Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk memberantas paham radikal terorisme di tengah pandemic melalui webinar yang digealr dari wisma dharmais , Kabupaten Bogor dengan tema “Waspada Radikalisme di Tengah Pandemi Covid-19” pada (09/10) kemarin.
Hadir dalam webinar, Kepala BNPT Komjen Pol. DR. H. Boy Rafli Amar, SH.MH, dalam paparannya mengatakan bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme terus dilakukan karena telah diamanatkan oleh negara melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE), yang di sah-kan oleh Presiden Joko Widodo, pada 6 Januari 2021.
“Tentu dibutuhkan kerja kolaborasi dan inklusif dari semua pihak, ekstrimisme, radikalisme dan terorisme tidak terkait ajaran dan agama dan tertentu,” kata Boy Rafli Amar.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Deradikalisasi BNPT RI, Prof. Dr. H. Irfan Idris, MA mengatakan saat ini, ada dua virus yang harus diwaspadai. Pertama Covid 19. Kemudian kedua adalah virus radikalisme, ekstremisme dan Intoleran.
“Agama mengajak kita untuk berdamai dan menuntun kita kepada jalan kebaikan. Bukan mengajak kepada kekerasan apalagi berbuat kerusakan. Tidak sedikit generasi muda terpapar akibat media sosial. Maka kita harus antisipasi dengan seksama, waspada suatu keniscayaan namun pencegahan lebih utama,” katanya.
Sedangkan Ketua MUI Pusat Bidang Informatika dan Komunikasi, KH. Drs. Mabroer, MS mengatakan, saat ini lembaganya telah mengeluarkan Fatwa terkait terorisme No. 3 Tahun 2004. “Untuk itu menjadi tugas bagi kita semua untuk mencegah dan menepis paham yang terkait dengan radikalisme, ekstrimisme dan intoleran,” ajaknya.
Islam Wasatiyah dan moderasi beragama, katanya, harus dikedepankan. Deradikalisasi harus melibatkan semua pihak, mitigasi ideologi dapat dilakukan melalui sektor pendidikan misalnya ke pondok pesantren sangat berbeda jika dilakukan dengan melalui pendekatan keamanan. Kelompok mayoritas harus mampu melindungi minoritas dan sebaliknya minoritas jangan takut kepada yang mayoritas.
May Day 2026: Pemerintah Menyiapkan Kado Manis Bagi Pekerja Peringatan Hari Buruh (May Day) akan…
Presiden Prabowo Hadiri May Day 2026 dan Tegaskan Penguatan Perlindungan Buruh JAKARTA - Peringatan Hari…
May Day 2026, Buruh Sebut Prabowo Tepati Janji dan Mampu Jaga Stabilitas Ekonomi Jakarta —…
Perayaan May Day Momentum Refleksi Kolektif dan Bukti Keberpihakan Negara pada Buruh Jakarta - Peringatan…
Dari UU PPRT hingga Museum Marsinah, Pemerintah Perkuat Komitmen untuk Buruh Jakarta – Pemerintah terus…
May Day Kondusif Jadi Kunci Investasi dan Kesejahteraan Buruh di Daerah *Jawa Tengah* - Gubernur…