• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Belajar Memaknai Toleransi dan Kewaspadaan Dari Peristiwa Papua

Belajar Memaknai Toleransi dan Kewaspadaan Dari Peristiwa Papua

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 5 September 2019

Oleh : Fajrin Hakim (Wakil Koordinator Nasional Forum Pegiat Media Sosial Independen)

Negara ini dibangun atas dasar perbedaan. Menghargai perbedaan merupakan kunci tercitpanya perdamaian. Sejarah mencatat bahwa tegaknya negara ini karena menghargai perbedaan suku, ras, agama, dan antar golongan (SARA). Tanpa pondasi tersebut, niscaya bangsa ini belum bisa lepas dari jeratan penjajahan. Maka, menjadi sangat ironi apabila perbedaan masih menjadi pemantik api kemarahan dan permusuhan antar sesama anak bangsa.

Rangkaian kericuhan yang terjadi di Papua sejak pertengahan Agustus lalu, sebenarnya dipicu oleh persoalan ujaran kebencian yang menyinggung perasaan masyarakat asli Papua.
Diakui atau tidak, ujaran kebencian itu memicu persoalan lama yang dirasakan masyarakat Papua hingga menginginkan untuk memisahkan diri dari Indonesia apalagi provokasi pihak ke tiga baik dari luar maupun dalam terus dilakukan dengan agenda politiknya sendiri yaitu membuat instabilitas Papua.

Disisi lain kerusuhan yang terjadi Papua selama ini tak terlepas dari beredarnya informasi hoaks di media. Banyak kabar sesat yang mengiringi isu Papua saat ini. Menteri Kominfo Rudiantara menyebutkan ada sekitar 500 ribu URL atau alamat situs yang terdeteksi menyebar hoaks.
Kabar sesat itu diduga untuk memperkeruh kondisi di Papua dan Papua Barat saat ini. Karena kontennya tidak hanya berita bohong, tapi juga menghasut dan mengadu domba. Disinilah dibutuhkan kewaspadaan dan kebersamaan dalam melawan berita berita hoax dan ujaran kebencian tersebut.

Tentu saja kita sangat prihatin atas kejadian tersebut. Ternyata sumbu-sumbu kebencian masih menjadi penyakit akut di republik ini. Tokoh bangsa yang selalu menyerukan perdamaian, ternyata hanya sampai di telinga saja. Namun tidak bisa diinternalisasikan melalui laku dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak sampai hati menyaksikan apabila bangsa yang penuh dengan kekayaan suku, ras ini bercerai-berai.

Kita patut mengapresiasi kepala daerah yang menyerukan perdamaian. Gubernur Jawa Timur, Khoffah Indar Parawansa dan Walikota Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Cara-cara seperti itu tentu menjadi suri tauladan bagi kita semua, bahwa kita harus menjadi bangsa yang lebar tangan. Artinya, sikap tenggang rasa menjadi hal yang diutamakan ketimbang mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Sebab dengan permintaan maaf, diharapkan mampu meredam emosi. Namun pertanyaaannya sekarang, mengapa warga dengan mudahnya melontarkan kalimat rasis berbasis SARA kepada Papua?

Untuk menjawab hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu dijabarkan.

Pertama, hilangnya sikap tenggang rasa di tengah-tengah kerukunan berbangsa dan bernegara. Di tengah corak keberagaman dan multi-religius, ternyata tidak diimbangi oleh sikap tenggang rasa yang tinggi. Sikap tenggang rasa hanya menjadi semboyan tanpa terpateri dengan baik melalui perilaku sehari-hari. Mari kita kembali pada jati diri kita yaitu falsafah kita PANCASILA.

Kedua, gagalnya memahami warisan leluhur kita yang disimbolkan dengan kalimat “Bhinneka Tunggal Ika”. Justru yang ditonjolkan saat ini di ruang publik adalah sikap keangkuhan dan mengedepankan selera, saya, kamu, dan mereka. Sementara “kita adalah saudara” belum mampu menjadi jalan hidup demi terciptanya kerukunan berbangsa dan bernegara.

Jika para pewaris dan founding father kita masih hidup, tentu saja mereka akan menangis menyaksikan bangsanya sendiri tidak saling menghormati. Apa yang mereka wariskan ternyata belum mampu ditonjolkan dengan baik melalui perilaku dan sikap toleran.

Masyarakat Papua Adalah Saudara Kita , menjaga saudara kita, sama seperti menjaga Kebhinekaan Indonesia, cara untuk melawan berita hoax dan propaganda adalah dengan Gerakan Posting Konten Positip huna menumbuhkan optimisme Menuju Kemajuan Bangsa.

Oleh karena itu sudah sepatutnya masyarakat Indonesia belajar dari pengalaman untuk menjaga keharmonisan bangsa dan selslau waspada akan upaya provokasi asing dan kelompok-kelompok yang ingin memecah belsh bangsa,. Kita ini setara dan saudara, sehingga tak pantas saling menghina satu sama lain karena bagaimanapun Papua adalah Indonesia, Kita Semua Bersaudara, Mari Wujudkan Papua Yang Damai Tanpa Hoax. Mari kita lawan segala bentuk hoax dan propaganda asing yang menyesatkan.

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.