• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Lomba Artikel»74 Tahun Indonesia Merdeka: Kaum Milenial Harus Bijak di Era Digital

74 Tahun Indonesia Merdeka: Kaum Milenial Harus Bijak di Era Digital

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 18 August 2019

Oleh : Irfan Nur Hidayat

Saat ini Indonesia telah merdeka selama 74 tahun lamanya, semangat para pejuanglah yang memerdekakan Indonesia di kala itu dengan penuh ambisi. Hal itu diraih sangat mahal harganya dan tidak dapat diukur dengan harta sebanyak apa pun. Kini saatnya kewajiban generasi muda untuk melanjutkan perjuangan para perjuang dengan cara mengharumkan dan memajukan NKRI serta menjauhkan segala hal-hal yang dapat memecah belah persatuan rakyat Indonesia.

Di era digital yang semakin berkembang pesat di seluruh dunia, masyarakat dapat lebih mudah mengakses apa pun yang mereka inginkan seperti: membaca berita, menonton film kesukaannya, bermain game, bersosialisasi, mengerjakan tugas kantor hingga memesan makanan ataupun transportasi hanya dengan cara mengeklik secara online saja. Itu semua dapat dilakukan tanpa harus susah mencari ke sana sini yang membutuhkan tenaga atau usaha yang dapat membuat kita jadi malas gerak dan malas bersosialisasi.

Terlepas dari hal positif di atas, kini anak muda atau lebih dikenal kaum Millenial justru banyak yang sering menyalahgunakan penggunaan gadget atau media digital tidak sebagaimana fungsi seharusnya. Hal ini dapat berdampak sangat negatif bagi pengguna ataupun orang lain yang jika tidak diawasi dan dibimbing oleh orang tua. Anak mesti dididik agar dapat menggunakan gadget atau media digital dengan bijak. Jika anak dibiarkan lepas menggunakan gadgetnya, akan banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan seperti: malas belajar, susah bersosialisasi dengan orang lain, mudah berkata-kata kotor, membuat hal-hal semena-menanya di media sosial tanpa memikirkan dampaknya seperti hoax, pencemaran nama baik, dan lain sebagainya.

Belakangan ini di era digital lebih tepatnya media sosial banyak mengandung berita-berita palsu (hoax) yang dapat membuat para pembacanya sangat mudah percaya. Seolah-olah berita tersebut terlihat seperti fakta yang dapat menuai kontroversi dan perdebatan yang dapat merusak persatuan Indonesia. Konten hoax tersebut biasanya berisikan politik ataupun hal-hal yang sedang ramai diperbincangkan (viral). Konten berita tersebut biasanya dilakukan oleh para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak sadar akan dampak yang ditimbulkan di masyarakat luas. Maka dari itu, kita sebagai masyarakat harus dapat mengatasi dengan bijak dan mencegah hal tersebut terulang kembali secara terus-menerus. Berikut merupakan beberapa solusi pencegahan hoax pada media sosial, yaitu:

Pertama, berhati-hatilah dalam melihat berita dengan judul yang merujuk pada provokasi.

Solusi untuk hal yang pertama ini adalah agar selalu membandingkan berita lainnya yang serupa dari media resmi, apabila isinya bertolak belakang dapat dipastikan berita tersebut merupakan berita hoax.

Kedua, pengecekan fakta dari berita tersebut

Apabila informasi berita tersebut berasal dari kepolisian, tokoh politik ada baiknya melakukan pengecekan lagi dengan cara mengamati berita tersebut apakah berdasarkan fakta atau opini. Jika fakta, maka akan berisi informasi resmi dari narasumber langsung dan ada buktinya, jika opini biasanya hanya berisikan pendapat dari penulis berita tersebut

 

Ketiga, pengecekan keaslian foto atau video

Di era digital ini, siapa pun dapat dengan mudah mengakses internet dan mengambil gambar dari Google. Maka dari itu, jika kita menemukan berita yang berisikan video atau foto ada baiknya di teliti terlebih dahulu sebelum di sebarkan, bisa saja foto tersebut di edit atau merupakan foto kejadian lama yang di upload lagi sehingga menjadikan seolah-olah foto tersebut asli. Agar tidak mudah tertipu, kita dapat melakukan pengecekan di Google dengan cara men-drag and drop foto tersebut pada kolom penelusuran di menu Google Images.

Keempat, pengecekan alamat situs

Apabila berita tersebut berasal dari alamat situs yang belum terverifikasi secara resmi oleh institusi, maka berita tersebut dapat diragukan. Tetapi jika alamat situs tersebut telah terverifikasi oleh institusi resmi seperti Detik.com , Okezone dll bisa dipastikan berita tersebut ada kebenarannya.

Oleh karena itu, tetaplah bijak dalam menggunakan internet. Jangan sampai merugikan banyak orang, karena akan berakibat pada terpecah belahnya suatu Negara. Maka dari itu, Indonesia membutuhkan pemimpin dengan jiwa kepemimpinan yang bijak, tegas agar Indonesia dapat terus maju di bidang pendidikan, transportasi, ekonomi, penataan wilayah serta menjadikan masyarakat lebih cerdas dalam menangani berbagai kasus seperti berita hoax.

 

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan Program Makan Bergizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.