.

Menko Polhukam Wiranto berujar, melarang itu bukan semata – mata membatasi ruang gerak orang asing. Tetapi semata – mata melindungi orang asing itu sendiri supaya tidak menjadi korban kerusuhan dan kita juga mempersempit permasalahan.

Mantan Panglima TNI tersebut juga tidak ingin aparat keamanan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi WNA yang berada di Papua. Ia menuturkan jangan sampai WNA juga turut serta memperkeruh keadaan.

Sehingga jangan sampai aparat keamanan tidak bisa membedakan mana orang asing, orang asing yang ikut nimbrung, ikut ngompori maupun ikut campur tangan dengan orang yang betul – betul tulus sebagai wisatawan.

Oleh karena itu, saat ini Indonesia harus melakukan sterilisasi terhadap pihak yang hendak memprovokasi keadaan di Papua agar semakin memanas dan kacau.

Pembatasan akses warga asing ini berkaitan dengan dideportasinya 4 warga negara Australia yang mengikuti demonstrasi di beberapa daerah di Papua beberapa waktu lalu. Keempat warga negara Australia tersebut yakni Baxter Tom (37), Davidson Cheryl Melinda (36), Hellyer Danielle Joy (31), dan Cobbold Ruth Irene (25).

Wiranto telah berkoordinasi dengan kementerian terkait semerti Kemenlu dalam membuat regulasi tentang pembatasan akses warga negara asing.
Pembatasan akses WNA ke Papua juga mendapatkan dukungan dari Ketua DPR Bambang Soesatyo, dirinya mendukung upaya pemerintah dan pihak penegak hukum dalam pembatasan sementara akses bagi turis mancanegara ke Papua dan Papua Barat.

DPR juga meminta pihak kepolisian untuk bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kementerian Luar Negeri untuk mengungkap pihak – pihak asing yang diduga terlibat dalam aksi kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat.

Hal tersebut terkait dengan adanya indikasi keterlibatan pihak asing dalam aksi – aksi di Papua serta adanya pembatasan akses bagi turis mencanegara ke Papua dan Papua Barat seperti kasus pemulangan sejumlah WNA asal Negeri Kanguru.

Tentunya direktorat Jenderal Imigrasi tidaklah sembarangan dalam menjatuhkan sanksi deportasi, ke 4 WNA asal Australia yang dipulangkan tersebut, terbukti telah menyalahgunakan izin tinggal untuk berwisata dengan mengikuti aksi massa dan membawa bendera bintang kejora.

Bambang juga mendorong pihak Kementrian Luar Negeri untuk melakukan diplomasi dalam memberikan pemberitahuan kepada negara lain atas pembatasan sementara WNA masuk ke wilayah Papua dan Papua Barat. Hal tersebut dirasa penting untuk menghindari adanya WNA yang dideportasi oleh pihak pemerintah Indonesia.

Pihaknya juga terus mendorong pemerintah untuk terus mengupayakan kedamaian di Papua dan Papua Barat guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengingat kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat sangat meresahkan masyarakat.

Dalam situasi seperti ini, Indonesia sebagai negara yang berdaulat tentu tidak ada masalah dalam membatasi WNA yang singgah di Papua maupun Papua Barat.

Masalah yang ada di Papua dalam targetnya adalah ingin menginternasionalisasi masalah, misalnya ketika Anggota DPR Komisi 1 Andreas ke Belanda, masalah Papua disana dilihat sebagai persoalan rasialis dan diskriminasi, padahal sebenarnya tidak seperti itu.

Sehingga pembatasan WNA di Papua tentu bukan tanpa alasan, karena situasi dan kondisi di Papua, tentu Pemerintah memiliki peran dalam menjaga stabilitas keamanan pasca kerusuhan yang terjadi di Papua, sehingga pembatasan WNA tersebut merupakan langkah konkrit Pemerintah untuk meredam misinformasi maupun disinformasi bagi dunia internasional.

Prinsipnya Pemerintah telah berusaha menangkal hal – hal yang dikhawatirkan akan semakin memperburuk situasi yang ada di Bumi Cenderawasih. Walaupun demikian, akses WNA ke Papua khususnya para turis asing tentu akan dibuka kembali jika situasi disana sudah aman dan kondusif.

Seperti pepatah klasik, mencegah lebih baik daripada mengobati, kalimat tersebut menggambarkan upaya Pemerintah terhadap pembatasan akses WNA ke Papua yang masih dalam tahap pemulihan secara sosial.

 

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.