• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»WAYANG KULIT 100 TAHUN GONTOR: MERAWAT TRADISI, MENEGUHKAN NILAI, MEMBANGUN PERADABAN

WAYANG KULIT 100 TAHUN GONTOR: MERAWAT TRADISI, MENEGUHKAN NILAI, MEMBANGUN PERADABAN

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 7 June 2026

Dalam rangka memperingati 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Gontor menghadirkan pagelaran Wayang Kulit pada Sabtu (6/6/2026) di Lapangan Hijau Pondok. Acara ini merupakan bagian dari pertunjukkan seni dan budaya yang menyemarakkan momentum 100 tahun perjalanan PMDG. Pagelaran ini menghadirkan dalang kondang, Ki Bayu Aji, yang dikenal sebagai maestro dalang wayang kulit kenamaan asal Surakarta (Solo), Jawa Tengah.

Pagelaran Wayang Kulit 100 Tahun Gontor mengusung tema “Mensyukuri Masa Lalu dengan Nilai-Nilai Abadi dan Membekali Masa yang Akan Datang dengan Berbagai Tantangan” dengan lakon Parikesit Dadi Ratu, sebagai sarana menanamkan nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, dan keteladanan kepada santri serta masyarakat melalui kisah pewayangan yang relevan dengan tantangan zaman.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl. A. Ed. menyampaikan bahwa pondok modern dan wayang sama-sama mengajarkan pendidikan kehidupan.

“Yang paling berperan di dalam seni perwayangan bukanlah dhalangnya karena bisa diganti apabila sudah meninggal, bukan juga ghongnya karena bisa diganti menggunakan mulut. Melainkan yang paling berperan adalah blencong atau syi’ar yang terkandung didalamnya,” ujar beliau.

Lebih dari 4.000 penonton yang terdiri dari santri, guru, dan masyarakat Ponorogo tampak antusias memadati pagelaran wayang kulit hingga fajar tiba. Pertunjukan dalam rangka memperingati 100 Tahun Gontor ini menjadi wujud pengabdian pondok modern kepada umat melalui pertunjukkan seni budaya yang edukatif dan sarat nilai dakwah.

Lewat lakon yang dibawakan, masyarakat diajak merefleksikan makna perjuangan hidup dan kebajikan Islam, sekaligus mempererat silaturahmi antara pesantren dan warga. Selain menghibur, pagelaran ini juga bertujuan membekali santri dengan pemahaman sejarah dan nilai-nilai masa lalu sebagai bekal menghadapi masa depan.

 

 

Program Bedah Rumah di Papua Perkuat Kualitas Hunian dan Dorong Pemerataan Pembangunan

June 30, 2026

Sekolah Rakyat di Papua Perluas Akses Pendidikan dan Percepat Pengentasan Kemiskinan

June 30, 2026

Program Bedah Rumah di Papua Perkuat Kualitas Hunian dan Dorong Pemerataan Pembangunan

By Kata IndonesiaJune 30, 20260

Program Bedah Rumah di Papua Perkuat Kualitas Hunian dan Dorong Pemerataan Pembangunan Papua – Program…

Sekolah Rakyat di Papua Perluas Akses Pendidikan dan Percepat Pengentasan Kemiskinan

By Kata IndonesiaJune 30, 20260

Sekolah Rakyat di Papua Perluas Akses Pendidikan dan Percepat Pengentasan Kemiskinan Jayapura – Program Sekolah…

Integrasi CKG dan Imunisasi Perkuat Komitmen Pemerintah Membangun Generasi Sehat

By Kata IndonesiaJune 29, 20260

Integrasi CKG dan Imunisasi Perkuat Komitmen Pemerintah Membangun Generasi Sehat Oleh : Aditya Akbar Peningkatan…

Pemerintah Integrasikan CKG dan Imunisasi Anak Sekolah untuk Perluas Cakupan Layanan

By Kata IndonesiaJune 29, 20260

Pemerintah Integrasikan CKG dan Imunisasi Anak Sekolah untuk Perluas Cakupan Layanan Jakarta – Pemerintah melalui…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.