• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Waspadai Radikalisme dan Penyebaran Hoaks Jelang Pemilu, Peran Tokoh Agama Diperlukan

Waspadai Radikalisme dan Penyebaran Hoaks Jelang Pemilu, Peran Tokoh Agama Diperlukan

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 12 October 2023

Waspadai Radikalisme dan Penyebaran Hoaks Jelang Pemilu, Peran Tokoh Agama Diperlukan

Oleh : Haikal Fathan Akbar

Untuk terus berupaya dalam mencegah masuk dan juga berkembangnya paham radikalisme di Indonesia, sangat diperlukan adanya keaktifan untuk bisa terus mendekatkan diri dengan para tokoh masyarakat serta tokoh agama maupun seluruh warga masyarakat. Hal tersebut sebagaimana dilakukan oleh pihak Bhabinkamtibmas Tingkir Lor Polres Salatiga Aiptu Sutarjo yang melaksanakan silaturahmi dengan Takmir Masjid Nurussalam Dukuh Kelurahan Tingkir Lor.
Seluruh pihak memang harus bersama-sama untuk terus mencegah bagaimana potensi akan berkembangnya paham radikalisme. Sangat penting untuk bisa mencegah seluruh pemahaman radikal dan juga berbagai isu serta hoaks yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama maupun keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sehingga bisa terwujud kerukunan hingga keharmonisan baik antar warga maupun antar umat beragama demi mewujudkan situasi yang aman dan kondusif menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang serta juga mampu untuk terus mempertahankan Indonesia sebagai negara yang bisa terus menjunjung rasa toleransinya.
Ustadz Munjamil selaku Ketua Takmir Masjid menyambut dengan sangat baik adanya sambang silaturahmi yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Tingkir Lor, selain sebagai wujud konkret dalam upaya semakin menjaga kedekatan dengan seluruh warga juga sebagai wujud kepedulian untuk terus menjaga lingkungan aman serta kondusif.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Salatga, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ayuni Novitasari menyampaikan rasa terima kasihnya kepasa seluruh jajaran yang selama ini sudah terus sangat aktif dalam melakukan sambang dialogis dan juga silaturahmi kepada para warga dalam rangka menanggapi berkembangnya paham radikalisme serta intoleransi dan juga untuk bisa mewujudkan wilayah yang aman hingga kondusif khususnya dalam menghadapi tahun 2024 menjelang pelaksanaan Pemilu.
Tidak bisa dipungkiri bahwa memang tokoh agama dan juga para pemimpin umat memiliki peranan yang sangat penting untuk bisa terus mencegah meluasnya pemahaman intoleran, radikalisme bahkan hingga terorisme. Maka dari itu, memperkokoh wawasan kebangsaan Indonesia kepada seluruh elemen juga hal yang harus mampu diterapkan.
Sementara itu, Bupati Jepara, Dian Kristiandi menjelaskan bahwa pemahaman akan wawasan kebangsaan serta nasionalisme akan menjadi modal utama dalam mencegah radikalisme dan terorisme, sehingga masyarakat harus mampu menanamkannya, utamanya pada generasi pemuda penerus bangsa seperti generasi milenial dan Gen Z.
Hal yang bisa diupayakan oleh semua pihak adalah untuk tetap melakukan proses mempererat rasa persatuan dan kesatuan antar warga negara. Dengan adanya kemajuan teknologi juga sangat menghadirkan berbagai macam tantangan bagi kebangsaan yang bisa saja muncul dengan berbagai dimensinya.
Karenanya, ketika sudah berurusan dengan kemajuan teknologi seperti penggunaan media sosial dan ruang digital yang sangat masif di era jaman sekarang ini, maka masyarakat juga hatus mampu untuk mengedepankan klarifikasi serta tidak mudah memercayai kabar yang mungkin saja belum jelas akan kebenarannya.
Senada, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Haerudin menuturkan bahwa pemahaman wawasan kebangsaan memang menjadi sebuah hal yang sangat penting. Dengan demikian akan memungkinkan toleransi bisa terus dijaga dan ditumbuhkan di semua kalangan termasuk kalangan umat beragama. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan juga para tokoh agama diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membela negara dari segala pengaruh buruk seperti radikalisme, terorisme dan intoleransi.
Harus ada upaya untuk terus memperkokoh kerukunan dan persatuan diantara para tokoh agama, utamanya menjelang pelaksanaan pesta demokrasi dan kontestasi politik dalam perhelatan Pemilu 2024 mendatang. Karena jika para tokoh agama sudah duduk bersama, maka jelas sekali akan ada banyak sekali hal yang bisa diwujudkan secara bersama. Sebab, para tokoh itu merupakan teladan dan pencerah bagi umat.
Bukan hanya para tokoh agama saja, melainkan para pemuda penerus generasi bangsa juga hendaknya turut berperan dengan sangat aktif dalam membantu terwujudnya pesta demokrasi secara damai, santun dan juga jauh dari penggunaan politik identitas dengan bermain pada isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA).
Peranan dari para tokoh agama ketika berada di tengah umat atau masyarakat di Tanah Air menjadi sangat penting. Karena hal tersebut mampu mengajak kepada warga untuk bisa terus semakin meningkatkan kewaspadaan mereka, terutama dalam urusan memerangi paham radikalisme dan juga penyebaran berita bohong atau hoaks menjelang pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

)* Penulis adalah kontributor Vimedia Pratama Institute

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

September 22, 2026

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)…

Gus Adnan Bongkar Kunci Santri Masa Depan di PPSN VI: Jadilah Ulama yang Intelek, Bukan Intelek yang Tahu Agama Saja!

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Santri tingkat Ulya Satuan Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning Pondok Pesantren Tahfidz Alishlah DKI Jakarta…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.