• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Waspadai Provokasi Ajakan Tarik Uang, Bank BUMN Miliki Kinerja Terbaik di ASEAN

Waspadai Provokasi Ajakan Tarik Uang, Bank BUMN Miliki Kinerja Terbaik di ASEAN

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 25 February 2025

 

Provokasi terkait ajakan untuk menarik dana dari bank-bank BUMN semakin marak di media sosial. Informasi yang beredar tanpa dasar ini dapat menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Padahal, bank-bank BUMN justru memiliki kinerja terbaik di kawasan ASEAN, menunjukkan stabilitas dan kredibilitas tinggi dalam mengelola dana nasabah.

 

Ajakan untuk menarik uang dari bank-bank milik negara muncul seiring dengan pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Narasi yang berkembang mengarah pada ketakutan bahwa dana nasabah di bank BUMN akan digunakan untuk mendanai operasional badan tersebut. Padahal, asumsi tersebut sepenuhnya keliru dan tidak didukung oleh fakta.

 

Chief Operation Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa Danantara akan beroperasi dengan sistem pengawasan berlapis dari pemerintah. Dana masyarakat yang tersimpan di bank BUMN tidak digunakan sebagai modal oleh BUMN, melainkan setiap entitas BUMN telah memiliki modal usaha sendiri.

 

Dengan demikian, isu mengenai penggunaan dana nasabah untuk modal usaha BUMN merupakan misinformasi yang harus diluruskan. Selain itu, Dony juga menyoroti bahwa bank-bank BUMN saat ini merupakan institusi perbankan dengan kinerja terbaik di ASEAN, sehingga kredibilitasnya tidak perlu diragukan.

 

Ketua Komite IV DPD RI, Ahmad Nawardi, turut mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh provokasi yang dapat merugikan diri sendiri. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terdiri dari beberapa bank BUMN tetap solid dan terpercaya.

 

Dana nasabah aman karena bank-bank tersebut dikelola dengan prinsip kehati-hatian serta diawasi secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pengawasan ini memastikan bahwa keuangan bank tetap dalam kondisi stabil dan tidak ada alasan bagi nasabah untuk merasa khawatir.

 

Kepercayaan terhadap sistem perbankan nasional merupakan faktor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi negara. Ahmad Nawardi menegaskan bahwa bank-bank BUMN memiliki fundamental keuangan yang kuat.

 

Sebagai contoh, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,82 persen secara year-on-year (yoy) sepanjang 2024, mencapai Rp 1.327 triliun. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) juga mengalami penurunan signifikan, dengan NPL gross berada pada 0,97 persen dan NPL net sebesar 0,33 persen. Indikator-indikator ini menjadi bukti nyata bahwa perbankan nasional dalam kondisi yang sehat dan terpercaya.

 

Dukungan penuh terhadap bank-bank BUMN juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Royke Tumilaar. Ia menyatakan bahwa seruan penarikan dana besar-besaran dari bank BUMN merupakan informasi yang salah tafsir.

 

Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tersimpan di bank BUMN tetap aman dan tidak digunakan untuk keperluan lain. Yang digunakan untuk kepentingan BUMN adalah dividen yang telah dialokasikan, bukan dana nasabah. Royke juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada penarikan dana besar-besaran di BNI, sehingga kekhawatiran yang muncul di media sosial hanyalah rumor yang tidak berdasar.

 

Kinerja bank-bank BUMN yang terus menunjukkan performa positif menjadi alasan utama untuk tidak termakan oleh ajakan provokatif yang tidak berdasar. Stabilitas keuangan, pengawasan ketat oleh regulator, serta fundamental ekonomi yang kuat menjadikan bank-bank BUMN sebagai lembaga keuangan yang kredibel.

 

Seruan untuk menarik dana justru dapat merugikan masyarakat sendiri, karena kepercayaan terhadap sistem perbankan nasional menjadi faktor utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

 

Masyarakat perlu lebih selektif dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas. Memahami kondisi perbankan nasional berdasarkan data dan fakta adalah langkah bijak untuk menjaga kestabilan finansial. Bank-bank BUMN tetap menjadi pilihan aman dan terpercaya dalam menyimpan dana, dengan sistem pengelolaan yang transparan serta diawasi oleh lembaga yang kompeten.

 

Menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional merupakan tanggung jawab bersama. Stabilitas ekonomi sangat bergantung pada kepercayaan terhadap lembaga perbankan yang telah terbukti memiliki kinerja terbaik di ASEAN.

 

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang tidak memiliki dasar fakta, demi menjaga keamanan finansial dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (*)

 

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.